Sabtu, 19 Desember 2015

GM. Susanto Megaranto Juara Catur Klasik Piala Walikota, Hunter Chalid Pecatur Aceh Tamiang, Raih Gelar Master Nasional

    12/19/2015   No comments



MOKI – Sabang,..
Atlet Catur asal Kabupaten Aceh Tamiang (Atam) Hunter Chalid, berhasil meraih gelar Master Nasional dengan raih poin 7 (tujuh) dari 9 (sembilan) babak yang di pertandingkan di Kejuaraan Catur Klasik Terbuka Nasional Piala Walikota Sabang Tahun 2015. Kejuaraan Catur Klasik Terbuka Nasional yang dilaksanakan di Aula Lt. IV Kantor Walikota Sabang, ditutup oleh Sekretaris Daerah Sofyan Adam, SH, Jum’at (18/12/15), malam.

Kejuaraan catur terbuka nasional piala Walikota Sabang tahun 2015, berkatagori 2 (dua) yang dilaksanakan dari tanggal 14 s/d 18 Desember 2015, telah selesai. GM. Susanto Megaranto (Jabar) unggulan pertama dikejuaraan tersebut, berhasil meraih juara meskipun di babak ke 9 dia di tahan remis oleh MN Johan (Sulbar).

FM Hamdani Rudin (Kaltim) yang paling berpeluang menjuarai turnamen tersebut, harus puas menduduki urutan ke 2 (dua), setelah lajunya tertahan oleh MI Irwanto Sadikin (Jabar), dengan berbagi point ½ - ½.  Dengan demikian, peraihan poin yang didapatnya sama dengan  poin GM Susanto Megaranto, dan pada perhitungan solkov dia kalah tipis 53,0 – 51,5.

MI Irwanto Sadikin (Jabar), berhasil menduduki urutan ke 3 (tiga) setelah menahan remis FM Hamdani Rudin dan meraih poin 7 (tujuh), sama dengan poin urutan ke 4 (empat) Hunter Chalid. Dengan berhasilnya Hunter Chalid meraih poin 7, maka secara otomatis Hunter Chalid berhak mendapatkan gelar “ Master Nasional “, Sesuai dengan katagori pertandingan catur yang sedang dilaksanakan yaitu berkatagori 2 (dua).

Dalam menentukan katagori suatu pertandingan catur adalah, jumlah dari pecatur yang ikut serta bertanding pada kejuaraan tersebut. Selanjutnya jumlah peserta bergelar Internasional haruslah cukup, begitu juga dengan yang bergelar Master Nasional jumlahnya harus juga cukup, dan telah mempunnyai Elo Rating Internasional. Kemudia barulah PB Percasi Pusat dapat menentukan katagori dari pertandingan catur tersebut, hal itupun diputuskan setelah kesemua syarat di penuhi.  

Hunter Chalid salah seorang Pecatur Aceh asal Kabupaten Aceh Tamiang, berhasil meraih gelar Master Nasional setelah mengkandaskan perlawanan Musliadi yang juga atlet catur Aceh pada babak ke 9 (Sembilan). Gelar master ini, telah cukup lama diincarnya dengan segala upaya namun belum lagi menuai hasil.

Kini di Kejuaraan terbuka klasik Piala Walikota Sabang, impian yang telah lama terpendam disanubarinya menjadi nyata dan dapat diraih setelah mendapat kemenangan sebanyak 7 kali dan 2 kali kalah. Padahal selama ini, telah cukup banyak dia mengikuti even catur di luar Aceh, namun gelar itu selalu gagal untuk didapat. Dengan semangat dari kegagalan tersebut, memicu semangatnya untuk tidak pernah menyerah, dan pada pertarungan di Kota paling ujung batas wilayah RI, gelar Master Nasional dapat dipersembahkannya untuk Aceh. 

Walikota Sabang pada pidato penutup yang dibacakan oleh Sekda Sabang, Sofyan Adam SH, mengatakan, saya ucapan terimakasih dan aspresiasi yang tulus kepada panitia. Semoga kegiatan ini bisa menjadi kalender tahunan sebagai langkah kita bersama dalam membina dan merekrut atlet-atlet catur daerah, sehingga prestasi mendatang lebih meningkat lagi dengan mengikuti ecen-even yang lebih bergengsi, baik didalam maupun luar negeri.
   
Selaku Pemerintah Daerah, pandangan kami tehadap kejuaraan ini merupakan satu langkah yang strategis, sebagai upaya kita bersama dalam memajukan olahraga catur kedepannya agar terus berkembang.Catur adalah salah satu olahraga yang membuktikan bahwa kita dituntut untuk berfi kir kreatif sekaligus bijak dan berimbang.

Bila kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini sangat sesuai dengan apabila kita memecahkan berbagai persoalan kehidupan yang kita jalani. Kita dituntut mempunyai strategi bijak dalam menghadapinya, kita juga perlu memandang sebab dan akibat segala sesuatu yang kita kerjakan dan memprediksi apa yang akan terjadi dengan kehidupan sebagai akibat dari perbuatan kita.

Hikmah dari bermain catur adalah mengajarkan kita untung tenang dalam menghadapi berbagai persoalan, sehingga kita dapat selalu tenang menghadapi segala permasalahan. Yang terpenting adalah mengatur dan menciptakan strategi untung memenangkan.

Catur juga mendidik kita untuk selalu bersabar dan tenang menghadapi berbagai persoalan hidup serta tetap arif dalam menghadapai hal-hal sulit dan membahayakan. Dengan bermain catur energy pikiran terus bekerja, sehingga proses aktifitas otak dan daya piker selalu dilatih, maka sensitifitas kecerdasan pun akan terus meningkat.

Dengan diadakannya kejuaraan catur seperti ini, kita bisa mengetahui bakat para pecatur yang mungkin bisa kita beri perhatian lebih supaya bakat yang dimiliki bisa terus diasah untuk bisa menjadi atlet berprestasi dikemudian hari.

Mungkin setelah kejuaraan ini, seluruh atlet, pelatih dan pengurus bisa melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas para pemain catur yang khususnya berada di Sabang. Disamping itu, dengan kejuaraan catur yang kita laksanakan ini, diharapkan kedepannya olahraga catur lebih dapat diterima ditengah-tengah memasyarakat.

Kita menyadari bahwa, catur belum beitu bermasyarakat, oleh karena itu melalui maomentum ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan motivasi para pecatur dalam meraih prestasi. Kepada para peserta yang telah ikut ambil bagian pada perlehatan pada kejuaraan catur ini saya ucapkan terima kasih, dan selamat bagi para pemenang, kiranya prestasi yang telah didapat bisa terus dipertahankan pada even-even mendatang. Bagi para peserta yang belum lagi meraih prestasi, teruslah berlatih dan mengasah diri dalam rangka persiapan mengikuti even-even mendatang, ujar Sofyan Adam.

Peringkat Akhir Kejuaraan Catur Klasik Nasional Piala Walikota tahun 2015 yang mendapatkan hadiah sebanyak 30 orang adalah sebagai berikut : 1, GM Sutanto Megaranto (2558) Jabar 7,5,  2. FM Hamdani Rudin (2384) Kaltim 7,5,  3. IM Irwanto Sadikin (2320) 7 Jabar,  4. Hunter Chalid S.Si (2133) 7 Aceh, 5. MN M. Johan (2130)  6,5 Sulbar, 6. MI Salor Sitanggang (2426) 6,5 Jatim, 7. MI Ivan Dituru (2417) 6 PB Percasi, 8. GM Ardiansya (2282) 6 (Riau), 9. Musliadi (1800) 6 Aceh, 10. MN Akhmad Muslim (2123) 6 Aceh.

11, MN Zulfikar  6 Sumut, 12. Samsul Bahri 6 Aceh, 13, MN Nelson Roganda 6 Riau, 14. Ridhal mahfud 6 Aceh, 15. MN Irwandi  6 Aceh, 16, Dedi Arafi 6 Riau, 17. MN Zulkhairi 6 Aceh, 18, Edi Sugiantto Wijaya 5,5 Jateng, 19. Budi Setiawan 5,5 Sumut, 20. Fudhailul Barri 5,5 Aceh, 21. Chairon 5,5 Aceh, 22. Zulfikri 5,5 Aceh, 23. Zulfadli SPd.i 5,5 Aceh, 24. Zafrulah 5,5 Aceh, 25, Hidayat 5,5 Aceh, 26. Akun Nasution 5 Sumut, 27, Enda Yusra 5 Aceh, 28, Ali Saman 5 Aceh, 29. Darmawahsah 5 Sumut, dan 30. Darwis 5 Aceh. .

(Wapemred)

Keterangan Foto :
Sekda Kota Sabang, Sofyan Adam SH, menyerahkan hadiah juara kepada GM Susanto Megaranto (Jabar).

Para Juara 1, 2, 3 dan 4 serta perwakilan juara lainnya, Kejuaraan Catur Klasik Terbuka Piala Walikota Sabang Tahun 2015

Pidato penutupan Kejuaraan Catur Terbuka Piala Walikota Sabang 2015, oleh Sofyan Adam, SH  



Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.