Senin, 05 Desember 2016

Aksi Bela Islam 212 Di Mata Konsultan Singapore

    12/05/2016   No comments

MOKI, JAKARTA-Jum'at (2/12/2016) pagi jam 10:00 di kawasan Marina Bay Singapore, saya meeting dengan Jonathan, partner bisnis saya, seorang Cina Singapore beragama Katolik.

Dia Doktor lulusan salah satu Universitas terbaik di USA, dia mantan banker yang sekarang jadi konsultan keuangan untuk investor Timur Tengah yang bergerak di dunia penerbangan...

Sebelum meeting, tiba-tiba dia nanya ke saya,"Bukankah di Jakarta sekarang lagi ada demo besar-besaran 212..Pak Nur.?".

"Oh kamu tahu juga ya..?" Begitu ujar saya..ternyata dia tahu dari media masa di Singapore...

Saya lantas menunjukkan TV live streaming di Android saya..yang memperlihatkan jutaan manusia berjubel di Monas dan jalan protokol di sekitarnya, serta nyambung dgn lautan manusia yang tumpah ruah di bundaran BI.

"How amazing is it.." begitu komentar Jo setengah tak percaya.. Berapa banyak manusia kah ini.? Saya perkirakan antara 2-4 juta jiwa.. Ini sdh lebih dari separo penduduk Singapore (5,5 juta jiwa).. ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri."...

Nah sebagai seorang "profesional" yang selalu bekerja secara terencana dan sistematis. Dia lantas melempar rentetan pertanyaan:
 
"Berapa lamakah perencanaan demo ini.?"
 
"Siapakah yang mimpin demo ini.?"
 
"Gimana cara komunikasi antara pemimpin dan peserta demo.?"
 
"Gimana ngatur transportasinya.?"      
 
"Gimana ngatur logistiknya.?"
 
"Gimana ngatur fasilitas pendukungnya (ambulans, toilet dll).?"

"Gimana ngatur tempatnya.?", dst..dst..
 
Saya hanya bisa menggeleng sambil berucap:"saya nggak tahu Jo"...

Lantas Jo pun bergumam sambil geleng-geleng kepala:"Saya nggak percaya, ada orang/organisasi dimanapun di dunia ini (note: dia sering melanglang buana) yang sanggup menggerakkan org sebanyak itu..dalam waktu singkat... impossible.!

Pasti ada kekuatan besar diluar manusia yang menggerakkannya."ujarnya singkat..

Diskusi kamipun beralih ke alasan dan penyebab demo.. Rupanya si Jo ini tau juga dari media masa Singapore, bahwa ini merupakan rentetan unjuk rasa umat muslim Indonesia akibat kasus penistaan agama oleh Gub. DKI Ahok..

Gantian sekarang saya yang nanya kepadanya:"Gimana pendapatmu tentang hal ini Jo..?"...

Jo lantas menjawab:"Ini sih konyol dan sangat fatal..bagaimana mungkin seorang Gubernur melecehkan agama yang dipeluk oleh mayoritas warganya sendiri..?"

"Masalah agama sangat sensitif, apalagi menyangkut Kitab Suci yg menjadi pedoman hidup pemeluknya..yang lantas dinistakan oleh orang yang beragama lain.." ujarnya..

Lantas dia lanjutkan:"Ibaratnya ada tamu yang datang kerumah anda, lalu dia menghina isteri anda..wah isteri anda jelek, jorok, bau..bla..bla.. ya sgt wajarlah kalau anda, anak-anak dan keluarga anda marah.."...

Ternyata Jo juga tahu karakter Ahok yang suka marah2-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor.. Lantas diapun bertanya sambil keheranan:"Gimana mungkin orang seperti ini bisa terpilih jadi Gubernur di Ibukota negara anda Pak Nur..?"..

Saya langsung jawab:"Dia jadi Gub DKI karena menggantikan Jokowi yang naik jadi Presiden RI, jadi yang dipilih rakyat DKI waktu itu adalah figur Jokowi, bukan Ahok.." Oohh gitu ya..ujarnya maklum..

Lantas iseng2 saya ganti nanya kepadanya:"Apakah org seperti Ahok bisa jadi pemimpin di Singapore..Jo.?"..

Saya nanyain hal ini krn inget, ada pihak yg pernah mengatakan, kalau Ahok nggak dikehendaki di Jakarta, dia bisa jadi Gubernur di Hongkong atau di Singapore..jadi rakyat Jakarta yang rugi...

Diapun ketawa sambil menjawab:"No way Pak Nur..di Singapore seorang pemimpin harus mempunya standar moral dan etika yang tinggi.. dia harus mengayomi dan bukan mencari musuh.. dia harus bisa jadi teladan bagi warganya.."

"Tidak layak bagi pemimpin di Singapore utk marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor/tidak pantas kepada warganya di depan publik..apalagi sampai melecehkan keyakinan warganya.." begitu dia melanjutkan...

"Bukankah dia pekerja keras, bersih, jujur, performancenya bagus dan diakui orang banyak..?" Begitu sergah saya...

Diapun ketawa lagi sambil menjawab:"Bagi kami Ahok hanyalah seorang hard worker pak..dan bukan seorang pemimpin.." Loh koq..?"

"Kalau anda bekerja keras dan ngikutin aturan (Termasuk tidak boleh korupsi) pastilah performance anda bagus, spt kami-kami ini, para profesional di Singapore", begitu ujarnya panjang lebar...  

Oohh gitu ya..ujar saya sambil nyruput kopi..  Lantas kamipun back to laptop.. kembali ke topik diskusi.. membahas potensi dan rencana investasi di bisnis penerbangan di Indonesia. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.