Minggu, 04 Desember 2016

Kas Keuangan Pemerintahan Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur Memang Kosong

    12/04/2016   No comments

Wajah Gampong Simpang Wie di Kecamatan Langsa Timur.
MOKI, Langsa-Aceh: Kebijakan baru yang diambil oleh Geuchik terpilih, Ibnu Abas dalam kepemimpinan Gampong Simpang Wie, Geuchik Ibnu Abas mengajak perangkat desa dalam hal pemotongan honor perangkat sejumlah 18 orang, secara mupakat setelah pembahasan, di Kantor Geuchik. Pada bulan kemarin, " Ungkap, Warga setempat, Minggu (4/12/2016).

"Dari jumlah perangkat Pemerintahan Desa sebanyak 18 orang di Gampong Simpang Wie, untuk bersedia honor mereka dipotong masing - masingnya, sebesar Rp 30.000. Dalam setiap bulannya. Adapun pemotongan honor tersebut, untuk pengisian Kas Desa yang selama ini dianggap Geuchik terpilih tak ada Kas Pemerintahan Desa Simpang Wie, "Ujarnya.

Kesepakatan bersama itu, jika sewaktu - waktu terjadinya hal mendesak, maka Pemerintah Desa dapat meringankan  keperluan Sosial atas nama Gampong Simpang Wie, apa bila dari keluarga masyarakat simpang wie, terjadi musibah dengan adanya Kas pemotongan honor perangkat untuk Desa, uang dimaksud dapat dipergunakan membantu keperluan sosial dan nantinya jika ada keperluan lain. Seperti merayakan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW (Maulid) kedepan dana Kas Desa dapat dipergunakan dimana perlunya.

Sementara terkait persoalan kosongnya Kas Pemerintahan Desa, Mantan Geuchik Gampong Simpang Wie, Fahruddin kepada Wartawan, menjelaskan selama dirinya menjabat Geuchik, mengakui kalau Kas Pemerintahan Desa tidak ada? Jawabnya. Tapi kalau Kas untuk keperluan Rumah Ibadah (Meunasah) itu memang ada Kasnya yang dikutip dari hasil pemanenan Sawit diatas tanah wakaf Gampong Simpang Wie dan setoran harian/perbulan dari kutipan buangan Tinja yang diangkut setiap truk untuk Kas Meunasah. " Jelasnya.

Lanjut Fahruddin lagi, kalau Kas Pemerintah Desa sejak dia menjadi Geuchik memang tak ada, semua uang yang dikutip bukan atas nama Pemerintahan Desa, seperti Kas atas nama Pemuda Gampong Simpang Wie, itupun mereka kutip untuk Kas Pemuda dan bukan untuk Kas Pemerintahan Gmpong, yakni mereka dapatkn dari setiap adanya proyek di daerah itu, untuk pemuda dan bukan untuk Kas Pemerintahan Desa." Kata Fahruddin.

Begitu juga adanya dua unit mesin jektor (pembajak sawah) yang dibantu oleh pemerintah untuk Gampong Simpang Wie, sejak di kelola oleh warganya tidak pernah memberi hasil untuk Kas Desa Pemerintahan Desa, jadi karena itulah, Kas Pemerintahan Gampong Simpang Wie selama kepemimpinannya memang kosong. Demikian Penjelasan Mantan Geuchik Fahruddin.(rd).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.