Sabtu, 10 Desember 2016

Kemenhub Ditjenla Distrik Navigasi Sabang Beri Bantuan ke Pidie Jaya

    12/10/2016   No comments

MOKI, Pidie Jaya-Bencana Alam Gempa berkekuatan 6,4 SR yang telah mengguncang Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh Rabu 07/12-16 05.00 Wib dini hari, telah memasuki hari ke 4 (empat). Menurut data terakhir yang diterima MOKI TV, Korban jiwa sampai dengan hari ini Sabtu (10/12-16) telah mencapai 101 orang, korban yang luka 853 orang. Jumlah pengungsi di Kabupaten Pidie Jaya sampai kini telah berjumlah 43.613 orang dari 64 titik lokasi pengungsi.

Kementrian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perbuhungan Laut Distrik Navigasi Kelas II Sabang, memberi bantuan kemanusiaan dengan Armada KN Antares ke Meuredu Kabupaten Pidie Jaya Sabtu 10/12-16. Bantuan tersebut merupakan bantuan yang disalurkan langsung kepada Panitia penerima bantuan dari BNPB Kabupaen Pijay yang pusat Posko Bantuan berada di Kantor Bupati Pidie jaya

Kepala Distrik Navigasi Sabang Capt. Hidayat M. Mar melaui Nakhoda KN Antares Iwan Rudianto yang didampingi Masinis I KN Antares Fadli, ketika menyalurkan bantuan tersebut di lokasi Pelabuhan TPI yang berada jurong Menasah Balek mengatakan kepada MOKI TV, bantuan kemanusiaan ini diberikan adalah sebagai salah satu cara turut berduka cita terhadap para korban yang meninggal dunia maupun yang selamat dari bencana gempa baru-baru ini melanda Kabupaten Pijay, ujarnya.

Dikatakan bahawa, bantuan yang diberikan Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalaui Distrik Navigasi Kelas II Sabang telah diterima oleh panitia dari BNPB Kabupaten Pijay yang dipusatkan di Kantor Bupati Pidie Jaya. Selanjutnya bantuan tersebut kami distribusikan kepada Posko Bantuan di jalan Iskandar Muda dengan dibantu oleh Pos Kamla Lanal Lhokseumawe dan RAPI Aceh Besar.

Bantuan yang diberikan oleh Kemenhub Ditjenla Direktorat Kenavigasian bukan hanya yang dibawa oleh KN. Antares saja, melainkan ada lagi bantuan kemanusiaan yang akan menyusul yang dibawa oleh 6 Kapal Negara kelas I Distrik Navigasi lainnya yang berada di Pulau Sumatera. Bantuan Kemanusiaan dari Distrik Navigasi se Indonesia tersebut, dibawa oleh 6 Kapal Negara lainnya dalam beberapa hari ini, kata Iwan

Kami melihat akibat bencana Gempa Bumi di Bumi Aceh ini sangat memprihatinkan, begitu banyaknya bangunan-bangunan yang runtuh termasuk bangunan rumah ibadah. Apalagi korban yang meninggal dunia cukup banyak dan begitu juga korban jiwa yang dirawat. Aceh kembali berduka mendapat cobaan berupa bencana Gempa bumi, padahal akibat gempa dan tsunami tahun 2004 masih berbekas dan masih belum lagi terobati, tukas Iwan Rudianto.

Pantauan Kaperwil Aceh MOKI TV ketika melakukan liputan terlihat banyaknya bangunan-bangunan Ruko yang runtuh serta rumah-rumah ibadah yang rubuh. Bantuan kemanusiaan  yang berdatangan dari berbagai daerah maupun instansi pemerintah baik Kabupaten/Kota, maupun Pemerintahan Provinsi telahberdatangan dan memenuhi Gudang Bulog Kabupaten Pijay.

Namun masih ada juga daerah yang belum menerima penyaluran bantuan dari Panitia BNPB, hal ini dikatakan oleh beberapa masyarakat yang ada di lokasi TPI Jurong Menasah Balek. Daerah yang belum tersentuhpun ada juga karena lokasi titik pengungsiannya jauh dari jalan raya Provinsi, sementara daerah yang berada di jalan jalur Provinsi saja seperti Kecamatan Trieng Gadeng masih belum juga ternbantu sebagaimana mestinya.

Abdul Muthalib (50) salah seorang warga yang tinggal di Jurong Dayah Kleng mengatakan kepada MOKI, “ Kecamatan Trieng Gadeng masih belum lagi mendapat bantuan padahal jumlah korban yang mengungsi di daerah tersebut cukup banyak. Saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi dilokasi pengungsian Tring Gadeng, rasanya makanan yang saya makan tidak tertelan bila teringat apa yang dimakan oleh para pengungsi di sana “, ujarnya.

Panglima La’ot Krueng Meuredu Munir menambahkan, perlu pengawasan pendistribusian terhadap barang-barang bantuan yang disalurkan terutama dilokasi Posko Pengungsian. Karena diduga ada terjadi pencurian barang-barang bantuan oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, dan hendaknya kita dapat bersama-sama menjaga keamanan barang bantuan.

Diharapkan hal ini menjadi perhatian pihak-pihak terkait terutama BNPB, sebab di Gampong Meuraksa Kupula dan Meuraksa Barat masih belum lagi diberikan bantuan selayaknya, padahal lokasi kedua Gampong tersebut berada di daerah Pantai, tukas Panglima La’ot Munir. (Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.