Rabu, 28 Desember 2016

Satpol-PP/WH Sabang Tangkap Pasangan Mahasiswa Tidur Sekamar

    12/28/2016   No comments

MOKI, Sabang-Dalam rangka menegakkan hukum Syariat Islam (SI), pihak Satpol-PP Kota Sabang melakukan razia ke sejumlah penginapan.  Al hasil puluhan pasangan diduga mahasiswa yang tidur sekamar bak suami istri, berhasil terjaring razia tersebut dan akan diproses sesuai dengan Qanun Syariat Islam.

Pada pukul 01.00 Wib dini hari Senin (26/12/16), pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP/WH), yang dipimpin Kasatpol-PP/WH Hafwan Pasaribu, melaksanakan razia penegakan Syarit Islam. Tujuan razia tersebut dilakukan ke sejumlah penginapan yang ada di pusat Kota Sabang.

Dalam razia yang didampingi beberapa anggota Polisi Polres Sabang dan Polisi Milter (POM) dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) Lanal Sabang, didapati puluhan mahasiswa yang tidur lelap sekamar, seperti layaknya pasangan suami isteri. Para remaja yang bukan muhrimnya itu seluruhnya digelandang ke kantor Satpol-PP/WH Kota Sabang.

Kasatpol-PP/WH Kota Sabang Hafwan Pasaribu, usai mendata seluruh hasil tangkapannya Selasa pagi kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan razia tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan rutin sesuai Qanun Syariat Islam. Selain itu, pelaksanaan itu untuk menghilangkan imeg, yang selama ini menyebutkan bahwa Sabang menjadi daerah bebas Syariat Islam.

Secara Undang-undang jenayah mengikut Syariat Islam, Jenayat itu menurut fuqaha' sebagai perbuatan atau perilaku yang jahat yang dilakukan oleh seseorang untuk mencerobohi atau mencabul kehormatan jiwa atau tubuh badan seseorang yang lain dengan sengaja meskipun suka sama suka termasuk perbuatan mesum.

Perbuatan mesum atau khalwat dapat dihukum cambuk sebanyak 100 kali, berdasarkan hukuman hudud sesuai Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014, yang berlaku di provinsi Aceh. Qanun tersebut yang mulai dijalankan sejak 23 Oktober 2015 lalu itu, juga dapat dikenakan kepada pelaku pelanggaran Syariat Islam, seperti sejumlah pasangan mahasiswa yang terjaring dalam razia ini.

Puluhan pasangan di luar nikah yang masih remaja terjaring di sejumlah penginapan di pusat Kota Sabang. Dalam razia yang diikuti puluhan pasukan Satpol-PP/WH dan dibantu personil Polres Sabang dan POMAL Sabang itu, sesuai Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 yang diberlakukan di Aceh sejak 23 Oktober 2015.

"Kita lakukan razia untuk meminimalisir atas imeg terhadap Sabang yang dinilai, menjadi daerah bebas Syariat Islam. Buktinya, pasangan diluar nikah (bukan muhrim) yang kita dapati, telah kita tindak sesuai Qanun Syariat Islam yang diberlakukan di provinsi Aceh”., kata Hafwan.

Ditambahkan, sebelumnya pihak Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, telah mengeluarkan himbauan dan melayangkan surat tentang ketentuan penerimaan tamu, kepada setiap hotel, penginapan, wisma dan bungalow. Dimana setiap pengusaha hotel, penginapan, wisma dan bungalow wajib mentaati dan mematuhi Syariat Islam.

Dalam surat himbauan tesebut dinyatakan bahwasanya pengusaha hotel, penginapan, wisma dan bungalow jika menyalahi atau melanggar maka, pemerintah dapat mengambil sikap dan memberi sanksi tegas, dengan cara mencabut izin usahanya. Bahkan, apabila ditemukan ada anak di bawah umur, pelakunya juga dapat  menindaklanjutinya kepada pihak berwajib dengan dasar undang-undang perlindungan anak., sebutnya.

Dijelaskan, jumlah pasangan yang terjaring razia antaranya di Wisma RA 2 pasangan, Losmen CL didapati muda-mudi tidur sekamar 2 perempuan dan 3 laki-laki yang masih remaja, Losmen Pum 2 pasangan juga masih remaja, hotel HLD 3 pasangan remaja dan penginapan AN 2 pasangan juga masih remaja. Sedangkan di hotel PJ pelakunya lolos dari razia tersebut.

Umumnya para pelaku tersebut masih remaja dan kebanyakan berstatus mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai universitas di Kota Banda Aceh. Usai ditata seluruh pelaku kejahatan Syariat Islam yang berjumlah 23 orang tersebut, diserahkan kepada Satpol-PP/WH provinsi Aceh.

Pasalnya, Satpol-PP/WH Kota Sabang belum ada petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Oleh karena itu, kasus yang melibatkan 11Pasangan dengan jumlah 12 orang laki-laki dan 11 orang perempuan itu, diserahkan penyidikannya kepada Satpol-PP/WH provinsi Aceh., jelas Hafwan Pasaribu. (Wapemred/Jalaluddin Z.Ky).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.