Senin, 16 Januari 2017

Bila Terplih jadi Walikota Sabang Priode tahun 2017 – 2022 ; Bagaimana Menjalin Hubungan Antara BPKS dan Pemerintah Kota Sabang

    1/16/2017   No comments

MOKI, Sabang-Kita tahu bahwa di Sabang mempunyai dua Lokomotif, ada Pemerintah Kota Sabang dan ada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). 

Pertanyaannya adalah, bagaimana membuat keduanya ini  bisa mempunyai hubungan kuat kedepan, sehingga betul betul menjadi teman, menjadi sahabat dan punya makna penting pembangunan Sabang kedepan.  

Menjawab pertanyaan panelis, Calon Walikota Izil Azhar mengatakan, yang pertama Pemda dan BPKS harus sama-sama punya Nawaitu (niat) untuk membangun Sabang ini bersama-sama karena Allah. 

Kalau sama-sama Nawaitu tidak ditanamkan hari ini, selalu ribut, antara Pemko dan BPKS selama beberapa tahun ini tidak cocok. Selalu penempatan orang-orang di dalam BPKS juga selalu semeraut sekali selama ini.

Insya Allah apabila terpilih nanti, kita akan menata kembali hubungan ini akan lebih baik, Sabang akan terbangun dan tertata dengan rapi, kita bermusyawarah dengan Muspida dengan DPRK. Kuncinya hanya hubungan saja yang tidak harmonis, maka terjadi rancu seperti ini, tenaga kerja asal-asalan, didalam hancur-hancuran, sehingga terjadi korupsi dimana-mana. Kami akan bekerjasama dengan Pimpinan BPKS, Dewan Kawasan Sabang yang terdiri dari Gubernur, Bupati Aceh Besar, ujar Ayah Merin.

Pertanyaan dari panelis yang dijawab oleh Calon WalikotaH.  Zulkifli H Adam adalah sebagai berikut, tentunya pengalaman saya sebagai anggota Dewan Kawas Sabang (DKS). Dan pengalaman yang dulu, apabila terjadi gontok-gontok-an antara Walikota dan Kepala BPKS tentunya ini terjadi hal yang tidak baik terhadap pembangunan perekonomian masyarakat di Kota Sabang.

Sehingga selama ini saya menjadi anggota DKS, selalu membangun komunikasi yang baik dengan BPKS, oleh karena itu keharmonisan ini harus kita jaga dengan baik. Dan kita selalu, setiap melakukan upaya untuk pembangunan kota sabang kedepan, tentunya kita terlebih dahulu harus musyawarah. Apa yang bisa dibangun oleh BPKS, apa yang bisa dibangun oleh Pemko Sabang dan apa yang kira-kira akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi, dan apa yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat.

Jadi dalam hal ini kita bangun keharmonisan, kita musyawarah sehingga tidak terjadi hal-hal yang negative sebagaimana yang pernah terjadi masa yang lalu. Kemudian kita juga sangat mengharapkan kepada BPKS, selalu kita juga menyampaikan bahwa perekrutan anggota karyawan dari BPKS itu tolong diprioritaskan anak Sabang. Jangan anak Sabang hanya jadi penonton sementara orang lain yang masuk tanpa… (habis waktu), ujar Zulkifli.

Selanjutnya, calon Walikota Sabang nomor urut 3 Nazaruddin menanggapi pertanyaan panelis mengatakan, singkronisasi antara BPKS dan Pemko Sabang menurut saya itu hanya kurang komunikasi yang baik. 

Apabila kami terpilih nanti, Walikota itu adalah anggota DKS maka, apabila komunikasi itu baik maka pembangunan itu akan terarah dan merata diseluruh Sabang.

Jadi dalam hal ini saya pikir, wewenang BPKS itu hanya berdasarkan UU nomor 31 tahun 2000, maka untuk menjalankan Undang-undang ini maka harus mempunyai singkronisasi antara Pemko Sabang dengan Pemerintah. Dalam hal ini mungkin kita bisa mengajak Kapolres, Dandim, Dan Lanal dan kita bekerjasama bagaimana cara membangun Sabang yang lebih terarah dan tepat kepada masyarakat, kata Nazaruddin. (Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.