Minggu, 29 Januari 2017

LT KPSKN PIN RI, Pemerintah di Minta Bertanggung Jawab Untuk RSUD Langsa

    1/29/2017   No comments

MOKI, Langsa-Aceh: Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendali Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia (LT KPSKN PIN RI) perwakilan Aceh Tamiang provinsi Aceh Saiful Alam.SE, minta Plt Gubernur Aceh Sudarmo, untuk segera mengambil sikap tegas atas tindakan kolusi yang perankan oleh pelaksana tugas walikota Langsa Kamaruddin Andalah yang tetap mempertahankan dr.Syarbaini M.Kes sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Permintaan ini bukan tidak beralasan mengingat hampir semua tenaga medis hengkang dari rumah sakit itu, selama dr Syarbaini M.Kes menjabat direktur, jika hal ini terus dibiarkan akan sangat di sayangkan rumah sakit ini yang seyogyanya tipe B bakal turun peringkat menjadi Tipe C, akibat banyaknya persoalan yang muncul, padahal  jelas direktur itu menerapkan sistem administrasi pungli berjamaah, juga melakukan praktek otoriter terhadap bawahan.

Hal ini terbukti dengan keluarnya sejumlah tenaga medis (dokter) dari RSUD Langsa yang merupakan kebanggaan masyarakat kota jasa ini ujar Saiful alam, SE kepada wartawan  Sabtu malam (28/1) di Langsa.

Seharusnya Syarbaini tidak perlu memberhentikan sejumlah perawat maupun tenaga medis yang mengemukakan pendapat dengan melakukan demo, pada tanggal 29-11-2106 lalu sabagai pemimpin hendaknya Syarbaini harus bijak dalam mengambil sikap, bukan main pecat pindah yang membuat rumah sakit itu sebagai warisan milik nya dengan membuat sesuka hatinya, memangnya rumah sakit itu milik pribadinya, ujar Saiful Alam dengan nada geram.

Lebih lanjut menambahkan direktur RSUD dr. Syarbaini, memiliki kelakuan yang tidak patut secara hukum yang diduga telah melakukan nikah siri dengan pegawai bawahannya dan menciptakan iklan manajemen yang buruk di rumah sakit milik pemerintah itu, para dokter dalam kondisi tertekan menjalankan tugas saat melayani pasien.

"Ini bukan asumsi atau pun opini semata, tapi bukti nyata dari hasil praktik otoriter dan manajemen pungli berjamaah yang diciptakan dr. Syarbaini selaku direktur rumah sakit, kedua bukti tersebut diantara hengkangnya Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Langsa dan dokter spesialis bedah  tulang (ortopedi) dari rumah sakit itu, padahal keduanya sangat dibutuhkan oleh pasien emergenci, tambah Saiful Alam.

Kita harapkan Plt Gubernur Aceh untuk dapat segera memerintahkan plt walikota Langsa Kamaruddin Andalah untuk segera mencopot direktru rumah sakit yang sudah nikah siri dengan cut Rita zahara anak buah nya di rumah sakit umum Langsa, ujar Saiful Alam lagi.
 
Ada isu yang berkembang sejak dua hari ini akan ada lagi dokter yang bertugas di rumah sakit itu, akan hengkang dan pindah keluar kota langsa kalau hal Ini terjadi, maka sangat di sayangkan pihak plt walikota langsa Kamaruddin Andala dan plt Gubernur Aceh harus bertanggung jawab atas hancur nya rumah sakit umum langsa. Ini sejarah baru untuk plt walikota Langsa dan plt Gubernur Aceh yang bertugas didaerah ini untuk mencari popularitas saja.

Saiful juga meminta kepada pihak penyidik Tipikor Polres Langsa yang sedang melakukan penyidikan beberapa kasus rumah sakit umum Langsa agar transparan dan umumkan kepada publik, dan begitu juga pihak Inspektorat yang juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap rumah sakit  atas perintah plt walikota kota Langsa agar transparan dalam kasus ini, jangan ada neko neko masyarakat kota Langsa menunggu hasilnya dan kita akan pantau kalau ada yang salah mengambil kesimpulan dan main main dalam kasus ini kita akan beberkan nanti ke Jakarta.

Karana kita sudah memperoleh data terhadap kasus yang terjadi di rumah sakit umum Langsa, pungkas Saiful Alam menutup keterangan kepada warwatawan.(rd)



Kang Aris

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.