Selasa, 31 Januari 2017

Pasangan RK - Embay Serang WH-Andika

    1/31/2017   No comments

MOKI, JAKARTA – Debat putaran kedua pasangan calon (paslon) cagub-cawagub Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief (Rano-Embay), berlangsung lebih panas dibandingkan debat pertama. Kedua paslon memanfaatkan kelemahan pasangan lawan untuk tampil lebih unggul dalam debat publik yang digelar di gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (29/1) sore kemarin. 

Satu jam sebelum debat public dimulai, hujan sempat turun di sekitar lokasi adu visi misi dan program peserta Pilgub Banten. Beruntung, kedua paslon sudah tiba di lokasi. Sementara, ratusan pendukung kedua paslon tetap antusias ‎memenuhi lokasi debat meskipun tidak semuanya bias masuk kedalam gedung tempat debat digelar. Kericuhan sempat terjadi saat beberapa pendukung nomor dua menyanyikan yel-yel sambil membawa atribut berupa leaflet. 

Pendukung nomor satu tidak terima karena sesuai aturan debat, pendukung paslon tidak diperbolehkan membawa atribut apa pun kecuali yang menempel di badan. Ketegangan berhasil diredam setelah KPU dan perwakilan tim pemenangan nomor satu dan dua sepakat untuk mematuhi tata tertib debat dan menertibkan pendukungnya masing-masing. Setelah kondusif, moderator mempersilakan Ketua KPU Banten Agus Supriyatna menyampaikan sambutannya sebelum tim pakar menyerahkan pertanyaan kepada moderator sesuai tema debat kedua tentang upaya memajukan dan menyelesaikan masalah di Banten dalam empathal, demokrasi, hukum, good governance dan pemberantasan narkoba. Setelah menerima amplop yang berisi pertanyaan dari tim pakar,

Dwi Anggia ‎kemudian membacakan profil kedua paslon yang akan berdebat. “Debat kedua berlangsung dalam enam segmen. Segmen pertama dimulai dengan penyampaian visi misi dan program masing-masing paslon, dimulai dari paslon nomor satu,” kata Anggia sebelum m‎embuka segmen pertama. Usai dipersilakan moderator, Wahidin yang diberikan kesempatan pertama langsung menyampaikan visi misi dan program kerjanya sambil berdiri.

“Demokrasi dimulai dari desa,” kata Wahidin memulai paparannya. Selanjutnya, giliran Rano Karno yang memaparkan visi misi dan program kerjanya.“Tempat ini sangat bersejarah, Usmar Ismail adalah seniman besar yang bernaung di bawah NU,” ungkap Rano sebelum menyampaikan visi misinya. Usai kedua paslon menyampaikan visi misinya, moderator meminta paslon nomor satu memberikan tanggapan tentang visi misi dan program kerja nomor dua.Bukannya menyampaikan tanggapan, Wahidin justru memberikan pertanyaan pada paslon nomor dua. ‎

Moderator pun langsung mengingatkan Wahidin untuk menyampaikan tanggapan bukan memberikan pertanyaan. Sontak suasana debat kembali riuh, pendukung nomor dua langsung merespons apa yang dilakukan Wahidin. Sadar dengan situasi yang kurang menguntungkan, Andika langsung memberikan tanggapan terkait program kerja paslon nomor dua. Seperti memanfaatkan kelengahan paslon nomor satu, Rano pun langsung memanfaatkan situasi setelah dipersilakan moderator memberikan tanggapan. “‎Saya makin bingung, Pak WH malah memberikan pertanyaan sebelum waktunya,” kata Rano sambil senyum mengakhiri debat segmen pertama. 

Masuk segmen kedua, moderator menyampaikan pertanyaan yang disusun tim pakar. Pertanyaan untuk cagub terkait kebijakan, sementara untuk cawagub terkait kesenjangan pembangunan Banten Utara dan Selatan. Rano yang mendapat kesempatan pertama menjawab soal kebijakan pemprov memaparkan soal implementasi janji politik yang bukan sekedar retorika untuk menarik simpati masyarakat.“Janji harus dibuktikan. 

Kita akan membangun infrastruktur, misalnya, Alhamdulillah infrastruktur di Provinsi Banten tinggal 20 persen lagi. Dari total 758 kilometer. Dalam waktu dua tahun lagi, akan selesai semuanya,” kata Rano sambil duduk. Kami tidak berani janji yang  tidak sanggup kami lakukan. Kami berjanji apa yang sudah kami kerjakan,” sambung Rano. Sementara itu, Wahidin sambil berdiri menjawab pertanyaan moderator dengan menyambungkan jawaban Rano. Janji boleh, tapi bias dibuktikan. Saya berjanji untuk membangun sekolah dan saya buktikan. 

Ketika dipillih oleh masyarakat, kita harus bias menjawab harapan masyarakat‎,”tegas Wahidin. Sementara itu, Andika menjawab soal kesenjangan yang terjadi antara Banten Utara dan Selatan. Saya memiliki gagasan dengan Pak Wahidin, dengan melakukan koordinasi  yang baik antara Pemprov dan kabupaten kota terkait perencanaan pembangunan.  Kami berdua akan memperkuat tatanan sistemnya. Tentu saja dengan melibatkan partisipasi publik, membuka akses terkait anggaran pembangunan melalui e-budgeting dan e-planning. Dengan begitu, pemerataan pembangunan bias dilakukan di Provinsi Banten,” tuturAndika.

Sementaraitu, Embay menjawab persoalan kesenjangan Banten Utara dan Selatan dengan lugas. Menurutnya, sejak Rano memimpin Banten dalam 1,5 tahun, pembangunan jalan di Banten Selatan sangat pesat. Jalan dari Saketi-Malingping sudah selesai dibangun.“Dulu ke Selatan waktu tempuhnya bias enam hingga tujuh jam, sekarang bias ditempuh dalam dua jam,” katanya. 

Debat mulai memanas memasuki segmen ketiga, di mana pertanyaan moderator tentang pencegahan korupsi di Banten. Wahidin kembali mendapat sorotan dari pendukung nomor dua saat memaparkan soal komitmennya memberantas korupsi di Banten. Menurut Wahidin, korupsi harus diberantas mulai dari pemimpinnya.“Korupsi itu kayak penyakit kurap, kami bertekad untuk memberantas korupsi di Banten. Selama ada moralitas dari pemimpin, korupsi bias dicegah,” kata WH yang mendapat sambutan kurang baik dari pendukung nomor dua. Anda enggak percaya? Berarti Anda tidak mendukung pemberantasan korupsi,” timpal WH merespons sikap pendukung nomor dua.

Sementara itu, Rano dengan percaya diri memaparkan dengan lebih santai soal pencegahan korupsi.“‎Kalau ini harus saya jawab, saya telah mengundang KPK untuk membantu kami memberantas korupsi di Banten. Bukan hanya korupsi, tapi juga verifikasi asset dan administrasi.‎ 

Sejak 2013, Banten binaan KPK.‎ KPK bahkan berkantor di Provinsi Banten. Alhamdulillah, 2015 Banten bangkit dari disclaimer jadi WDP dari BPK,” jelasnya. Tidak mau kalah dengan isu korupsi, WH menyerang balik Rano saat pertanyaan moderator tentang pemberantasan narkoba.‎ Anti narkoba harus ada pada diri kita, keluarga dan masyarakat.‎ Narkoba sudah jadi komoditas. Aturan harus ditegakkan. Jangan pandang bulu apakah anak siapa itu, harus ditindak,” sindir WH. Soal narkoba, Embay yang menyampaikan jawaban.‎ “Banten darurat korupsi dan narkoba. Ada bandar, pengedar, dan korban. Bandar dan pengedar saya setuju ditembak mati, tapi ‎korban harus direhabilitasi,” jelasnya.(Dahlan )

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.