Jumat, 06 Januari 2017

Pemko dan Tokoh Ulama Sepakat Tutup Sabang Hill Hotel

    1/06/2017   No comments

MOKI, Sabang---Pada Jumat (06/01/17) pukul 09.00 Wib bertempat di Aula Mapolres Sabang, dilaksanakan rapat menyangkut keberadaan Sabang Hill Hotel, karena diduga kerap melakukan kegiatan yang melanggar Syariat Islam. Dalam rapat tersebut disepakati Pemko, Tokoh Ulama dan masyarakat sepakat Hotel tersebut dicabut izinnya dan ditutup.

Rapat yang dipimpin Kapolres Sabang AKBP Slamet Wahyudi,SIK,M.H, dihadiri ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang Tgk.Yakob Saleh,SH, Tgk.Bahar (Pengurus MPU), Walikota Sabang yang diwakili Asisten I Sayuti,SH, kepala kantor KP2TSP Faisal, Kajari diwakili Kasidatun Mawardi,SH, ketua PWI Sabang Hendra Hamndayan beserta sejumlah wartawan, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan Keuchik Gampong (Desa) Kuta Barat serta seluruh perwira Polres Sabang.

Dalam rapat yang berjalan alot itu, awalnya pihak Polres Sabang menerangkan kronologis atas tindakan razia Operasi Rencong, yang dilaksanakan pada malam pergantian Tahun Baru 2017 lalu. Dimana pada razia yang didukung Satpol-PP/WH Kota Sabang, Polisi Militer (POM) dari kesatuan TNI-AD dan TNI-AL, membubarkan kegiatan hiburan Disc Jokey (DJ) yang dinilai melanggar Syariat Islam.

Kapolres AKBP Slamet Wahyudi, SIK, M.H, menerangkan kronologis pada saat membubarkan kegiatan DJ di Sabang Hill Hotel. Pihaknya pada hari Minngu tanggal 01 Januari 2017 sekira pukul 00.15 Wib, Polres Sabang melaksanakan razia gabungan dalam rangka mengamankan malam tahun baru.

Razia tersebut merupakan "Operasi Rencong 2016" terhadap Penginapan dan Hotel-Hotel yang ada di kota sabang. Dan selanjutnya tim merazia Hotel Sabang Hill yang beralamat di jalan Iskandar Muda Jurong Kebun Merica Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya Sabang, dengan pengelola Hotel yaitu saudara T. Indra Yoesdiansyah alias Popon.

Saat tiba di Sabang Hill Hotel, tim gabungan menemukan antara lain 4 kaleng minuman keras (Khamar) jenis Bir Bintang, dalam kondisi masih tertutup yang ditemukan petugas disimpan dibawah meja ruang loby Hotel. Kemudian juga ditemukan 2 kaleng kosong (bekas minuman) jenuis Bir Bintang diatas meja aula Hotel yang dijadikan sebagai tempat DJ.

Selanjutnya tim menemukan 1 botol kosong minuman keras merek Anggur Merah, yang disimpan dibalik tirai atau gorden tempat yang dijadikan sebagai ruangan DJ. Tim juga menemukan 3 buah gelas warna putih polos yang didalamnya berisi sisa minuman keras, gelas tersebut berada diatas meja ruangan yang digunakan pengelola Hotel sebagai tempat DJ.

Dari hasil razia tersebut, petugas kepolisian menemukan 9 orang perempuan yang diduga ikut dalam kegiatan hiburan malam yaitu Disc Jokey. Sebagai pelengkap berita acara, Polres Sabang memiliki sejumlah foto baik saat kegiatan DJ di malam Tahun Baru dan juga ketika dilakukan razia menemukan beberapa botol minuman dan 9 orang perempuan muda, terang Kapolres.

Sementara itu usai menyaksikan dan mendengar penjelasan Kapolres, ketua MPU Sabang Tgk. Yakob Saleh, SH sepakat mencabut izin dari pengelola sekaligus menutup Sabang Hill Hotel. Bahkan Tgk Bahar, yang juga pengurus MPU lebih tegas lagi dia minta pengelola diproses secara hukum dan izin Hotel dicabut selanjutnya ditutup, kalau tidak biar rakyat yang beraksi

Menurut Tgk.Bahar, persoalan maksiat yang kerap dilakukan di Sabang Hill Hotel bukan lagi rahasia umum, bahkan sudah menjadi pembicaraan masyarakat sehari-hari. Namun, anehnya kenapa Pemerintah Kota (Pemko) Sabang masih membiarkan hal itu berjalan dan sudah bertahun-tahun.

Masyarakat begitu mengetahui sudah dilakukan penindakan oleh Polres Sabang, memberi apresiasi dan terima kasih kepada Kaplres Sabang, yang telah menindak dugaan maksiat di Sabang Hill Hotel itu., kata Tgk. Bahar.

Kepala KTSP Kota Sabang Faisal juga menjelaskan bahwa, persoalan terjadi bukan baru sekarang ini tetapi sudah berlarut-larut. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas teguran biasa, tanpa ada penegasan yang positif sehingga pengelola menjadi manja.

Padahal Hotel tersebut merupakan aset daerah yaitu milik Pemko Sabang, yang dikontrakkan kepada istri saudara Indra Yoesdiansyah Alias Popon dengan masa kontrak berakhir pada bulan Juli 2016 lalu. Yang bersangkutan sudah tidak punya hak mengelola Hotel Sabang Hill itu lagi, ujarnya pula.

Untuk itu, guna mengembalikan asset milik Pemerintah Daerah tersebut kepada pemiliknya, maka pihak Pemko Sabang segera mengeluarkan surat pemutusan kontrak sekaligus mengambil kunci, agar persoalan itu selesai.

"Kita semua sudah sepakat untuk dicabut izin, sekaligus menutup kegiatannya, jadi apalagi yang ditakutkan dan ditunggu-tunggu".,tegasnya.  

Salah tokoh pemuda yang juga tokoh agama Munawir dengan gamblang menyatakan, apa yang terjadi di Hotel Sabang Hill Itu, merupakan perbuatan maksiat yang harus ditindak dengan tegas terhadap pelakuknya. Dia meminta kepada penegak hukum agar tidak perlu takut untuk menindak karena masyarakat akan mendukung.

"Apa yang dilakukan Polres Sabang kita sebagai umat muslim seharusnya berterima kasih bukan menutup-nutupi. Pengelolanya kok berani sekali melakukan kegiatan maksiat, sedangkan kontraknya sudah habis, dan masyarakat Sabang akan selalu ada dibelakang Polisi untuk menumpaskan masiat",ucapnya.(Wapemred/Jalaluddin Z.Ky)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.