Sabtu, 14 Januari 2017

Statemen TA Khalid Menjurus Makar

    1/14/2017   No comments

MOKI,Aceh Selatan-Statemen Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5, TA Khalid ketika menyampaikan orasi di Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan beberapa waktu lalu bisa tergolong tindakan makar.

Pasalnya, dalam orasi dihadapan seribuan masyarakat pendukungnya, TA Khalid menyampaikan bahwa Indonesia sudah 71 tahun merdeka dan Aceh baru 10 tahun merdeka. Karenanya bila dirinya bersama cagub Muzakir Manaf memimpin kelak maka Aceh akan merdeka dari Republik Indonesia.

"Indonesia Merdeka sudah 71 tahun dan Aceh baru merdeka sepuluh tahun dan apabila kepemimpinan kami nanti Nanggroe Aceh harus merdeka dari Republik Indonesia," hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Forum Anak Bangsa, Alfata, melalui press relissnya,Kamis (12/1/2017) yang mengutip pernyataan TA Khalid di Aceh Selatan.

Pernyataan tersebut, menurut mantan kombatan GAM Wilayah Aceh Tamiang, yang di duga orasi kampanye TA Khalid sudah tergolong perbuatan makar hendak memisahkan diri dari NKRI. Merupakan Bentuk provokasi yang cenderung beraroma makar," sebut dia

Selain itu, TA Khalid juga menyampaikan MoU Helsinki merupakan perjanjian damai darah perjuang dalam memberikan kemerdekaan untuk rakyat Aceh dimasa mendatang.

Nah, Lanjut Alfata lagi, statemen seperti ini, menandakan sangat tendensius dan sungguh provokatif bisa mencederai semangat perdamaian Aceh yang telah dirajut harmonis di tengah masyarakat selama ini.

Parahnya, tambah dia, TA Khalid menyatakan bahwa Indonesia dan Aceh sudah mempunyai kesepakatan untuk memerdekaan Aceh dalam bingkai NKRI.

Selain itu, disebutkannya, TA Khalid juga menyampaikan jabatan gubernur adalah jabatan politik antara kabupaten/kota dengan provinsi maka dari itu, pilihlah Mualem agar dapat menyelesaikan permasalahan yang belum selesai agar marwah bangsa dapat terpenuhi yaitu pisah dari NKRI.

"Pernyataan ini sangat berbahaya. Bila tidak disikapi bisa menjadi bumerang bagi kelangsungan perdamaian di Aceh dan tentunya memperkeruh suasana Pilkada damai 2017, yang sebentar lagi rakyat akan akan memilih pemimpin sesuai hati nuraninya" Kata Alfata.

Ia menilai, TA Khalid tidak semestinya berujar dalam orasi politiknya tentang kemerdekaan Aceh jika sedang berkampanye. Jangan kemudian, secara masif menjadikan perjuangan Aceh sebagai konsumsi Pilkada.

"Pilkada harus dilakukan dengan politik bersih dan Damai, tidak menjurus perbuatan melanggar hukum negara terlebih sampai tindakan makar," pinta Alfata.(redaksi).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.