Senin, 16 Januari 2017

Tantangan Calon Walikota Sabang Bila Terpilih Mengenai ; Masalah Sosial Budaya (Kearifan Lokal)

    1/16/2017   No comments

MOKI, Sabang-Panelis Teuku Kemal Fasya, ketiga pasangan kesemuanya bebicara mengenai aspek Ekonomi dan Wisata dan tidak ada yang membicarakan mengenai Sosial Budaya. Padahal kearamah tamahan dan kedamaian itu telah terganggu dan fenomena membenci wisatawan asing. 

Pertanyaannya adalah, pendekatan kearifan lokal apa dan pendekatan kebudayaan apa yang akan dilalukan untuk membangun hospitality dan keramah tamahan itu, Tanya Teuku Kamal.  

Anwar SE Calon Wakil Walikota Sabang nomor urut 1 menjawab pertanyaan panelis, sebagaimana diketahui bahwa kami dari jalur Independen adalah jalur bersatu tanpa kubu. Jadi kita harus menunjukkan kebersamaan bahwa kita dengan akhlak yang baik dengan tata cara yang baik, adapun tentang kearifan local tentang mengorbitkan budaya dari 19 Destinasi akan meningkatkan taraf hidup dan kebudayaan.

Begitu juga tentang kesehatan kita akan buat rumah sakit, hari ini akan ditanya siapa yang bagus rumah sakitnya. Jadi tidak akan jadi masalah karena kita akan bangun tiga rumah sakit, rumah sakit lama, rumah sakit baru dan rumah saki wisata. jadi kalau ditanya rumah sakit mana yang bagus maka orang sudah ada pilihan.

Kemudian untuk aspek social dan kemasyarakatan, kita akan titik tekankan, yang pertama semua ulama menjadi ulama public bukan menjadi ulama kelompok, Independen ini adalah milik seluruh masyarakat Sabang bukan milik perseorangan sesuai dengan slogan bersatu tanpa kubu, ujar Anwar.

H. Zulkifli H Adam Calon nomor urut 2 menjawab panelis dan mengatakan, untuk membangun daerah ini harus diawali dari pemimpin. Saya jadi pemimpin dan selama ini yang saya lakukan adalah, setiap ada tamu dari Kementrian, dari DPR RI, Kadin Pusat dan dari manapun tamu. 

Kita selalu membawa tamu kemana saja yang diinginkannya, dan saya menjadi Guide selama ini dan bagaimanabisa dirasakan oleh orang luar bahwa tingkat Pemimpin masyarakat Sabang ini penuh keramah tamahan. Masyarakat Sabang ini perlu kita ketahui bahwa, masyarakat Sabang ini sangat heterogen, baik orang China, orang Batak, orang Jawa, Padang, Aceh, ini bercampur baur dengan penuh kekompakan.

Jadi oleh karenanya, keramah tamahan potensi yang dimiliki oleh Kota Sabang ini dengan masyarakatnya yang ramah tamah, sangat santun ini bisa kita bangun sehingga masyarakat luar apabila masuk ke Sabang merasa teristimewa sekali dengan keramah tamahan, dengan ajakan yang luar biasa, dengan pelayanan yang diberikan luar biasa sehingga masyarakat luar yang berkunjung ke Sabang merasakan aman dan nyaman.

Contoh kita lihat, kami membawa teman-teman dari Kadin Pusat, setelah datang ke Sabang pertama merasa bahwa di Sabang ini tidak aman. Tetapi begitu sampai ke Sabang ternyata Sabang ini sangat aman, sangat nyaman dan sangat harmonis, tukas H. Zulkifli.

Calon Walikota dari nomor urut 3 Nazaruddin menjawab petanyaan panelis, pendekatan kearifan local saya pikirkan kita punya budaya, punya adat, yang kita lihat sekarang di Sabang ini kan ada kenduri laut. Kenapa tidak bungkus menjadi kenduri laut yang bernuansa Islami, misalnya Pemerintah member anggaran kepada secretariat Panglima Laut, agar membuat kenduri laut itu hanya satu kali dalam setahun.

Maka kita undang dari Provinsi – Provinsi lain untuk datang ke Sabang beramai-ramai, karena kita daerah tujuan wisata maka akan kita bungkus secara Islami karena kita daerah Syariat Islam. 

Kemudian begitu juga dengan Maulid Nabi, kita bungkus, kita coba aplikasi dan kita tunjukkan kepada dunia luar bahwa Mulid Nabi hanya ada di Aceh mungkin di daerah lain seperti Thailand dan daerah lainnya tidak ada jadi mereka bisa lihat di Sabang, pungkas Nazaruddin. (Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.