Sabtu, 25 Februari 2017

Di Duga Pelecehan Sexual, Keluarga Pasien Laporkan Oknum Perawat RSUD Langsa Ke Polisi

    2/25/2017   No comments

MOKI, Langsa-Aceh. Salah seorang keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, melaporkan salah seorang paramedis/ perawat  yang bertugas di ruangan ICU berinisial KA. (nama panggilan). yang diduga berbuat cabul terhadap salah seorang pasien warga kabupaten Aceh Timur.

Korban ( sebutkan saja bunga) merupakan salah seorang  pasien yang masuk ke ruang ICU pada Sabtu Malam (18/2/2017) sekitar pukul 20:00 WIB dengan diagnosa penyakit kejang kejang (Epilepsi).

Berdasarkan laporan Polisi dengan Surat Keterangan Tanda Bukti Lapor No: SKTBL /42 / II / 2017 / Aceh / Res Langsa, yang dilaporkan pihak keluarga pasien EKA di sebutkan pada Rabu (22/2) dini hari sekira pukul 03:30 WIB "KA" yang di duga melakukan perbuatan cabul terhadap salah seorang pasien saat korban terlelap tidur.

Sementara terkait issu pelecehan tersebut, juga di sampaikan Fahkrurrazi Lc, M.H.I, dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa, yang dilansir lewat media, Sabtu (24/2/2017). Mengecam keras prilaku oknum para medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa yang di duga telah berbuat cabul terhadap pasien di ruangan ICU rumah sakit umum daerah.

Menurut Fahkrurrazi lagi, perbuatan yang di duga dilakukan oknum perawat sangat meresahkan warga masyarakat,' kita minta kepada pihak penegak hukum agar segera mungkin memeriksa pelaku, kita takutkan perbuatannya akan terulang terhadap pasien lainnya "Pungkasnya

Terkait hal tersebut, laporan pihak keluarga pasien ke Polres Langsa, Pihak Humas RSUD Langsa, Helmiza Fahri menjelaskan kepada Kabar Investigasi.Com. Sabtu (24/2/2017) bahwa kejadian dugaan pelecehan seksual oleh oknum perawat RSUD Langsa terhadap pasien, itu tidak benar hanya kesalahan pemahaman saja.

Pasien berinisial WA, (sebut saja bunga). Yang mengidap penyakit Epilepsi sebelumnya dirawat di ruang ICU, bahkan sekarang ini pihak RSUD Langsa telah memindahkan WA keruangan kelas 3 khusus wanita.

"Kronologis sebenarnya saat itu oknum perawat berinisial, KA sedang membetulkan selang oksigen yang diduga oleh pasien, sekira pukul 03.20 WIB, Tanggal 22/2/2017. Sambil memanggil manggil nama pasien dan menanyakan apakah sudah terasa oksigen tersebut, tanya perawat?.

Pada saat yang sama oknum perawat melihat kabel elektroda pasien tercabut dan digaruk garuk pasien. Melihat hal itu perawat mengambil kabel tersebut dengan tangan kiri dan meletakannya diposisi yang seharusya karena tangan kanan memegang selang oksigen yang diposisikan di hidung pasien. pasien dalam kondisi sadar karena menggumam saat dipanggil." Ujar Humas RSUD setempat.  

Lanjut Helmiza Fahri lagi, ketika elektroda diletakan pada pasien tiba tiba mencekal tangan oknum perawat dan menjerit sambil memaki maki. Mungkin bertepatan kejadian itu kondisi pasien mulai kambuh epilepsinya, lalu oknum perawat spontanitas mengambil tindakan medis.

Laporan keluarga pasien ke pihak Polres Langsa, atas tindakan yang dilakukan perawat juga dilihat oleh pasien dan keluarga lainya saat diruangan ICU karena posisi tirai terbuka dan sebelumnya oknum perawat juga melakukan pengecekan terhadap pasien lainya di ruangan yang sama.

Menurut Humas RSUD Langsa, atas tuduhan yang dilaporkan pihak keluarga pasien itu tidaklah benar, di duga menuding oknum perawat KA melakukan pelecehan sexual terhadap pasien, tuduhan itu tidaklah benar.

Pagi itu selasa sekira pukul 7.30 WIB, oknum perawat mengecek urien pasien. Untuk memastikan cairan yang masuk dan keluar. pasien juga dalam keadaan kondisi terjaga.

Petugas media, yakni oknum Perawat meraba tilam yang berada dibawah paha pasien untuk memastikan basah atau kering. Karena kering, lalu perawat menekan blas pasien dengan posisi baju menutup lokasi blas.

Karena juga kosong lalu perawat meminta keluarga (ibu dari pasien) untuk melihat apakah pempes pasien basah atau kering. Jadi perawat tidak ada membuka atau memegang apapun. tindakan ini juga disaksikan oleh keluarga pasien yang saat itu berada dirungan tersebut, juga disaksikan oleh pasien lainnya. " Ujar Helmiza Fahri.

Apa yang dilakukan perawat sesuai tugas dan tanggungjawabnya sebagai perawat medis. Terkait hal itu tidak ada unsur pelecehan. Ini hanya masalah salah penilaian saja, sehingga menimbulkan kesalah pahaman dari keluarga pasien bahkan dinilai terjadi miskomunikasi saja.
Begitu juga pihak Rumah Sakit Umum setempat, antara kedua belah pihak sudah bertemu dengan keluarga pasien (ibu dari pasien-red) hal dimaksud tidak ada masalah lagi. Sekarang pihak RSUD Langsa juga mengarahkan lebih fokus lagi  demi kesembuhan pasien agar mendapatakan perawatan media lebih lebih baik dan cepat, kami atas nama jajaran RSUD sangat berkeinginan  agar pihak keluarganya pasien dapat merasakan kenyamanan demi kesembuhan semua keluarga pasien yang dirawat disini." Demikian penjelasan Humas RSUD Langsa.(B.29).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.