Minggu, 05 Februari 2017

Pilihlah Pemimpin Yang Nawaitu nya Baik, Bukan Karena Napsu

    2/05/2017   No comments

MOKI, Sabang-Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sabang priode tahun 2017 – 2022 dari jalur Independen bernomor urut  1, Izil Azhar – Anwar SE, melaksanakan Kampanye Akbar di Stadion Sabang Merauke Gampong Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Kota Sabang, Sabtu (04/02-17) sore. Kampanye Akbar yang dihadiri oleh ribuan para pendukung Izil Azhar alias Ayah Merin berjalan dengan sukses, dan acara kampanye tersebut diawali dengan membacakan syalawat Nabi bersama dengan masa pendukungnya.

Dengan menghadirkan juru kampanye yang pernah sukses menjabat sebagai Walikota Sabang, Munawar Liza Zainal, disambut meriah oleh masa pendukung Ayah Merin – Anwar (Aman). Dan Munawar pada kampanye itu mengatakan, jangan percaya dengan janji-janji yang dijanjikan oleh Paslon lainnya sebab janji yang seperti dijanjikannya tidak pernah ada karena dia tidak memilikinya, uja Munawar  Liza Zainal.

Sementara itu, calon Wakil Walikota Sabang Anwar SE pada orasinya mengatakan, apabila paslon Walikota AMAN dari jalur Independen menang maka, para karyawan dari Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) akan diupayakan 90 % karyawannya dari Putra Sabang. Seperti kita ketahui selama ini bahwa para karyawan yang asal Putra Daerah Sabang tidak ada 10 % yang bekerja di BPKS, dan merekapun hanya sebagai staf biasa saja, tidak ada yang menjadi pejabat penting, ujarnya.

Dikatakannya, Sabang ini merupakan Indonesia Terdepan dan Indonesia Terluar, oleh karena itu kita harus ada ketahanan Agama, ketahanan Pendidikan, ketahanan Intelektual serta ketahan Sepiritual dan Ekonomi. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa apabila Ayah Merin menang pada Pilkada mendatang maka biaya pendidikan tidak aka nada, hal itu tidaklah benar dan jangan percaya dengan isyu-isyu tersebut.

Biaya Pendidikan siswa/i SD, SMP dan SMA yang telah berjalan akan dipertahankan oleh Ayah Merin, dan bahkan biaya pendidikan yang selama ini hanya dua juta rupiah akan ditambahkan menjadi tiga juta rupiah per siswa/i. Apakah biaya pendidikan untuk para pelajar itu uang Ayah Merin..?, tidak sama sekali karena dana pendidikan itu sudah menjadi jatah kita warga Sabang, sebagai ketahanan ekonomi daerah wilayah perbatasan terpencil dan terluar bagian dari Republic Indonesia, tegas Anwar.

Calon Walikota Sabang Izil Azhar (Ayah Merin) pada kampanyenya mengatakan, saya ingin menceritakan beberapa kisah tentang pencalonan saya bahwa hari ini Ayah Merin mencalonkan diri menjadi Walikota. Padahal selama ini hanya mendukung para calon Walikota dan Wakil Walikota, mengapa tidak dari dulu saja mencalonkan diri dan kalau hal itu saya lakukan mungkin sudah dua priode menjadi Walikota Sabang, ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa, setahun yang lalu telah mencalonkan diri dari jalur Partai dan semua Partai sudah saya temui, namun semua Partai yang saya jumpai tidak ada yang setuju. Akhirnya saya mencalonkan diri dari Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Aceh, namun Partai P3 mempunyai dua kubu yaitu Yan Fariz dan kubu Romi. Akhirnya Jakarta memerintahkan untuk membatalkan kubu Romi dan saya gugur naik dari jalur Partai.

Kemudian saya naik dari jalur Independen bersama dengan Anwar SE, padahal Saya dan Anwar merupakan calon Walikota dari jalur Partai dan Perseorangan. Dari jalur Independen calon Wakil Walikota mengundurkan diri dan terancam gugur seperti saya. Selanjutnya kami bersepakat untuk mencalonkan diri bersama-sama dari jalur Independen dan sdr. Anwar meminta kepada saya agar menjadi calon Walikota dan dia sebagai Wakil Walikota, ungkap Ayah Merin.

Sebelum mencalonkan diri, terlebih dahulu saya mendatangi beberapa orang tokoh ulama yang ada di Aceh untuk memberitahukan bahwa akan mencalonkan diri dan meminta saran dan anjuran serta nasihat mereka tentang pencalonan tersebut. Para tokoh ulama yang saya temui menyarankan kepada saya bahwa ada tiga perkara untuk memajukan Kota Sabang. Berantas maksiat yang ada di Kota Sabang karena telah terlampau tinggi tingkat perbuatan maksiat tersebut, dan untuk beribadah saja telah dilarang. 

Ulama Aceh berpesan kepada saya, hai Ayah Merin… katakan kepada warga Sabang amanah kami apabila ingin memajukan Kota Sabang. yang pertama yaitu hendaknya selalu menegakkan sholat 5 waktu sebab, warga Sabang yang ada sekarang ini sudah tidak lagi menegakkan sholat sebagimana yang diajarkan oleh Agama Islam karena telah lalai. Apabila warga Sabang sudah tidak lagi meninggalkan sholat 5 waktu maka Kota Sabang pasti akan maju, ujar Izil Azhar.

Yang kedua, saya disuruh berziarah ke makan " Keramat 44 " yang ada di Sabang, dan saya bersama-sama dengan rekan-rekan pergi melakukan ziarah ke makam keramat yang jumlahnya 44 orang Aulia. Ziarah kemakam keramat yang selama ini saya lakukan, sudah berjumlah 22 makam keramat. Dan Insya Allah, setelah selesai Pilkada nanti maka kekurangan jumlah keramat yang akan saya Ziarahi, akan dIlanjutkan dan dicari dimana keberadaan lokasi makam keramat yang lainnya.

Saya akan berkoordinasi dengan para ulama-ulama Aceh untuk mengetahui dimana saja makam-makam keramat yang ada di Sabang. Pada Visi dan Misi saya, ada program wisata yang Islami seperti makam keramat yang keberadaanya di belakang Mapolres Sabang, dan ini akan menjadi salah satu tujuan wisata Isalami.

Selanjutnya arahan yang ketiga adalah, perhatikan para anak Yatim/piatu yang selama ini tidak diperhatikan. Oleh karenanya maka Kota Sabang tidak akan maju bila para anak yatim mendapat kesusahan, karena itu terjadilah kubu-kubu dimasyarakat. Hal ini dapat kita lihat di Pemerintahan sekarang ini, mutasi para pejabat terjadi dalam satu tahun  berulang-ulang, sehingga terkesan ada Gap diantara para PNS dan timbul saling menjelekkan untuk meraih kedudukan, tukas Ayah Merin.

Harapan saya, ketiga calon Walikota ini adalah sama, dan kami berteman dari sejak adanya GAM. Ketika saya memimpin Partai Aceh, mereka saya besarkan untuk menjadi anggota DPRK dari Partai Aceh, kemudian mereka mencalonkan diri menjadi Calon Walikota dan Wakil Walikota dari Partai Aceh. Oleh karena itu, pilihlah Siapa yang terbaik yang akan memimpin Kota Sabang ini dengan Nawaitu (niat) yang baik, bukan memilih pemimpin dengan uang dan Napsu.

Jadilah Walikota - Walikota orang Sabang, bukan jadi Walikota kelompok, bukan jadi Walikota Kerajaan. Yang akan jadi pemenang dalam Pemilukada kali ini, bukan karena orang ramai dan banyak ketika dia melakukan orasi dan bukan karna banyaknya mobil, juga bukan karena setiap pertemuan memotong sapi. Kalau bukan karena kehendak Allah maka kemenangan itu tidak akan ada, uang bukanlah segala-galanya untuk memenangkan Pemilukada pada 14 Februari mendatang, pungkas Izil Azhar atau Ayah Merin. (Tiopan. AP)


Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.