Selasa, 07 Februari 2017

Laskar Merah Putih Cabang Grobogan Meminta Pertanggungjawaban Pihak Adira

    2/07/2017   No comments

MOKI, GROBOGAN - Belakangan masyarakat diresahkan dengan banyaknya kasus pemaksaan dan penganiayaan oleh debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet. bahwa pihak leasing tidak boleh mengambil motor, mobil maupun rumah apabilan konsumen mengalami telat atau gagal membayar kredit. Kasus penarikan secara paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh debt collector bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Masalahnya, kasus tersebut masih kerap terjadi di Kabupaten Grobogan Serta di Kabupaten Kabupaten yang lainnya.

Penarikan atau perampasan motor kreditan tidak hanya terjadi di rumah-rumah nasabah. dan tidak jarang debt collector bertindak sebagai pelaku kejahatan laksana “begal” yang merampas kendaraan kredit saat dikendarai nasabah di jalanan. Akibatnya, tidak salah bila korban meneriaki “perampok” Maling, terhadap debt collector yang kerap bertindak kasar melakukan perampasan setelah menyetop korban saat mengendarai motor atau mobil di jalan bebas.

Seperti Korban Eka Pipit warga Desa sedadi, Kecamatan Penawangan yang diberhentikan oleh Debt Collector di jalan antara Simpang Lima ke arah Danyang, dan waktu seketika itu diambil kontak kendaraannya tanpa harus bicara secara baik baik dulu atau dibicarakan secara kekeluargaan, sikap kerja dari debt collector bisa membuat masyarakat antipati terhadap perusahaan pembiayaan yang berbentuk apapun apakah pembiayaan tentang kredit rumah, eletronik ataupun kredit mobil.

Korban debt collector yang utusan dari PT Adira Kantor Cabang Purwodadi melaporkan kejadian perampasan motor di jalan ke Laskar Merah Putih cabang Grobogan dan langsung ditindak lanjuti dengan mengadakan klarifikasi ke PT Adira Kantor Cabang Purwodadi untuk menanyakan kejadian perampasan motor tersebut, dengan membawa beberapa anggotanya laskar untuk menemui Kepala PT Adira Kantor Cabang Purwodadi.

Ketua Markas Cabang LMP Kabupaten Grobogan Adi Prayitno Selasa ( 7/2/2017 ) mengatakan " Terhadap pembiayaan  PT Adira Kantor Cabang Purwodadi untuk bertanggung jawab atas perampasan motor dijalan yang dilakukan oleh debt collectornya, Laskar Merah Putih tujuannya silaturohmi dan meminta klarifikasi kasus ini dan ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak penegak hukum agar lebih sering menertibkan debt collector yang nakal," katanya.

" sepak terjang debt collector sudah menjadikan keresahan masyarakat dan membuat suasana tidak kondusif di masyarakat, ini harus ditertibkan karena telah melanggar hukum," kata Adi Prayitno.

Kejadian ini terjadi sudah ada tiga minggu yang lalu dan nasabah sebenarnya sudah mempunyai etikat baik untuk melunasi tanggungngannya untuk melunasi kredit motor di PT Adira tersebut, tindakan Leasing melalui Debt Collector yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian. bila pengambilan Motor dilakukan oleh Debt collektor dijalan’ maka hal itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum, tindak pidana yakni Perampasan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan. ( Miftakh )


Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.