Sabtu, 18 Maret 2017

Anggota DPR-RI Komisi IV Firman Subagyo Sesalkan Rusaknya Trumbu Karang Di Raja Ampat

    3/18/2017   No comments

MOKI, JAKARTA-Firman Subagyo Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar mempertanyakan sikap Pemerintah dan bisunya NGO Asing yang sering kali mengkritiki masalah lingkungan di Indonesia pada kasus rusaknya terumbu karang di Raja Ampat.

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Saya menyesalkan pernyataan Asisten Deputi Lingkungan dan kebencanaan maritim, Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman Sahat M Panggabean pada dialog yang diselenggarakan oleh TV ONE pada  sabtu  pagi (18/3) , yang seolah-olah terkesan menyederhanakan persoalan pelanggaran hukum yang terjadi akibat hancurnya terumbu karang  di wilayah Raja Ampat oleh Kapal Pesiar MV Caledonian Sky, Apalagi disinyalir kapten kapal  memiliki rekam  jejak buruk dan kerap bermasalah di wilayah perairan Indonesia.

Peristiwa semacam ini tidak bisa dianggap remeh dan sesederhana itu,  karena selain merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap kedaulatan negara sebab adanya aturan hukum yang dilanggar  oleh MV Caledonian Sky, Masalah lingkungan sering kali menjadi sorotan dunia, yang sering dilontarkan kepada Indonesia yang selalu dituduh kurang peduli terhadap aspek lingkungan oleh NGO asing dan dunia Internasional.

Oleh sebab  itu,  sangat disesalkan dengan  adanya sikap seorang pejabat yang menyepelekan kerusakan lingkungan yang terjadi dan hanya diukur dengan pergantian asuransi yang  hanya mempertimbangkan aspek ekonomi.

Pandangan seperti itu, seharusnya  tidak patut disampaikan oleh  seorang aparatur negara yang  bertugas dan berkewajiban untuk melindungi kelestarian  lingkungan hidup di wilayah Indonesia.

Dalam regulasi, jelas disebutkan jenis-jenis kapal dengan kedalaman tertentu yang dapat ijin berlayar, ternyata terumbu karang yang rusak itu berada di kedalaman 5 meter, artinya ini terdapat pelanggaran yang disengaja, mulai dari petugas syah bandar  yang bertanggungjawab untuk mengijinkan  kapal melintas hingga kapten kapal yang notabene sering melanggar peraturan diwilayah NKRI

Aturan hukum harus ditegakkan kepada siapapun juga untuk mengusut tuntas masalah tersebut, serta tidak boleh ada perbedaan antara WNI ataupun WNA yang bersalah.

"Saya  meminta seluruh aparatur penegak hukum,  Kepolisian RI dan aparatur terkait  untuk segera  melakukan tindakan tegas kepada petugas syah bandar yang dicurigai melakukan tindakan diluar prosedur, serta kepada kapten kapal  dan pihak kapal Caledonian sky agar segera dilakukan penahan dan jangan sampai dilepaskan keluar dari  wilayah perairan Indonesia,"ungkap Firman Subagyo.

Hukuman denda dan tanggung jawab pemulihan pasca  rusaknya terumbu karang dan pengembalian kondisi lingkungan seperti semula harus dibebankan kepada pihak Caledonian Sky, karena  disamping tidak akan ada yg mampu memulikan ciptaan Tuhan seperti aslinya, juga memerlukan waktu puluhan tahun dan biaya yang besar untuk proses perawatan terumbu karang.

Oleh karena  itu proses hukum harus dijalankan secara transparan dan terbuka secara umum.

Ada sedikit hal yang patut kita pertanyakan dengan terjadinya hal tersebut,  mengapa penggiat lingkungan termasuk NGO asing bersikap acuh dan dingin dengan kasus rusaknya terumbu karang di Raja Ampat tidak seperti biasanya mereka sangat kritis terhadap setiap permasalahan lingkungan yang terjadi .

"Apakah ada unsur kesengajaan dengan adanya hal tersebut?,"ucap Firman Subagyo. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.