Kamis, 09 Maret 2017

Musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang 2017 Di Grobogan

    3/09/2017   No comments

MOKI, GROBOGAN – Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang Kamis 9 Maret 2017 untuk tahun 2017, yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah dan beberapa Bupati seperti Bupati Kendal, Bupati Demak juga Bupati Bupati Eks – Karesidenan Semarang yang lainnya. acara Musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang diadakan di Pendapa Kabupaten Grobogan dan bertepatan dengan hari jadi Grobogan ke 291.

Sebelum Musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang dimulai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH telah membuka pameran produk unggulan di depan halaman kantor Sekda Kabupaten Grobogan, dengan di ikuti oleh beberapa pihak seperti SMKN 2 Purwodadi, BANK Jateng, dan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dan lain lainnya yang mengambil stan pameran untuk berpartisipasi dalam meramaikan dalam acara Musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang.

Dalam membuka pameran produk unggulan di depan halaman kantor Sekda Grobogan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke stan – stan pameran produk unggulan yang telah dipamerkan dengan didampingi oleh Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni SH. MH. dan berbincang bincang dengan penjaga stan peserta pameran masing masing mengenai tentang perkembangan produk – produk yang dipamerkan oleh pihak peserta pameran produk unggulan tersebut.

Setelah selesai membuka pameran produk unggulan, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah menuju ke pendapa Kabupaten Grobogan untuk membuka Musrenbangwil Eks – Karesidenan Semarang tahun 2017 yang pertama kali di adakan di Kabupaten Grobogan dengan beberapa agenda yang dibahas seperti membahas tentang masalah kemiskinan di tengah tengah masyarakat dan juga membahas masalah pembangunan infrastruktur khususnya peningkatan pembangunan jalan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH. Kamis ( 9/3/2017 ) mengatakan “kalau hari ini Musribangwil yang pertama ada disini kita memprioritaskan masalah kemiskinan kalau Eks – Karesidenan Semarang bisa bertemu, harapan kita masing masing Bupati dan Walikota bisa memprioritaskan itu, satu saya ingin ada data yang valid,” katanya.

”BPN khususnya di Kabupaten Grobogan harus membuat satu modul dimana seluruh hak milik atas tanah itu ada fotonya, ada petanya, berikut pemiliknya, kalau itu bisa di koneksikan dengan data kemiskinan kita, harus ada data visual disinilah kita saya minta untuk  di cek apakah rumahnya layak huni atau tidak, dia dapat rastra atau tidak, ada jaminan kesehatan atau tidak, anaknya punya kartu indonesia pintar atau tidak, maka kalau kita bisa mengetahui dari sana, bisa cepat sekali dalam mendorong, termasuk tentu kita anggarkan dari tingkat desa, tingkat Kabupaten, Provinsi, sampai pusat ” kata Ganjar Pranowo.

Musrenbangwil sebagai agenda untuk perencanaan pembangunan wilyah yang harus dilaksanakan untuk menuju kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang menyeluruh secara terprogram yang dilakukan oleh Pemerintah masing masing se – Eks Karesidenan Semarang dan bisa dipertanggung jawabkan kepada masyarakat setempat.

Dalam kesempatan, para awak media juga mempertanyakan kepada Ganjar Pranowo tentang kasus korupsi e – KTP yang merugikan Negara sebesar 2 trilyun dan Ganjar Pranowo menolak atas isu tersebut dengan menjawab secara tegas kepada awak media yang mempertanyakannya.

Kata Ganjar Pranowo mengatakan Ganjar menerima tapi saya tidak pernah menerima, yang ke dua spekulasinya mendapat jatah tapi tidak mau menerima, yang ketiga Ganjar mungkin sudah di jatah dan di pegang orang lain gak sampai ke Ganjar. ( Miftakh )

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.