Selasa, 11 April 2017

Aksi Damai Warga Desa Kedumulyo Tuntut Kades Di Non Aktifkan

    4/11/2017   No comments

MOKI, PATI-Kurang lebih 60 orang warga Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Pati menuntut agar Kepala Desa Kedumulyo di non aktifkan karena diduga korupsi APBDesa anggaran Tahun 2015 sebesar Rp. 58.000.000,-, dan desa pembangunan talut Dukuh Gedongan sebesar Rp. 199.000.000,- dan memalsukan tanda tangan. Selasa, 11/4/2017. Pukul, 09.30 Wib.

Dari aksi damai tersebut 9 orang perwakilan dari warga Desa Kedumulyo diterima oleh Asisten Tata Pemerintahan Drs. Sudiyono, MM dan Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta, S.Ik.M.Si, mereka menyampaikan 8 tuntutan sebagai berikut :
1). Kami disini ingin menemui Bupati Pati, terkait pengaduan kami Kades Desa Kedumulyo telah menyalah gunakan anggaran, pembebasan lahan dan pemalsuan tanda tangan.
2). Kades kedumulyo telah menuduh dan memindahkan sekdes yang dianggap tidak bisa membuat kondusifitas desa.
3). Warga menuntut agar orang salah jangan sampai bekerja di Desa Kedumulyo.
4). Kami meminta Bupati agar menon aktifkan Kades Kedumulyo karena kami menemukan bukti-bukti penyelewengan dan pelangaran laporan administrasi dan keuangan .
5). Ada bantuan dari pemeritah yaitu ADD sebesar Rp.199.000.000, dan itu hanya dilaksanakan di borongkan sebesar Rp.155.000.000, kami harap Pemerintah Kabupaten Pati menelusuri dana tersebut dan kami.meminta agar Bupati ikut serta menelusuri kebenaran ini, apakah laporan warga benar atau mengada ada.
6). Ada beberapa lembaga dari Desa yang penandatangan dipalsukan dan dari lembaga sudah laporan ke polres sampai sekarang belum ada tindak lanjut, kami minta Daerah ikut serta menelusuri kebenaran ini.
7). Agar Bupati Pati menon aktifkan Kepala Desa kami.
8). Saya minta Sekdes Kedumulyo Bapak Suroto tetap mejadi Sekdes di Desa Kedumulyo.

Asisten Tata Pemerintahan Drs. Sudiyono, MM saat menerima 9 orang perwakilan dari warga Desa Kedumulyo menyampaikan,"Kami mohon.maaf tidak bisa berbuat banyak karena banyak hal yang tidak bisa kita lakukan dan saat ini beliu Bupati Pati ada kegiatan Dinas luar dan apa yang disampaikan oleh warga Kedumulyo akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Dengan tuntutan ini sudah ada laporan di polres terkait penyimpangan dan penyelewengan yang dilakukan Kades kedumulyo dan Polres juga akan menindak lanjuti laporan itu. Kami tidak akan tinggal diam kami dan akan melakukan proses, langkah-langkah penyelesaian dan kami akan datang ke Desa untuk menyelidiki atas kebenaran laporan.  Kita hidup di Negara hukum harus mengikuti mekanisme yang berlaku dan jangan mengambil langkah-langkah yang menggangu ketertiban di Desa. Terkait Sekdes yang menyangkut pemindahan sekdes yang sudah PNS, tetap ada mekanisme dan proses-proses yang berlaku dan pemindahan pasti ada usulannya, SK sudah ditanda tangani dan dimanapun tempatnya bekerja adalah suatu pengabdian. Apabila Kades terbukti melakukan penyimpangan akan dilakukan proses pemberhentian, apabila terbukti ini adalah tugas kita untuk melakukan pembinaan pemberdayaan yang menyangkut lembaga di Desa. Laporan yang disampaikan akan di lakukan pemeriksaan dan ditindak lanjuti dan warga harus tetap melakukan kontrol dengan berprasangka baik. Rangkuman dan laporan akan saya catat dan akan saya sampaikan kepada Bupati Pati,"jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Pati  AKP Galih Wisnu Pradipta, S.Ik. MSi yang ikut menerima 9 orang perwakilan warga Kedumulyo menambahkan,"Ada 9 surat pengaduan yang saya terima dari Desa Kedumulyo, sampai saat ini sudah tahap pemeriksaaan saksi sebayak 30 orang, dan sekarang masih dalam proses penyelidikan. Kita harus saling komunikasi dan tolong kami dibantu dalam menangani kasus ini agar cepat tuntas. Setelah ini siapa yang bisa bantu saya agar permasalahan ini cepat selesai,"kata Kasat Reskrim. (Aris)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.