Senin, 03 April 2017

Keluarga Pasien Mengeluh Di Duga Vaksin Babi Beredar di RSUD Tamiang

    4/03/2017   No comments

MOKI, Kuala Simpang. Keluarga Pasien menduga kuat, obat injeksi mengandung unsur babi beredar di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Aceh Tamiang. Obat cair bersumber dari babi itu disuntikkan kepada pasien penyakit jantung yang berobat di RS milik pemda tersebut. Hal itu terungkap ketika keluarga salah seorang pasien melaporkan kejadian yang pernah dialaminya kepada LSM Gadjah Puteh.

"Kami berharap pengadaan vaksin mengandung babi itu dihentikan segera oleh manajemen RSUD Aceh Tamiang. Kita juga akan pertanyakan dasar yang digunakan untuk peredaran obat/vaksin itu, apakah telah mendapat izin dari MUI setempat atau tidak,” sebut Direktur Eksekutif DPP Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah Almahdaly kepada Media, di Karang Baru, Minggu (2/4/2017).

Dikatakan, jika obat yang mengadung lemak babi memang dibutuhkan dengan dalih untuk kesehatan penderita jantung, namun jangan disuntikkan kepada pasien muslim. Sebab masih ada obat injeksi lain yang halal, yaitu yang mengandung unsur sapi. “Semua orang tahu, mayoritas masyarakat Aceh itu muslim, lalu kenapa obat mengandug babi dibiarkan beredar bebas di RSUD Aceh Tamiang. Jika terpaksa harus diberikan, seyogianya harus dikonsultasikan atau disampaikan terlebih dahulu kepada pasien dan keluarganya,” harapnya.

Namun yang terjadi, sambung Sayed, setelah beberapa kali injeksi obat babi disuntikan ketubuh pasien, baru keluarganya diberitahukan oleh asisten apoteker RSUD Atam kalau obat tersebut mengandung babi. Sontak kabar itu membuat kaget, dan akhirnya keluarga pasien memilih menolak untuk disuntik pada saat itu.

“Hal itu dialami oleh pasien yang masih keluarga besar saya. Bahkan pasca keluar dari RS, penyakit jantungnya kambuh lagi, obat mengandung babi itu tetap diberi kepada pasien. Namun karena tidak ada pilihan lain dengan terpaksa injeksi haram itu masuk ketubuh sang pasien,” urainya.

Diceritakan, kejadian itu sudah berlangsung sekitar tiga bulan, namun dia yakin obat mengandung babi itu masih beredar di RSUD Aceh Tamiang. Sebab, belum lama ini pasien kembali ke RSUD untuk berobat jantung, namun masih tetap diberikan obat yang sama. “Nama obat injeksinya, Lovenox 6000 anti-Xa IU/06ml Enoxaparin sodium. Dan dibawahnya tertulis dengan warna hitam “Bersumber Babi”,” beber Sayed Zahirsyah sambil menunjukan foto obat tersebut kepada awak media.

Dikatakan Sayed, keluarga pasien baru tahu obat tersebut bersumber babi setelah mendapat penjelasan dari petugas apoteker RSUD Aceh Tamiang. Pihak apoteker menjelaskan, bahwa ada dua jenis obat injeksi jantung, yaitu bersumber dari sapi dan babi.  Namun karena injeksi sapi kehabisan stok, terpaksa dikeluarkan injeksi babi. Setelah obat ditebus, lalu diperiksa oleh keluarga pasien, ternyata benar ada tulisan diujung bawah mengandung babi. Obat itupun difoto untuk barang bukti.

“Menurut saya petugas apoteker sudah membuat tindakan yang benar, namun saya heran sama perawatnya, kok mereka diam saja bahwa obat itu bersumber dari babi, setelah saya protes mereka berkilah, lho sebelumnya tidak diberitahukan apa sama dokternya.?,” kata keluarga pasien yang melaporkan kejadian itu kepada Gadjah Puteh.

Ternyata aksi protes terhadap perawat yang tidak memberitahukan hal sumber babi tersebut sempat menyedot perhatian, dan esok harinya langsung digelar rapat internal dengan memanggil penjaga apoteker. Disisi lain, keluarga pasien merasa kecewa karena selama empat hari dirawat kenapa tidak diberi tahu oleh dokter atau perawat, kalau yang disuntikan itu vaksin bersumber babi.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Azis, yang dihubungi wartawan, Jumat (31/3/2017), mejelaskan, obat mengandung unsur babi tersebut kegunaannya untuk penyakit jantung memang ada beredar dan masih ada sampai saat ini, tapi hal itu sudah sesuai izin kedokteran dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh Tamiang.

Sebelum diinjeksi ke pasien dikonsultasikan dulu kepada keluarga pasien, kalau setuju baru diberikan. “Ada juga vaksin injeksi sapi, namun efeknya lebih bagus yang unsur babi,” ujarnya.

Menurutnya, obat injeksi bersumber babi diberikan tergantung kondisi pasien. Kalau mendadak dan mendesak untuk keselamatan pasien, maka diberikan vaksin unsur babi tersebut. Semua itu tidak ada masalah, karena sudah sesuai aturan, sudah ada izin MUI, terang Azis.

Kalau mau dipermasalahkan silahkan tanyakan langsung sama dokternya. Di rumah sakit lain juga menggunakan itu, tapi tidak diinformasikan kepada pasien seperti di RSUD Aceh Tamiang. Dia mengaku juga pernah bertanya langsung kepada dokter spesialis jantung soal obat bersumber babi tersebut, dan hal itu dibolehkan. “Pak Direktur tenang saja saya yang bertanggung jawab,” sebut Ibnu Azis, menirukan perkataan dokter jantung yang pernah ditanya olehnya. Demikian sumber atjehupdate.(red).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.