Rabu, 05 April 2017

Kisah Pengantin Di Ciduk Polisi Saat Duduk Dipelaminan

    4/05/2017   No comments

Foto Ilustrasi
MOKI, ACEH TIMUR. Rumah milik Razali, warga Desa Matang Pineung, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur terlihat ramai dari biasanya. Konon, sang empunya rumah sedang melaksanakan hajatan kenduri resepsi perkawinan anak perempuannya.

Razali yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh kasar itu tergolong kedalam golongan keluarga tidak mampu.
Ia hanya bekerja jika ada yang menyuruhnya melakukan sesuatu. Kadang, ia juga mengerjakan sejumlah pekerjaan berat yang dirasa tidak mampu dilakukan oleh orang lain seperti panjat pohon kelapa (bahasa aceh, eik u) memetik buah kelapa.

Oleh karenanya, banyak tetangga dan warga lainnya menyingsihkan lengan baju guna membantu hajatan resepsi perkawinan anak perempuan dari keluarga tidak mampu itu.

Singkat cerita, Senin, 3 April 2017, hajatan itu pun digelar. Makanan telah disediakan untuk para tamu, aparatur gampong dan sejumlah pemuda terlihat bergotong royong mengerjakan apa saja yang bisa meringankan beban pekerjaan sang empunya rumah, tak terkecuali para ibu-ibu.

Sang darabaro (pengantin perempuan) juga telah siap menjadi ratu sehari, lengkap dengan gaun pengantin dan make up seadanya. Ia seakan tak sabar duduk di singasana pelaminan menanti kedatangan linto baro (pengantin laki-laki) bersama keluarganya yang berangkat dari Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tepat pukul 12.30 WIB, yang ditunggu pun akhirnya tiba. Pelaminan beserta darabaro telah menunggu raja sehari itu, begitu pula dengan makanan yang telah dihidangkan oleh tuan rumah kepada kedua pengantin dan keluarga sang linto baro.

Namun, tiba-tiba suasana yang haru bercampur bahagia itu berubah drastis sesaat setelah kedatangan sejumlah personel kepolisian yang diketahui berasal dari Polsek Manyak Payed, wilayah hukum Polres Langsa.

Setelah memanggil Keuchik Matang Pineung, polisi lalu memperlihatkan surat penangkapan yang ditujukan kepada linto baron yakni pengantin lelaki. Hal itu tentu saja membuat pemilik rumah dan warga lainnya terkejut.

“Ketika itu pengantin laki-laki duduk diatas pelaminan. Setelah menyerahkan surat penangkapan ke kita, lalu polisi menunggu hingga selesai acara resepsi perkawinan. Tapi tiba-tiba sang pengantin bangun. Khawatir kabur, lalu polisi langsung sigap menangkapnya di pintu belakang,” kata Muzakir yang di kutip awak media,  Rabu, 5 April 2017.

Setelah ditelusuri, IL ternyata terlibat dalam kasus pemukulan salah seorang anggota polisi. Menurut informasi yang diperoleh Pengantin lelaki tersebut terlibat kasus pemukulan bersama sejumlah rekan-rekannya yang hingga kini masih dinyatakan buron oleh polisi.

“Tersangka IL sudah dibawa oleh anggota Polsek Manyak Payed untuk dilakukan pengembangan terhadap kasusnya,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, SIK, M.Hum melalui Kapolsek Darul Aman, AKP Masri Aswara," Sumber klik kabar (Rusdi Hanafiah).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.