Jumat, 21 April 2017

Sabang Marine Festival ke III 2017 dibuka oleh Asep Muhammad

    4/21/2017   No comments

MOKI, Sabang-Sabang Marine Festival (SMF) ke III tahun 2017 dibuka oleh Mentri Parawisata RI Arif Yahya yang diwakili oleh Wakil Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari, Asep Muhammad ditandai dengan pukulan gendang Rafa’i, Jum’at (21/04-17) sore. Perlunya masyarakat Sabang menjaga kelestarian Wisata Bahari dari tangan-tangan jahil yang merusak kelestarian alam khususnya biota laut, demikian amanat Mentri Parawisata yang dibacakan oleh Asep Muhammad.

Hadir pada acara pembukaan, Gubernur Aceh yang diwakili Ass. II PemProv Aceh Drs. Syaiba Ibrahim, Mewakili Kapolda Aceh Dir Polar Polda Aceh, Kepala BPKS Fausi Husen, Kadis Budpar Provinsi Aceh Reza Pahlevi, Dandim 0112/Sabang, Kapolres Sabang diwakili Kagab Ops, Dan Lanal diwakili Palaksa Lanal Sabang Letkol Laut Herry Suprayitno SH, MH, Lanud Diwakili, Dan Lanudal diwakili, Mewakili Dan Satrad, dan ribuan masyarakat Kota Sabang.

Pembukaan Sabang Marine Festival ke III diawali dengan atraksi Drum Band anak sekolah dari SMP Negeri II Kota Sabang, dan ditutup dengan atraksi Para Motor yang terbang melayang mengitari Arena Sabang Fair tempat dibukanya Pembukaan Sabang Marine Festival. Atraksi Para Motor berputar-putar diarena pembukaan yang dilanjut ke lokasi Pelabuhan Teluk Sabang tempat puluhan Yacht yang sedang berlabuh.

Kepala BPKS Sabang Fauzi Husen pada kata sambutan pembukaan SMF ke III mengatakan, kegiatan Sabang Marine Festival sampai dengan tahun 2017 ini telah tiga dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dimasyarakat Kota Sabang. Sabang Marine Festival dimulai dari tanggal 19 s/d 23 April 2017, diawali dengan chek in yang melibatkan Karantina, Bea dan Cukai, Imigrasi serta KSOP (CQIP) dalam satu Tim Pelayanan Satu Atap.

Hal itu dilaksanakan untuk mempercepat perolehan perizinan dengan pelayanan terbaik yang hanya makan waktu hanya 1 jam. Kesemua itu dilaksanakan adalah dalam rangka mendorong percepatan target pemerintah untuk mendatangkan kapal wisata melalui pelabuhan Sabang yang ditargetkan bisaa masuk 200 kapal wisata Yacht pada tahun ini, ujar Fauzi.

Direncanakan even ini akan menjadi kalender tahunan promosi wisata bahari khususnya dengan telah ditunjuknya Pelabuhan Sabang sebagai salah satu pintu masuk kapal wisata cruise dan yacht di Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden No. 105 tahun 2015. Dan dalam dua tahun belakangan ini menunjukkan perkembangan yang signifikan atas kunjungan kapal cruise dan yacht ke Pelabuhan Teluk Sabang.

Pada Festival SMF ke I hadir 17 Yacht, SMF ke II 20 Yacht 11 kapal Cruise dan SMF ke III hadir 26 Yacht  dan masih akan datang lagi 10 Yacht yang masih dalam perjalanan. Sabang Marine Festival ini juga merupakan Pra SAIL yang akan dilaksanakan dari tanggal 28 November yang berakhir tanggal 05 Desember 2017. Rencananya SAIL akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo, dan diharapkan kepada para peserta SMF ke III dapat hadir pada acara SAIL mendatang, tukas Kepala BPKS Fauzi Husen.

Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah yang berhalangan hadir, pada pidatonya yang dibacakan oleh Assisten II Pemerintahan Aceh Drs. Syaiba Ibrahim mengatakan, atas nama Kepala Pemrintahan Aceh kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpatisipasi memeriahkan Sabang Marine Testival tahun ini.

Acara ini pada dasarnya tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di kawasan Sabang. Lebih dari itu, kegiatan ini juga penting dalam rangka memupuk semangat perdamaian, memperkuat persaudaraan, serta menyalurkan hobi berpetualang bagi siapa saja yang tertarik dengan wisata bahari. Dan acara ini dapat memperkuat semangat kita untuk mempromosikan keindahan wisata Aceh serta menjadikan Sabang sebagai Poros Maritim Nasional di ujung Barat Indonesia, ujarnya.

Dikatakan juga bahwa, “ Sabang yang dikenal sebagai Surga Terpendam di Ujung Sumatera tidak saja memiliki keragaman pesona wisata bahari dan budaya, tapi jugamerupakan kawasan bisnis yang sangat strategis di ujung barat Indonesia. Karena indahnya sampai-sampai Great Britain Publishing memberikan julukan pulau ini dengan istilah The Gold Island atau pulau emas dan memasukkannya kedalam 501 pulau yang harus dikunjungi dunia.

Kunjungan wisata ke Sabang semakin tahun semakin meningkat saja, tahun 2013 kunjungan wisatawan 450.000 orang, tahun 2014 500.000 orang, tahun 2015 700.000 orang dan tahun ini kita berharap mencapai 1 juta orang. Kunjungan kapal Cruise sebelum menuju Colombo, Maldive, Singapore atau Phuket sebanyak 11 kapal Cruise.

Kegiatan SMF merupakan salah satu promosi wisata ke tingkat dunia dan diharapkan bukan hanya memenpatkan Aceh sebagai destinasi parawisata internasional, melainkan juga menunjukkan kepada dunia bahwa Sabang adalah destinasi wisata paling aman , nyaman dan menarik untuk dikunjungi.

‘Perlu diingat bahwa sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang rencana induk Pembangunan Parawisata Nasional tahun 2010 sampai tahun 2025, Pulau Weh dan sekitarnya telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Parawisata Nasional (KSPN). Langkah ini memastikan bahwa Pemerintah akan terus berkomitmen memajukan wisata daerah ini melalui Destination Management of Organisation yang telah berjalan selama enam tahun.

Selama ini juga Pemeintah Kota Sabang juga telah menjalin kerjasama dengan dua kawasan wisata bahari lainnya yang ada di Asean yaitu Phuket dan Langkawi. Dan ketika kawasan ini menjalin kerjasama dalam sebuah program yang dinamakan Sabang-Phuket-Langkawi Approach atau disingkat “ Saphula Approach “.Program ini perlu diperkuat, apalagi sangat potensial untuk dikembangkan dan dapat tampil sebagai pintu gerbang wiasata bahari Asean, ujar Syaiba.

Sementara itu, Mentri Parawisata Arif Yahya pada amanatnya yang dibacakan oleh Wakil Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Asep Muhammad mengatakan, Kementrian Parawisata melaui Tim Percepatan pembangunan wisata bahari sangat menyambut baik kegiatan Sabang Marine Festival ke III tahun 2017 ini. Apalagi sajian dari tarian tradisional yang sangat antusias diikuti dan ditonton oleh para turis manca negara selaku peserta Yacht.

Sabang Marine Festival merupakan satu kegiatan wisata bahari yang menjadi salah satu destinasi wisata yang dikenal oleh dunia dan juga dapat menambah devisa Negara serta dapat membangkitkan ekonomi masyarakat setempat. Hal ini harus diakui karena untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang paling tercepat adalah dalam bidang parawisata.

Banyaknya kunjungan wisata bahari sepengamatan kami adalah, karena diberlakukannya bebas Visa dan cepatnya pelayanan satu pintu dari aparaturin pemerintah yang terdiri dari Karanta, Imigrasi Bea dan cukai, serta KSOP. Untuk chek in para kapal yacht hanya diperlukan waktu selama hanya 1 jam. Hal ini sangat menarik bagi para turis manca Negara karena bagi mereka segala urusan tidak harus ada terjadi kendala berlama-lama.

Harapan kami adalah, Sabang dapat menjadi salah satu memasukkan devisa Negara yang ditargetkan pada tahun 2019 nati kunjungan wisata bahari ke Indonesia dapat berjumlah 20 juta jiwa dengan nilai masukan dari devisa sebesar 4 miliar Dolar. Dengan demikian wisata bahari di ujung barat Indonesia dapat kian menambah angka kunjungan wisata bahari yang menjadi salah satu andalan Pemerintah menambah devisa Negara.

Menyangkut penetapan 10 destinasi wisata, 7 destinasi tersebut adalah wisata bahari seperti di Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Danau Toba, Waka Tobi, Pulau Morotai, Mandalika dan Labuhan Bajao. Seperti kita ketahui bahwa Otorita yang telah ditetapkan oleh Pemerintah adalah Otorita Danau Toba berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 49 tahun 2016, dan tidak begitu lama maka akan menyusul Otorita wisata bahari lainnya, pungkas Asep Muhammad. (Wapemred)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.