Rabu, 17 Mei 2017

Dana Desa APBN 2016 Perlu Di Periksa Oleh Penegak Hukum

    5/17/2017   No comments

MOKI. Langsa Aceh-Ketua Lembaga Sawadaya Masyarakat Komunitas Transformasi LintasSosial Aceh (LSM-Katalis Aceh) Mustafa. M. Adami mengatakan, penyaluran dana desa untuk kota Langsa yang mencapai ratusan juta sejak tahun 2016 harus digunakan secara terbuka, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan untuk kesejahteraan masyarakat Gampong.

Mustafa menekankan pentingnya melibatkan semua masyarakat, tokoh Masyarakat, pemuda, wanita, media, lembaga sawadaya masyarakat dan Pendamping gampong serta Tuha Peut Gampong agar tidak ada masalah yang timbul dikemudian hari terkait pemanfaatan dana Gampong tersebut.

"Jangan sampai keributan terjadi, libatkan semua unsur masyakat gampong dengan tata kelola keuangan yang baik," kata Mustafa, Senin (15/05/2017) Langsa.

"Menurut informasi yang dihimpun dilapangan dalam gampong dikota langsa aparatur gampong dan pihak terkait, kondisi jalan gampong dan infrastruktur lainnya sudah cukup baik yang dibangun oleh pemerintah kota langsa seharusnya gampong menfokuskan dana gampong untuk membangkitkan perekonomian gampong," ungkap Mustafa.

Akhir-akhir ini masyarakat banyak menuntut pihak gampong untuk transparan mengunakan dana gampong,seharusnya pihak gampong sebelum mengunakan dana gampong terlebih dahulu bermusyawarah dengan masyarakat jangan tertutup dan tidak alasan pihak gampong tertutup karena ini dana yang harus diketahui oleh masyarakat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa Yang Bersumber dari APBN, dengan luasnya lingkup kewenangan Desa dan dalam rangka mengoptimalkan penggunaan  Dana  Desa,  maka  penggunaan  Dana  Desa  diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Penetapan prioritas penggunaan dana tersebut  tetap  sejalan  dengan kewenangan  yang  menjadi  tanggungjawab  Desa.

Keberangkatan sebagian geuchik kecamatan langsa lama tahun 2017 ke palau jawa dengan alasan study banding dengan menghabiskan dana puluhan juta yang bersumber dari dana gampong  (desa) seharusnya tidak dilakukan, karena apa yang diperoleh dari hasil kunjungan ke pulau jawa tidak dapat di iplementasikan pada warga gampong, karena kondisi masyarakat palau jawa padat dan kreatif,pada tahun 2016 lalu juga sebagian geuchik berangkat ke pulau jawa tapi hasilnya apa yang bisa di iplementasikan hasil kunjungan para kepala desa tidak ada, study banding geuchik ke pulau jawa disinyalir hanya jadi rekreasi geuchik saja.

Ada lagi gampong di dalam kecamatan Langsa Timur, di duga membelanjakan alat-alat untuk kebutuhan gampong dilakukan atas kebijakan sendiri tanpa musyawarah dengan aparatur gampong. Terkait hal itu perlu dilakukan pemeriksaan oleh pihak Badan Pengawasan Keuangan (BPK) dari pusat. Maupun yang ada di aceh, bahkan di duga bisa saja oknum geuchik (kepala desa) menyimpan dana desa secara tertutup direkening pribadi geuchik, jika ditemukan sikap kepala desa seperti ini, maka itu sudah keterlaluan pola pikir oknum geuchik yang bersikap demikian. (relis).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.