Selasa, 02 Mei 2017

Respon FORKAB AcehTerhadap Kongres PNA, Zaini Abdullah masuk DPP PNA

    5/02/2017   No comments

MOKI, Banda Aceh-Forum Komunikasi Anak Banggsa(Forkab) Aceh memberikan aspresiasi kepada Partai NasionalAceh (PNA) karena mampu merangkul elit dan tokoh-tokoh tua mantan Gerakan Aceh Merdeka(GAM) masuk dalam sruktur PartaiNasional Aceh, seperti tokoh tua yaitu Doto Zaini (Zaini Abdullah)yang sekarang ini masih menjabat sebagai  Gebenur Aceh, demikian dikatakan oleh Sekjen Forkab Aceh Muzakir Meukek pada Wapemred MOKI.

Dia menilai ini ada sebuah nuansa politik baru yang dinamis dalam kepemimpinan Irwandi Yusuf dalam memimpin Provinsi Aceh dan sekaligusKetua Partai Nasional Aceh dalam hal merangkul kembali kalangan tokoh-tokoh tua elit Gerakan Aceh Merdeka(GAM) dalam sebuah penyatuan untukmembangun Aceh ke depan

Kami dari DPP Forum Komunikasi AnakBangsa (Forkab) Aceh, sangatmendukung dan memberikan apresisasi kepada Partai Nasional Aceh (Parlok)yang hari ini sudah mampu memberikan pendidikan politik kepadaPartai Lokal (Parlok0 Aceh lainnya,seperti Partai Aceh (PA), ujarnya.

Selanjutnya Muzakir juga mengatakan,melihat dengan masukkanya nama paraelit Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan bergabung dalam Partai Nasional Aceh,ini mengambarkan bahwa kehadiran partai local di Aceh merupakan salah satu yang ada pada butir-butir MoUyang mulai memberikan pemahaman pendiddikan politik  di tengah-tengah masyarakat Aceh.

Karena pemahaman kondisi Aceh setelah pasca pecahnya para ElitGerakan Aceh Merdeka yang hengkang dari Partai Aceh yang di bangun bersama-sama, sehingga kondisi politikAceh terhadap kehadiran Partai Aceh,memberikan nuansa politik kekuasaan kelompok. Ini yang seharusnya menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi PartaiAceh kedepannya.

Dikatakan juga, melihat pasca pecahnyaElit Partai Aceh dan tokoh-tokoh tua hengkang dari Partai Aceh, hal ini menjadi bias bagi internal dan kekuasaan politik Partai Aceh itusendiri. Hal ini di buktikan pada Pilegtahun 2014, hampir setegah kursiparlemen hilang baik di tingkat DPR Aceh maupun DPR Kabupaten / Kota diAceh. Padahal kekuasaan politikEksekutif pilkada 2012 di menangkan oleh pasangan ZIKIR, yang di usung oleh Partai Aceh.

Maka hal ini sebuah cambuk besar bagiPartai Aceh sendiri, terbukti bahwapada Pilkada 2017 yang lalu Partai Aceh (PA) gagal merebut kekuasaan politik kembali. Dengan pecahnya elit dan tokoh-tokoh tua seperti Zakaria Saman (Apa Karya) Zaini Abdullah ( Abu Doto ) dan Irwandi Yusuf, padahal ke tiga tokoh ini merupakan pencetus bagian dari Deklarator Perdamamai Aceh(MOU) Helsinki.

Forkab Aceh sebagai lembaga perkumpulan eks kombatan GAM, serta aktivis GAM pasca konflik sangat memberikan aspresiasi kepada PNA.Sebagai Partai Local Aceh yang telah mampu memberikan politik pemahaman yang dinamis kepada masayrakat Aceh bahwa, Aceh bagian dari semua elemen, bukan bagian dari kelompok yang hanya atas kepentingan kelompok serta kepentingan kekuasaan semata.  
Sebab, membangun Aceh tidak mungkin dengan satu kekuasaan Partai tertentu saja, melainkan harus secara bersama-sama dan barulah hal itu dapat tercapai, demikian juga harapandari Forkab Aceh, tukas Muzakir Meukek.(Wapemred)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.