Senin, 22 Mei 2017

Pecatur Medan Sarmadoli, Juarai Open Turnamen Catur Aceh 2017

    5/22/2017   No comments

MOKI, Banda Aceh-Pecatur asal Kota Medan Sarmadoli berhasil menjuarai Open Turnamen Catur Aceh 2017, setelah menahan remis pecatur Aceh Besar Enda Yusra di babak ke 9. Dengan hasil tersebut Sarmadoli meraih point 8 dan Enda Yusra dengan hasil tersebut merosot di urutan ke 7 dengan point 7, sementara itu juara ke II diraih oleh pecatur andalan Pengprov Percasi Aceh asal dari Aceh Tengah NM. Irwandi dengan point 7 ½ .

Dan sebagai Juara ke III, diraih pula oleh pecatur asal dari Kota Medan NM. Zulfikar Panjaitan yang meraih point 7 secara bersama-sama dengan 4 orang pecatur lainnya. Namun mereka kalah dalam hitungan Solkov, karena NM Zulfikar meraih BH 56 ½ , SB 42.75 dan Fide 39 ½ . Urutan ke 4 diraih oleh Mari’e Muhammad (asal Al Muslim) BH, 52 ½ , ke 5 Marihot Sinaga (Taput) BH 52, ke 6 NM Binsar Siagian (Taput) BH 49 ½ , dan urutan ke tujuh diraih oleh Enda Yusra (Aceh Besar) raih BH 47 ½ .

Sarmadoli menjuarai Open Turnamen Catur Aceh tersebut setelah berhasil mengalahkan 7 orang pecatur lainnya adalah Helmi Faisal, F Bari, Daniel, Hidayat, NM Irwandi, Ibrahim dan NM Binsar Siahaan. Kemudian berhasil menahan remis 2 pecatur lainnya Enda Yusra babak ke 9 serta NM Zulfikar Panjaitan pada babak ke 6.

Sementara NM Irwandi meraih Juara ke II dengan mengalahkan Marzuki AMD, M. Yakri, M. Yasir Hamdani, Nurkholis, NM Muhammad Johan, Fakhrul Razi dan NM Binsar Siahaan. Kalah dari Sarmadoli di babak ke 5 dan ditahan remis oleh Marihot Simanjuntak MP. Dan NM Zulfikar Panjaitan raih juara ke III setelah mengalahkan Miftalahudin, M. Zaini, Mari’e Muhammad, Marihot Sinaga, Ibrahim dan NM Akhmad Muslim. Kalah dari NM Binsar Siahaan babak ke 8, kemudian ditahan remis oleh Sarmadoli dan Saiful Bahri.

Ketua Pengprov Percasi Aceh Aldin Nainggolan, ketika menutup acara Open Turnamen Catur  mengatakan, Penprov Percasi Aceh akan melaksanakan turnamen catur yang lebih besar lagi dari turnamen sekarang ini. Hal ini telah dirundingkan dengan Pembina Utama T. Jamaluddin Muku dan Dispora Provinsi Aceh, untuk membuat turnamen yang berskala Nasional dan akan menghadirkan para GM, IM, FM, CM serta NM, ujarnya.

Dikatakan juga, tujuan dari pada turnamen yang berskala Nasional adalah agar para pecatur yang ada di Aceh dapat lebih maju kedepannya sehingga beberapa tahun kedepan dapat berbicara di percaturan tingkat nasional dengan cara dapat meloloskan atlet catur Aceh pada PON mendatang.

Hal ini akan dapat diwujudkan apabila ada keseriusan dari para pecatur yang ada di Aceh untuk berlatih lebih giat lagi, dengan demikian kerjasama antara pengurus dan para Atlet Catur akan terlihat semakin harmonis karena telah sama misi dan visinya untuk memajukan percaturan di provinsi paling barat Indonesia, mari kita bangkitkan olahraga catur di Aceh secara bersama-sama, kata Aldin NL.

Pada kesempatan yang sama setelah acara penutupan, Wapemred MOKI menemui wasit yang memimpin pertandingan Anisa Faraliana untuk menanggapi hasil Open Turnamen Catur Aceh tahun 2017 dan dikatakannya bahwa, terlihat prestasi dari pengurus Percasi di Kabupaten lebih maju dari pada pengurus Percasi Kota yang ada di Aceh sebab, 9 orang pecatur asal dari Percasi Kabupaten berhasil menduduki 20 besar peraih hadiah pada kejuaraan ini, ujarnya.

Kemudian, 3 orang pecatur Junior Aceh asal percasi Kabupaten dapat mensejajarkan prestasinya dengan para pecatur senior yang lebih banyak pengalamannya. Diharapkan prestasi ini akan semakin ditingkatkan seiring dengan makin ditambah jam untuk berlatih agar kedepannya mereka dapat menjadi pecatur Aceh yang andal dan dapat berbicara di Percaturan baik itu untuk tingkat Regional Nasional maupun pada tingkat Internasional.

Bila kita lihat hasil kejuaraan tersebut terlihat prestasi tertinggi ada pada Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumut dengan menempatkan 4 orang atletnya meraih juara, kemudian Kota Medan 3 orang, Aceh Tengah 2, Kota Lhokseumawe 2, Kabupaten Pidie 2, Kota Banda Aceh 2, Kabupaten Aceh Barat 1, Kabupaten Aceh Tamiang 1, Kabupatgen Aceh Besar 1 dan Provinsi Sulawesi Barat 1 orang tukas Anisa Faraliana.(Wapemred)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.