Kamis, 04 Mei 2017

Sudah Jalan 5 Bulan, Geuchik Simpang Wie Belum Bayar Honor Perangkat Desa

    5/04/2017   No comments

Kantor Pemerintahan Desa Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur Tanpa plank nama desa yang dibangun pada tahun 2016 lalu.
MOKI, Langsa Aceh. Beginilah kondisi Desa Simpang Wie Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa. Perubahan kepala desa dan pergantian tahun di awal 2017 ini, Puluhan perangkat Desa, sampai sekarang belum menerima pembayaran honor yang seharusnya sudah di bayar oleh Geuchik (kepala desa) yang sudah terpilih menjadi kepala desa di bulan Juni 2016 lalu.

Menurut warga yang tidak menyebutkan namanya itu, terkait pasca honor untuk perangkat Desa belum dibayar oleh geuchik, tanya warga kenapa dulunya semua honor perangkat desa tetap lancar per tiga bulan sekali sudah di bayar di saat sebelum mantan Geuchik Fahruddin berakhir pada bulan Juni 2016 lalu, jelas warga ini, apa bila kebijakan geuchik terpilih masih menilai mantan geuchik fahruddin tidak benar hingga diduga menghambat pembayaran honor perangkat desa. Laporkan saja ke KPK, BPK Provinsi Aceh dan Inspektorat (bawasda kota langsa) karena Geuchik tidak boleh menahan terhadap hak honor perangkat desa. " Tuturnya.  

Baca : Fenomena Masyarakat Simpang Wie, Masih Dibawah Kemiskinan

Tertahannya honor dan belum ada tanda hingga kapan pembayaran dari Geuchik (kepala desa terpilih-red) alasan geuchik karena Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Alokasi Dana Desa Simpang Wie Tahun 2016 lalu.

Honor perangkat desa hingga berjalan 5 bulan terhitung dari Januari 2017 s.d memasuki bulan Mai 2017, di duga Geuchik belum ada kebijakan, masih menahan honor perangkat desa dengan memberikan alasan, bahwa LPJ dari mantan Geuchik Tahun 2016 belum diserahkan oleh mantan Geuchik.  

Terkait hal itu seorang Mantan Geuchik Fahruddin yang sudah berakhir masa jabatannya pada bulan Juni 2016 lalu, menjelaskan jika LPJ Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2016, menjadi alasan Geuchik terpilih itu, kenapa penarikan dana tahap dua sebesar Rp. 240 juta rupiah, dari sisa dana bantuan APBN tahun 2016, kok bisa diambilnya oleh kepala desa yang ada sekarang ini, apa motivasinya hingga geuchik belum juga membayar honor perangkat desa dengan menjadi alasan ADD 2017 " Katanya.

Tambah Fahruddin, sementara program di masa jabatannya tahun 2016 yang di duga tidak dilanjutkan oleh Geuchik terpilih dari sisa penarikan dana tahap dua, sebesar Rp. 240 juta rupiah. Itu bukan menjadi alasan, bahkan geuchik tersebut tidak mengambil kebijakan untuk pembayaran honor perangkat desa.

Tambahnya lagi, agar diketahui semua pengguna dana desa tersebut selaku pengelola adalah Geuchik, setahunya ADD bantuan APBN 2016, total sebesar Rp. 600 juta rupiah, saat dirinya menjabat sudah tertarik dana tahap pertama Rp. 260 juta rupiah untuk membangun desa dan pengadaan pembelian sapi masyarakat, karena sebelum berakhir masa jabatannya di bulan Juni 2016 lalu.

Selanjutnya sisa penarikan dana tahap dua di akhir Desember 2016 lalu, dari. ADD Rp. 600 juta rupiah, setelah cair di saat dirinya menjabat Geuchik Rp. 260 juta rupiah, dan selanjutnya sisa dana ADD tahap dua Rp. 240 juta rupiah sudah diambil oleh geuchik terpilih pada akhir Desember 2016. Dan dikemanakan dana tersebut, apa bila visi - misi kepala desa terpilih telah merombak kembali dari program semula yang pernah saya usulkan dari sisa ADD tersebut " Tutup Fahruddin.(red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.