Minggu, 21 Mei 2017

Tim Dokter Dari Kemenhub Sosialisasi HIV/AIDS di BP2IP Malahayati Aceh

    5/21/2017   No comments

Kepala BP2IP Malahayati Aceh Hartanto MH, M.Mar.E menerima kaos sebagai diawalinya Sosialisasi HIV/AIDS dari Biro Kepeg dan disaksikan oleh dr. Thamrin dari Kemenhub.

MOKI, Banda Aceh-Kementrian Perhubungan RI dalam rangka pemberantasan virus HIV yang sangat mematikan dan sangat rentannya tertular bagi generasi muda, hingga sampai sekarang ini masih belum lagi ditemukannya obat yang mujarab. Oleh karena itu maka, melalui Tim Kesehatannnya mengirimkan Dokter dan personil lainnya melaksanakan Sosialisasi HIV/AIDS kepada Taruna/Taruni BP2IP Malayati Aceh, kamis (18/05-17) siang.

Hadir pada sosialisasi tersebut, Kepala Distrik Navigasi kelas II Sabang Capt. Hidayat M.Mar yang diwakili oleh M. Jamil SH, selaku Koodinator Ditjenla Provinsi Aceh, 4 (empat) orang dari Biro Kepeg Sekretaris Jenderal Perhubungan, Kepala BP2IP Malahayati Aceh Hartanto MH, M. Mar. E, utusan dari 17 KSOP selaku peserta dan 4 (empat) orang utusan dari Disnav kls II Sabang, serta 100 orang siswa Taruna/Taruni BP2IP sebagai peserta.

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Hary Kriswanto, SH, DESS pada piodatonya atas nama Sekretaris Jenderal yang dibacakan oleh Staf Biro Kepeg Adi mengatakan, Sosialisai HIV/AIDS merupakan tugas tambahan sesuai Perpres No. 75 thn 2006 tentang Komisi Penanggulangan AIDS, dimana Kemenhub menjadi salah satu anggotannya.

Dengan demikian apa yang telah diamanatkan dalam Inpres No. 75 thn 2006 secara terus menerus harus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan program pembinaan kepegawaian khususnya dilingkungan Kemenhub.

Sosialisasi HIV/AIDS merupakan bagian penting dan strategis dalam upaya pencegahan penularan virus HIV dilingkungan Kemenhub. Mengingat sector transportasi (terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara) merupakan pintu masuk penularan HIV/AIDS terutama pada daerah – daerah yanhg berpotensi berkembangnya prostitusi seperti daerah di sekitar pelabuhan – pelabuhan, terminal dan stasiun sebagai pusat mobilisasi manusia.

Dengan meningkatnya jumlah kasus baru HIV/AIDS yang ada di Indonesia secara signifikan dari tahun ke tahun, sehingga sangat memerlukan perhatian khusus untuk penanggulangannya serta pencegahannya. Kemenhub juga bekerjasama dengan KPA Nasional sebagai penanggung jawab upaya pencegahan hiv/AIDS di Indonesia.

Indonesia adalah salah satu yang disebut “ Epidemi Terkonsentrasi “ yang artinya, Indonesia mempunyai tingkat Prevalensi lebih dari 5 % dalam kelompok populasi resiko tinggi. Kelompok ini menurut definisi termasuk pekerja seks komersial, pengguna narkoba suntik dan mereka yang menjalankan hubungan sekseual sesama jenis.

Sejak kasus pertama terdeteksi di negeri ini, kasus HIV/AIDS meningkat secara drastis, menurut infosrmasi dari Kementrian Kesehatan melalui surat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No : PM.02.02/DI/III.3/197/2017 tgl 08 Februari 2017 perihal laporan perkembangan HIV/AIDS Triwulan IV thn 2016 disebutkan bahwa pada akhir Desember 2016 terdapat 232.323 kasus HIV/AIDS dan 86.780 kasus AIDS.

Mengenai statistic ini, hanya jumlah puncak gunung es yang tidak diketahui besarnya, dan jumlah kasus HIV/AIDS terbesar di Indonesia ada tedapat di 12 provinsi yaitu, DKI Jakarta, Papua, Papua Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Riau dan Jogjakarta.

Bedasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Medan sampai bulan Januari 2016, warga yang tertular oleh HIV/AIDS sebanyak 422 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 68 orang. Jenis kelamin yang banyak tertular HIV/AIDS adalah laki – laki dan berjumlah 299 orang, sementara jumlah wanita yang tertular sebanyak 123 orang.

Dari jumlah banyaknya kasus yang tertular tersebut dapat diperinci sebagai berikut, Kasus HIV/AIDS berdasarkan factor risiko dari Hetero Sekssual mencapai 308 kasus, Homo Seksual 91 kasus, IDUS 10 kasus, Perinatal mencapai 6 kasus dan Transfusi darah hanya 1 kasus, sementara tidak diketahui 6 kasus.

Diharapkan Sosialisasi ini dapat dijadikan media yang efektif dan efesien dalam peningkatan peningkatan pengetahuan dan pemahaman para pejabat/pegawai dan keluarga serta taruna/taruni. Dengan demikian mereka memiliki kesadaran untuk mencegah dan melindungi diri secara dini serta keluarganya dari bahayanya HIV/AIDS. (Wapemred)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.