Selasa, 25 Juli 2017

Gara gara Pelaksanaan Pokmas tidak Sesuai RAB, Bendahara Pokmas Majapahit Ditahan Kajari Sumenep

    7/25/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Gara-gara Pelaksanaan pokmas tidak sesuai RAB Bendahara Pokmas Majapait Ahmad (39) warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditahan Kejari setempat, Selasa (25/7/2017).

Ahmad diperiksa tim penyidik Kejari Sumenep sebagai saksi sejak pukul 10.00 WIB atas kasus pembangunan Dermaga di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, yang menggunakan dama Hibah tahun 2014 senilai Rp 600 juta yang diduga tidak sesuai denga RAB. Setelah menemukan dua alat bukti, status dinaikkan menjadi tersangka, dan langsung ditahan sekitar pukul 15.30 WIB.



”Yang bersangkutan sudah kita panggil dua kali mangkir, karena dia berada di Jakarta. Kebetulan hari ini ada disini menghadiri penggilan kami, dan dengan pertimbangan tim akhirnya kita naikkan statusnya sebagai tersangka dan langsung dilakukan panahanan selama 20 hari kedepan,” kata Kasi Pidsus, Agus Subagiya. Selasa, ( 25/7/17)

Menurutnya, indikasi pelanggaran yang ditemukan oleh tim Kejaksaan adalah pembangunannnya tidak sesuai dengan RAB, dan nilai kerugian negaranya sudah dihitung oleh tim ahli. ”Nilai kerugiannya masih kita hitung oleh tim ahli,” terangnya,"

Disinggung, apakah masih ada tersangka lain dalam kasus tersebut? Pihaknya mengaku masih menunggu waktu untuk menentukan tersangka lagi.

”Untuk tersangka lain masih kita kembangkan, dan kita sudah memanggil ketua pokmas pajapahit sebagai saksi dan saat ini masih belum kita tetapkan sebagai tersangka,”paparnya.

Menurut Agus, Ahmad melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi.

“Jika tersangka terbukti melanggar pasal 2, ancaman hukumannya dipenjara minimal 4 tahun. Dan jika terbukti melanggar pasal 3, dihukum satu tahun penjara,” tegasnya. (SR)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.