Rabu, 19 Juli 2017

Harga BBM Di Kepulauan Melambung Tinggi

    7/19/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Lambatnya Pengriman bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar terjadi di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hal itu mengakibatkan harga bensin eceran melambung tinggi hingga tembus Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 per liter. Rabu ( 19/7/17).

Salah seorang warga Kangean, Faizal menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ini stok BBM di daerahnya mengalami kelangkaan disebabkan pasokan bahan bakar tersebut lambat. Sehingga mengakibatkan harga bensin mengalami kenaikan.

“Ini disebabkan karena pasokan dari Pertamina ke agen premium, minyak, dan solar (APMS) yang berada di Kepulauan Kangean lambat, sehingga terjadilah kekurangan pasokan,” kata Faizal.



“Saat ini harga bensin naik drastis hingga mencapai Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 per liter,”Jelasnya.rabu (19/7/17)

Menurnya , kejadian semacam ini seharusnya ada perhatian khusus dari pihak pemerintah daerah untuk terus mengawasi aktifitas penjualan premium ditingkat pengecer. Sehingga kelangkaan BBM bisa segera teratasi dan masyarakat kepulauan tidak lagi mengalami kekurangan bahan bakar.

“Kami minta pemrintah setempat harus lebih ketat lagi dalam pengawasan, karena warga kepulauan sangat tinggi akan kebutuhan BBM untuk keperluan aktifitas sehari-hari seperti kebutuhan mesin diesel dan kendaraan bermotor,” paparnya.

Terpisah, Kabag Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin menjelaskan,  faktor terjadinya kenaikan harga BBM di kepulauan Kangean karena stok di masing-masing APMS habis. Hal ini akibat belum adanya pasokan dari Pertamina yang disebabkan cuaca buruk sehingga kapal tanker pengangkut BBM tidak bisa berlayar.

“Sebenarnya, kapal tanker sudah merapat di pelabuhan Tanjung Wangi untuk melakukan pengisian BBM yang akan di distribusikan kesejumlah kepulauam di Sumenep, seperti Kangean. Karena cuaca yang tidak mendukung, akhirnya sampai sekarang masih nunggu cuaca membaik baru akan melakukan pelayaran ke pulau-pulau untuk memenuhi kebutuhan APMS di Kepulauan,” terang Mustangin.

Mantan Camat Gapura ini juga mengakui terkait kelangkaan bahan bakar minyak di beberapa kepulauan di Sumenep. Menurutnya, kelangkaan tersebut diakibatkan karena sejumlah APMS yang biasa melayani pembelian bensin dan solar saat ini stoknya sudah habis.

“Karena di APMS stok BBM sudah habis, jadi ditingkat pengecer harga bensin mengalami lonjakan cukup tinggi yaitu Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000,”‎ tuturnya.

Disinggung terkait penimbunan, Mustangin menyampaikan, pihak pemerintah baik tingkat kabupaten ataupun di tingkat kecamatan sudah sering kali melakukan pemantauan kebawah untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan bensin yang akan menyebabkan kelangkaan terhadap bahan bakar baik itu jenis premium ataupun bensin.

“Kemarin forum pimpinan kecamatan (Formimka) sudah melakukan razia disejumlah pengecer, tapi tidak ditemukan penimbunan. Akan tetapi kalau ada masyarakat yang menemui agen melakukan penimbunan segera laporkan ke pihak Kepolisian untuk kami tindak sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya. (Sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.