Kamis, 03 Agustus 2017

Eks Tapol Napol Minta Gubernur Irwandi Menyelesaikan Dana Korban Konflik

    8/03/2017   No comments

MOKI, Banda Aceh-Gubernur Aceh diminta segera mengambil peran untuk menyelesaikan permasalahan dana pemberdayaan bagi korban konflik sebesar Rp 650 Milyar. Hal ini disampaikan oleh Muhammad, Ketua Eks Tapol Napol Aceh hari ini (2/8) kepada MOKI di Banda Aceh.

Dikatakan juga para mantan kombatan eks tapol napol aceh sampai saat ini terus menunggu kejelasan proses hukum dan kebijakan yang akan diambil oleh Pemerintah Aceh.

Sebagaimana diketahui bahwa kasus dugaan penyimpangan dana pemberdayaan bagi korban konflik ini mencuat sejak debat kandidat calon gubernur pada Pilkada yang lalu. Selain itu kasus ini juga telah dilaporkan oleh LSM GeRAK Aceh ke Kejaksaan Tinggi Aceh pada 24 Januari 2017 yang lalu. Namun sangat disayangkan proses hukum terhadap kasus ini terus berlarut-larut sampai sekarang.

Penyelesaian kasus ini dianggap penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap persoalan yang terjadi dengan penggunaan dana yang besar dari APBA. Hari ini banyak pihak yang menunggu apakah kasus ini benar-benar ada korupsinya. Bagaimana dengan nama-nama penerima bantuan, apakah mereka benar-benar berasal dari korban konflik, ungkap.




Kalau benar, apakah bantuan yang diberikan sampai ke yang bersangkutan. Jika tidak maka diperlukan evaluasi dari Pemerintah Aceh yang baru untuk mengakomodir bantuan hibah bansos yang tidak tepat sasaran tersebut. Kami tidak ingin mencampuri urusan politik karena ini murni merupakan persoalan pemberdayaan bagi korban konflik.

Kami dari eks tapol napol telah memperjuangkan aspirasi bagi anggota yang tersebar di wilayah aceh. Selain mengadukan aspirasi ke DPRA juga telah kami sampaikan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh pada 30 Maret 2017 yang lalu.

Jika dikatakan penyelesaian rekonsiliasi terhadap korban konflik eks kombatan dan tapol napol sudah selesai, maka buktinya. Silahkan cocokan yang ada diatas kertas dan keadaan dilapangan. Masih banyak korban konflik dan tapol napol yang belum tersentuh program pemberdayaan dari pemerintah. Kami hanya menuntut dan memperjuangkan hak-hak kami, tambahnya.

Dalam waktu dekat kami berharap untuk bisa bertemu langsung dengan Gubernur Irwandi menyampaikan permasalahan tersebut yang telah begitu lama berlarut-larut.  Untuk hal ini, saya sudah berkoordinasi dengan semua rekan-rekan di kabupaten/Kota, imbuhnya.

Sejak dilantik pada 15 juli 2017, Gubernur Irwandi telah memberikan langkah cepat terhadap berbagai persoalan kesehatan dan program JKA Plus. Dan banyak pihak berharap juga permasalahan dana korban konflik dapat diselesaikan dengan bijak. (Hanafiah)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.