Minggu, 24 September 2017

Aceh Jaya Taklukkan Simeulu 4 - 2, Sabang Ditahan Aceh Barat 0 – 0

    9/24/2017   No comments

MOKI, Sabang-Pada hari kedua Pra PORA cabang olah raga Sepak Bola Pool D yang dilaksanakan di Kota Sabang, Kesebelasan dari Kabupaten Aceh Jaya berhasil menaklukkan anak-anak dari Kabupaten Simeulue dengan skor 4 – 2 (1-1). Sementara itu Aceh Barat yang sehari sebelumnya takluk atas Aceh Selatan, berhasil menahan imbang kesebelasan tuan rumah Kota Sabang dengan skor 0 – 0, Minggu (24/09-17) sore Stadion Sabang Merauke.



Pada pertandingan pertama antara kesebelasan Simeulue vs Aceh Jaya berjalan sangat solit saling menyerang bergantian, namun Hedri Hernanda bernomor 3 gelandang bertahan dari Simeulue di menit ke 9 terkena akumulasi kartu kuning. Dan hal ini kembali diulanginya pada menit ke 35 dengan menekel keras pemain Aceh jaya dan dikenai kartu Merah, dia dikeluarkan dan sangat merugikan kesebelasan Simeulue.

Di menit ke 37 pemain Aceh Jaya Arjunaedi (7) memanfaatkan peluang yang diberikan kepadanya yang menghasilkan gol kemenangan untuk Aceh Jaya 1-0. Meskipun bermain dengan 10 orang kesebelasan Simeulue tidak pantang menyerah dan melakukan serangan balik yang dasyat sehingga 2 menit kemudian pada menit ke 39, Rinaldo berhasil memanfaatkan peluang yang diberikan kepannya dan menghsilkan gol, keadaan 1 – 1 bertahan hingga peluit babak pertama.



Pada babak ke dua, Kesebelasan Simeulue kembali menggedor pertahanan Aceh jaya namun bebrapa kesempatan emas tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Terjadi kemelut digawang Simeulue dan pemain bernomor punggung 17 menendang ke gawang dan menghasilkan gol, meskipun tendangannya tidak begitu keras.

Kembali tercipta gol ke gawang Simeulue, oleh pemain bernomor punggung 7 dilakukan tendangan keras yang tidak dapat ditaklukkan oleh penjaga gawang skor menjadi 3 – 1. Dengan semangat tinggi para pemain Simeulue berjuang, dan mendapatkan tendangan bebas yang dilakukan dengan keras namun dapat ditepis oleh penjaga gawang dan bola mental berhasil dimanfaatkan Rinaldo dan mengahsilkan go.



Namun akibatnya Rinaldo terkapar dan tidak dapat melanjukan pertandingan, dengan demikian pertahan simeulue semakin goyah saja dan kembali anak-anak Aceh jaya dapat memanfaatkan kesempatannya pada menit-menit akhir. Pemain Aceh Jaya nomor 10 memanfaatkan peluang baik dan menciptakan gol sehingga keadaan menjadi 4 – 2 untuk kemenagan Aceh Jaya.

Sementara itu pada pertandingan kedua antara kesebelasan Kota Sabang vs Aceh Barat berjalan dengan alot dan ketat, anak-anak dari Sabang di babak pertama melakukan serangan-serangan maut ke gawang Aceh Barat. Terlihat ada 5 peluang emas yang didapatkan para pemain Sabang namun keberuntungan belum lagi didapat sehingga peluang gol tidak tercipta.



Kepemimpinan wasit Arifin sempat menimbulkan permasalahan kepada pemain Kota Sabang pasalnya, yang melakukan pelanggaran slading takle adalah pemain dari Aceh Barat terhadap pemain bernomor punggung 7. Tetapi pelanggaran itu dinyatakan kepada pemain sabang padahal posisi bola mati berada di garis pinalti dan sangat merugikan bagi Kota Sabang.

Akibatnya para pemain dan pelatih melakukan protes keras, karena merasa terlalu didekati oleh para pemain dari kesebelasan Kota Sabang maka wasit memberikan kartu kuning untuk salah seorang pemain, sehingga menjadi rugi dua kali. Dan pertandingan dilanjutkan sampai babak pertama berakhir keadaan tetap 0 – 0.

Memasuki babak kedua, para pemain dari Aceh Barat merubah pola permainan, dan mereka mulai melakukan penyerangan-penyerangan yang akurat. Berbagai peluang emas tercipta tetapi belum juga menuai gol. Begitu juga beberapa peluang emas yang ada pada kesebelasan Kota Sabang tidak dapat menghasilkan gol hingga babak kedua keadaan tetap 0 – 0.



Berbagai komentar yang diberikan oleh para penonton terhadap kepemimpinan wasit, dan penonton menyoraki wasit Arifin ketika selesai permainan babak pertama. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian dari Komisi Disiplin Wasit PSSI Provinsi Aceh, jangan ada lagi wasit yang begini diikut sertakan memimpin pertandingan Pra PORA, karena dapat menimbulkan keributan sesama pemain apalagi penonton yang sudah pada marah melihat kejadian teresebut, ujar penonton yang tidak mau disebutkan namanya.(Tiopan. AP)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.