Sabtu, 09 September 2017

Asta Syek Angga Suto ( Pencetus Garam pertama kali di dunia) Di Padati Ribuan Warga

    9/09/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Asta Syeh Anggasuto dipadati ribuan warga untuk mengikuti upacara Nyadar atau Nyader (dalam sebutan bahasa madura) yang dilaksanakan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat, sore. (8/9/2017).



Dari pantauan kabar investigasi,  Ada yang menyedot perhatian pada pelaksanaan Upacara Nyadar ini. Ternyata warga yang mengikuti upacara adat itu tidak hanya warga Desa Pinggir Papas, dan Karanganyar Kecamatan Kalianget. Melainkan ada warga dari beberapa desa di kabupaten sumenep ikut juga upacara tersebut. Mereka berdesak desaan masuk ke area asta Syeh Anggasuto hanya untuk berziarah di makam beliu.

“Upacara adat Nyadar ini memang merupakan adat warga Desa pinggir papas dan warga desa Karanganyar kec. Kalianget yang dilakukan di Asta Syeh Anggasuto di Desa Kebundadap Barat, kec. Saronggi.,”kata Lipi sesepuh warga setempat, Jumat (8/9/2017).

Upacara Nyadar tersebut sebagai ungkapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pemberiaan berkah khususnya hasil dari panen garam dan rasa terima kasih terhadap leluhur warga Pinggir Papas. Nyadar diadakan di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, karena disana terdapat sebuas Asta, Pesarean atau Makam leluhur warga Pinggir Papas yaitu Syeh Anggasuto, Syeh Kabesa, Syeh Dukon, dan Syeh Bengsa dimana diantara beliau adalah orang yang pertama kali menemukan garam dan menemukan cara pembuatan garam.



“Syeh Anggasuto ini merupakan sesepuh warga Pinggir Papas yang datang ke Pulau Madura dalam rangka menyebarkan Syiar Islam dan sekaligus penemu pertama kali mengenai garam dan cara membuat garam . Nyadar ini sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau selaku pembawa rezeki,” Ucapnya.

Ia menuturkan, upacara Nyadar dilaksanakan dua kali dalam setahun. Untuk tahun ini, Nyadar digelar pada bulan Agustus dan September. “Nyadar dilakukan saat bulan terang, seperti hari ini,” ujarnya.



Lipi mengungkapkan, setiap pelaksanaan upacara Nyadar, selalu menyedot perhatian masyarakat. Tidak hanya dari Sumenep sendiri, bahkan dari Pamekasan dan Sampang, Bangkalan bahkan dari luar jawa pun juga datang.

“Mereka ingin melihat langsung upacara Nyadar tersebut. Dan kami juga bersyukur selama bertahun-tahun upacara Nyadar berlangsung aman dan lancar, meski ribuan warga berbondong-bondong datang ke lokasi ini,” pungkasnya.

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.