Kamis, 28 September 2017

Marak Kasus Agraria, HKTI Siap Advokasi Petani

    9/28/2017   No comments

MOKI, Jember - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tidak  akan berhenti dalam memperjuangkan nasib petani sampai petani hidup layak, sejahtera, serta dapat menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan berkualitas. Selain itu, HKTI siap mengadvokasi maraknya kasus sengketa tanah yang dihadapi petani.





Demikian disampaikan Ketua Pimpinan HKTI Provinsi Jawa Timur di hadapan ratusan petani dalam Sosialisasi Program M400 bersama Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, Jember, Rabu, (27/09/2017).

Wakil Ketua Komite II DPD RI ini juga menegaskan, jika kasus sengketa tanah yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jatim telah merugikan dan mengancam masa depan petani.

Nawardi menyebut, petani termasuk kelompok yang rentan mengalami kriminalisasi dalam konflik agraria. Mirisnya, aparat penegak hukum terkadang mengambil tindakan represif dalam menyelesaikan sengketa tanah.





“Dalam 11 tahun terakhir sampai 2016, Jawa Timur menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia dalam aspek konflik agraria termasuk yang melibatkan petani. Catatan ini menjadi peristiwa kelam tentang potensi terancamnya masa depan dan nasib petani,” ujar Nawardi. 

Eskalasi konflik agraria yang melibatkan tanah petani kata Nawardi, setiap tahun terus mengalami kenaikan. Hal ini imbuh Nawardi, akan menjadi perhatian HKTI untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum untuk menyelamatkan petani dari berbagai tindakan kriminalisasi.

“Tahun 2016 puluhan petani di Blitar ditangkap karena bertani di tanahnya sendiri yang diklaim oleh perusahaan tertentu. Ini contoh kecil dari sekian kasus sengketa tanah yang merugikan petani,” terang Nawardi.

Pemerintah nilai Nawardi, sering tidak tegas dalam menyelesaikan sengketa tanah. Akibatnya petani sering bertindak anarkis sebagai reaksi atas tindakan sewenang-wenang dan ketidakadilan yang diterimanya.





“HKTI memberikan perhatian khusus terhadap maraknya kasus sengketa tanah yang merugikan petani. HKTI siap memberikan pendampingan dan advokasi atas setiap persoalan yang dihadapi petani. Ini komitmen HKTI dalam menyelamatkan masa depan petani,” beber Nawardi.

Selain itu, Senator anak petani asal Kabupaten Sampang, Madura ini juga mengatakan, bangsa Indonesia harus bangga dan berterima kasih kepada petani karena telah memberikan makan setiap hari.

“Tanpa petani kita akan lapar. Tanpa petani bangsa ini tidak akan maju. Bahkan tanpa jasa petani dunia akan dilanda kelaparan,” kata Ahmad Nawardi.

Karena itu, Ketua Umum Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Jawa Timur ini meminta petani Indonesia harus bangkit dan kaya. Demikian lanjut Nawardi, dapat dilakukan melalui kenaikan anggaran dalam setiap pembahasan APBN dan APBD oleh pemerintah pusat dan daerah. 





“Selama ini anggaran untuk pertanian dari tingkat pusat sampai daerah jumlahnya sangat kecil. Padahal sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani,” tukas mantan anggota DPRD Jatim tersebut. (AN)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.