Minggu, 10 September 2017

Peduli Tragedi Rohingya, Masyarakat Sumenep Gelar Do'a Bersama

    9/10/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Tragedi biadab kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar terus  menjadi perhatian dunia khususnya Masyarakat Sumenep, yang malam ini menggelar doa bersama yang dikemas dalam, Doa Partai Politik Sumenep Untuk Rohingya, di depan masjid Jamik Sumenep, Madura Jawa Timur, Sabtu (9/9) malam.



Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep, Wakil Bupati, Jajaran Pimpinan Forpimda, Plt.Sekdakab, Pimpinan OPD dan Staf , Jajaran Pimpinan/Pengurus Parpol dan Simpatisan, Ormas, Tokoh Masyarakat, Ulama dan ribuan  masyarakat.

Bupati  Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan dalam sambutanya, Doa bersama ini sesunguhnya bukan atas dasar kesamaan agama tetapi murni atas nama kemanusiaan.Sebab, krisis kemanusiaan di Myanmar bukanlah konflik agama, tetapi
semata mata adanya kepentingan lain di dalamnya.



"Do'a bersama ini sesungguhnya bukan atas dasar kesamaan agama, tetapi murni atas nama kemanusiaan," kata Busyro. Sabtu (9/9/17) malam.

Lanjut Busyro,  Kita sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan sewenang wenang militer Myanmar terhadap warga rohingya, yang menewaskan 400 orang,  di bunuh secara keji dan ratusan ribu mengungsi ke negara lain.

"Kita sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan keji militer Myanmar terhadap warga rohingya," Tegasnya.



Menurutnya, tindakan tersebut telah mencidrai prinsip kemanusiaan yang sesungguhnya perlu dijunjung tinggi.
Kekerasan dan penindasan dengan alasan apapun adalah prinsip yang mencedrai kemanusiaan dan agama,"Ucapnya.

Ia menambahkan, tragedi Myanmar juga menjadi otokritik bagi kita,  untuk terus  menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam konteks berbangsa dan bernegara.



"Mari kita singkirkan jauh jauh narasi kebencian terhadap sesama, yang hanya akan berujung pada penumpukan dosa sosial. Jangan ada penindasan yang  berkuasa atas lemah, mayoritas atas minoritas, dan kaya atas yang miskin," Imbuhnya.

Saya juga berharap, isu Rohingya ini tidak dimanfaatkan kelompok orang tidak bertanggung jawab untuk memancing di air keruh dengan memainkan isu agama. Sebab isu agama sensitif memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,"pinyanya.

Bupati dua priode itu berharap,  rasa kebersamaan dan persaudaraan harus kita pertahankan demi bangsa yang damai dan sejahtera.



"Mari rasa kebersamaan dan persaudaraan harus kita pertahankan demi bangsa yang damai dan sejahtera," Harapannya.(sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.