Senin, 25 September 2017

Pemko Langsa Peringati BBGRM dan HKG PKK Di Gampong Sidodadi

    9/25/2017   No comments

MOKI, LANGSA-Pemerintah Kota Langsa memperingati hari Pencanangan Pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Gampong Sidodadi Kecamatan Langsa Lama. Senin (25/9/2017).



Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE, yang membuka acara tersebut mengatakan pembangunan masyarakat gampong sebagai basis pembangunan daerah dan pembangunan nasional perlu mendapat perhatian serius dari kita semua, agar kesenjangan hidup masyarakat tidak semakin melebar yang dapat terimplikasi timbulnya kecemburuan sosial dan disintegritas sosial bahkan disintegritas bangsa.

Oleh karenanya, kearifan nilai-nilai sosial budaya lokal dalam aspek kegotong royongan dan ke swadayaan patut didayagunakan, dilestarikan dan dikembangkan agar menjadi potensi sehingga mendukung efektifnya pelaksanaan pembangunan masyarakat gampong.



Lanjutnya, pelaksanaan BBGRM didaerah bukan merupakan hal yang baru bagi kita, artinya kita pernah melaksanakan acara gotong royong tersebut, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan yang lebih besarn seperti gotong royong untuk membersihkan mesjid, saluran irigasi, parit-parit pembuangan, jalan dan lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan BBGRM ini kita harapkan bersama agar setiap komponen masyarakat gampong dapat bekerjasama dengan baik, sehingga sesulit apapun yang kita kerjakan jika kita melakukan secara bersama-sama (gotong royong), maka setiap pekerjaan yang kita lakukan akan dapat dengan mudah diselesaikan.



Pada kesempatan ini, saya minta kepada camat, mukim, geuchik dan seluruh perangkat gampong agar dapat menggerakan masyarakat melakukan gotong royong dalam wilayah kerja masing-masing serta agar selalu mengawasi atau melarang masyarakat membuang sampah ke sungai, parit dan pada tempat-tempat yang dilarang membuang sampah sembarangan. Melarang masyarakat membangun rumah di bantaran sungai, bekas rel kereta api dan pada tempat-tempat yang dilarang mendirikan bangunan.

Kemudian, melarang warga yang menggunakan berem jalan untuk tambahan bangunan, kios dan menanam tanaman yang menganggu dan mengurangi lebar jalan. Ini semua dimaksudkan sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan dan memelihara keindahan Kota Langsa.



Lanjut Walikota Langsa, Usman Abdullah, di tengah acara pembukaan pencanangan hari  bulan Bhakti gotong royong tersebut, seraya meminta para Geuchik se kota Langsa, yakni dalam penggunaan anggaran dana desa, seperti peran geuchik hindarilah sikap yang akan menimbulkan pertikaian di dalam pemerintahan desa terhadap warganya. Agar geuchik bisa bekerjasama dengan Tuha Peut setempat. Semua dana bantuan pemerintah belakangan ini, geuchik hanya  bekerja sendiri ( One Man Show). Apa bila geuchik seperti demikian, maka geuchik tersebut akan mengalami berbagai tudingan masyarakat tentang penyimpangan dana desa yang tidak transparan dengan Tuha Peut Gampong. " Tegas Walikota.



Terlaksananya acara tersebut, diikuti oleh seluruh unsur Muspida, para camat, geuchik dan Tuha Peut yang ada di kota Langsa.(Rusdi Hanafiah).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.