Rabu, 11 Oktober 2017

Di Sebut Berlaga Kayak Bos, Kadis Pertanian Sumenep Murka

    10/11/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Audensi Aktifis Lingkar Intektual Mahasiswa ( Lima) dengan Kadis Pertanian Tanan Pangan Holtikura dan perkebunan ( Kadisperta Hortbun)  Sumenep Madura Jawa Timur Sempat Memanas Lantaran tudingan peserta " Berlaga Kayak Bos" Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan (Kadisperta Hortbun) Bambang Heriyanto Murka. Rabu. 11/10/17.




Ia tampak tidak terima saat dituding berlaga kayak bos , karena enggan jemput bola terkait banyaknya petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sebagaimana pantauan awak media diruang audiensi, karena saking geramnya dengan tudingan peserta audiensi, Bambang sempat menunjuk-nunjuk peserta audiensi, dan menggebrak meja berulang kali.




Tudingan tersebut bukan tanpa alasan, mereka membeberkan sederet temuan di masyarakat, masih banyak petani belum memiliki kartu tani sehingga terkendala dalam pembelian pupuk bersubsidi.

Ada bayak petani yang tidak mendapatkan kartu tani, ada pula orang yang bukan petani bertitel haji memiliki kartu tani.

"Banyak petani yang berhak tidak tercover, padahal katanya sudah bekerja sama dengan Disdukcapil, kan aneh harusnya kan data penerima riel dan valid," kata Ketua Lima, Sofyan Hosen. Rabu,  11/10/17.




Bahkan, secara tegas pihaknya menuding banyak birokrasi (penyuluh pertanian) berlaga kayak bos, karena hanya menunggu petani mendaftar dan tidak ada upaya jemput bola.

"Birokrasi dibawah masih memposisikan diri sebagai bos, penyuluhnya tidak jalan, tidak ada upaya jemput bola," tudingnya




Sementara, Kadisperta Hortbun Sumenep, Bambang Heriyanto sepertinya tidak terima saat dituding berlaga kayak bos. Lantaran enggan jemput bola terkait banyaknya petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

Dia menerangkan,  Pihaknya bukan tidak menjeput bola, karena petugas kami sering ke lapangan memberikan arahan kepada petani.




"Petugas kami sering turun ke lapangan memberikan arahan kepada petani, supaya bergabung ke kelompok tani (poktan) agar bisa mendapatkan kartu tani," Tegasnya.

Dia menjelaskan, Berdasarkan aturan, subsidi pupuk diberikan kepada pemilik lahan, penggarap dan penyewa. mereka semua berhak mendapatkan kartu tani.

“Yang punya kartu tani pasti tergabung di poktan, kalau dia bukan petani mungkin saja dia pemilik lahan,” Jelasnya.




Pupuk bersubsidi ini tidak kesulitan dalam penebusannya, hanya dengan syarat tergabung dalam kelompok tani (poktan).

“Pupuk bersubsidi peredarannya terbatas dan diawasi, jadi tidak sembarang orang bisa membeli jika tidak tergabung dalam poktan,” jelasnya.

Ditambahkan, jika ada oknum nakal yang menjual belikan pupuk bersubsidi, silahkan laporkan agar diproses.




“Silahkan laporkan kalau ada temuan, tahun 2016 lalu juga ada temuan, kita proses hukum,” pungkas Bambang.(sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.