Kamis, 26 Oktober 2017

Dispertahortbun Sumenep, Mencetak Petani Jadi Pengusaha

    10/26/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Melalui  kemitraan Jagung Hibrida Dispertahortbun Sumenep Madura Jawa Timur akan mencetak petani jadi pengusaha. Kamis, 26/10/17.




Dalam acara penandatanganan kesepakatan (MoU) program  kemitraan jagung hibrida Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fausi menyampaikan Pada tahun 2017 pemerintah kabupaten Sumenep melalui  DISPERTAHORTBUN melaksanakan perubahan mindset ( pola pikir) petani, yang semula tani untuk tanak menjadi tani untuk bisnis.




Yaitu melakukan  perubahan dengan melaksanakan penanam varietas jagung Hibrida sebesar 70 persen dan verietas jagung lokal sebesar 30 persen yang  dilaksanakan melalui program kemitraan dengan bekerja sama antara  Dispertahortbun, perbankan,  produsen benih, dan of taker.

"ini bertujua agar Sumenep yang selama ini menjadi tumpuan jawa timur sebagai Penyumbang terbesar  produksi jagung yang mencapai 30 persen, dapat menambah sumbangan prosentase menjadi 80 persen," Kata wakil Bupati Sumenep Ahmad Fausi,  Saat menghadiri MoU Program kemitraan Jagung Hibrida. di kecamatan Rubaru. Rabu 25/10/17.




Menurutnya, Dengan adanya kemitraan ini,  lokasi sentra tanaman jagung yang pada awalnya hanya 6 kecamatan yaitu,  Guluk guluk,  Ganding,  Lenteng,  Paragaan,  Rubaru,  dan Ambunten, akan kita kembangkan ke 27 kecamatan yang ada di kabupaten Sumenep,"Imbuhnya




Sementara, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumenep Bambang Heriyanto mengatakan, Melalui Kemitraan Jagung hibrida, para petani diajak ber agribisnis menjadi pengusaha, sebab saat ini 80 persen petani masih menanam jagung lokal, sedangkan 20 persennya tanam jagung hibrida.

Program kemitraan jagung hibrida melibatkan empat stakeholder yaitu produsen jagung hibrida, produsen pupuk, perbankan serta melakukan kontrak kerja dengan ofteker atau pembeli.




Empat stakeholder ini akan bertanggung jawab mulai dari persiapan lahan, pengelolaan lahan tanam hingga paska panennya.

“Empat stakeholder akan bekerjasama mengawal program kemitraan ini sehingga petani tidak akan mengalami kesulitan mulai dari masa tanam hingga pasca panennya,” ujar Bambang,




Bambang menambahkan, untuk mendukung program kemitraan jagung hibrida nantinya akan dibangun pabrik produsen jagung, bahkan setiap 800 hektar lahan tanam jagung akanada satu tenaga pendamping untuk mengawal budidaya jagung hibrida di Sumenep.(sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.