Minggu, 08 Oktober 2017

Pesan Jokowi Pada Hari Perdamaian Internasional Di Ponpes An-naqoyah Sumenep

    10/08/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Presiden RI, Joko Widodo  tiba di Pondok pesantren An-noqayah  Kecamatan Guluk guluk Sumenep Madura Jawa Timur sekitar pukul 10.45, Minggu, 8 Oktober 2017.




Kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Pompes An-naqoyah dalam rangka menghadiri Hari Perdamaian Internasional yang  gagas Yeni Wahid, yang disambut oleh pengasuh pondok pesantren Annuqayah,  KH. Abd. A’la dan KH. Abdul Muqsith Idris dan ribuan  santri dan para undangan.




Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan, negara indonesia yang terdiri dari banyak suku, agama, budaya, dan bahasa yang berbeda. Presiden Repulik Indonesia Joko Widodo tekankan kepada masyarakat indonesia untuk selalu menjaga perdamaian di bumi nusantara ini.

"Indonesia itu memiliki berbagai suku, berbeda agama, budaya dan berbeda bahasa. Maka, perlu hati-hati dan jangan sampai ada gesekan apalagi konflik. “Beraneka ragam itu merupakan takdir yang harus dijaga. Sekecil apapun yang bisa menyebabkan perpecahan harus segera diatasi, ” Kata Jokowi. Minggu. 8/10/17.




Bahkan, sambungnya jokowi, dengan perdamaian yang terjadi di Indonesia, Afghanistan tertarik untuk datang ke Indonesia. “Mereka akan melihat Indonesia, banyak suku, daerah, berbeda bahasa dan juga budaya namun tetap ada perdamaian, ” Imbuhnya.

Untuk itu, Jokowi meminta warga untuk menjaga persaudaraan, menjaga ukhuwah Islamiyah, menjaga ukhuwah Basyariah dan Ukhuwah Wathaniyah. “Tetap menjaga perdamaian. Wanita juga bisa menjadi kunci perdamaian," Katanya.




Sementara Yeni Wahid mengatakan, hari ini adalah agenda kolaborasi antara UN women dan Wahid foundation dengan didukung khusus dari Pemerintah Jepang.

"Di sini juga telah hadir konjen Jepang, mendapat mandat untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan di dunia," katanya dihadapan para tamu undangan.

Pihaknya juga berterima kasih kepada pondok pesantren Annuqayah yang telah tersedia untuk menjadi tuan rumah acara hari ini.




"Pondok pesantren Annuqayah merupakan pesantren tertua di Sumenep, dari sinilah banyak lahir tokoh ulama dan kyai," sebutnya.

Ditegaskan putri mantan presiden ke 4 ( Gusdur) ini, Selama ini, para Kyai tua perjuangan untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian di bumi Nusantara.




Untuk itu, perempuan merupakan tiang negara, kalau perempuan yang baik maka negaranya juga baik.

"Pasti dibelakangnya terdapat peran perempuan yang luar biasa turut serta dalam perjuangan tersebut," kata dia.

Diharapkan, para perempuan di Madura, memiliki program penguatan ekonomi keluarga, di mana perempuan akan dibantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari tambahan nafkah.




"Mereka bisa tetap tinggal dirumah untuk mengasuh anaknya, tetapi bisa membuat usaha kecil membantu pendapatan keluarganya," tutpnya.  (Sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.