Sabtu, 11 November 2017

Aceh Perbanyak Pemandu Koperasi Baru

    11/11/2017   No comments

MOKI - BANDA ACEH. Dalam rangka memperkuat gerakan koperasi di Provinsi Aceh, Dinas Koperasi dan UKM bersama Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Wilayah Aceh menyelenggarakan Training of Trainer (TOT)/Pelatihan Pemandu Dasar (PPD) I angkatan II pada tanggal 7 – 13 November 2017 bertempat di Hotel Grand Aceh Kota Banda Aceh.




Kegiatan yang bersumber dari dana APBD 2017 ini diikuti oleh 50 peserta pilihan yang berasal dari perwakilan gerakan koperasi dan Dekopinda dari seluruh kabupaten/kota dan difasilitasi langsung oleh Pelatih Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Nasional Moh Faishol Chusni.

Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Muliyadi, S.Pd, MM menyampaikan bahwa dalam mengembangkan koperasi di Aceh dibutuhkan kebersamaan dari berbagai pihak, oleh karena itu Dinas Koperasi dan UKM Aceh dan DEKOPINWIL Aceh bekerjasama memikirkan dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pengembangan SDM koperasi di Aceh, salah satunya adalah pelatihan pemandu koperasi.




“Para Pemandu ini sangat penting perannya dalam pengembangan koperasi di seluruh Aceh, oleh karena itu manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-sebaiknya agar dapat menjadi pemandu yang baik, karena pemandu itu yang menunjukkan jalan, jangan sampai nanti pemandunya menunjukkan jalan yang salah.” Pesan kepala Dinas.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DEKOPINWIL Aceh, Dr. Mahadi Bahtera, M.Si menyampaikan bahwa  Acara ini sangat penting dilakukan agar provinsi Aceh memiliki lebih banyak pemandu koperasi yang siap memberikan pelayanan pendidikan koperasi untuk seluruh koperasi di provinsi Aceh.




“Banyak koperasi di seluruh Aceh yang membutuhkan pelayanan pendidikan perkoperasian, oleh karena itu, kami siap bersama Dinas Koperasi dan UKM  untuk membangun gerakan koperasi Aceh. Kami sangat berharap dan berusaha memfasilitasi yang terbaik agar hasil pelatihan ini bisa maksimal, sehingga alumni pelatihan ini dapat berkontribusi pada pengembangan koperasi di Aceh. Kami bertekad dengan dukungan Dinas Koperasi dan UKM Aceh lima tahun yang akan datang akan tercipta 1000 pemandu koperasi baru”Tegas Ketua Dekopinwil yang baru menyandang gelar Doktor ilmu ekeonomi tersebut.




Fasilitator pelatihan dari LAPENKOP Nasional, Moh Faishol Chusni, menjelaskan bahwa pelatihan ini mengadopsi konsep Pelatihan Pemandu Dasar (PPD) I LAPENKOP, dimana pemandu yang dilatih saat ini masih merupakan jenjang pelatihan pemandu I (pertama) dari 5 jenjang pelatihan bagi pemandu koperasi, dimana setelah mengikuti PPD I, harus mengikuti PPD II, Pelatihan Pemandu Pilihan (PPP) I dan PPP II, setelah itu mengikuti TOT Nasional.

Pemberlakukan jenjang ke-pemanduan seperti ini untuk memastikan para pemandu yang dihasilkan benar-benar kompeten menjalankan tugasnya baik secara substansi materi maupun teknis fasilitasinya.




Untuk itu materi disampaikan dengan pendekatan andragogy yang mengutamakan metode partisipatif dalam proses pembelajaran agar peserta menguasai materi dengan lebih baik.

Alumni PPD I sebelum mengambil jenjang pelatihan lanjutan, diwajibkan melaksanakan pendidikan anggota (PAg) sebagai Tindak lanjut pelatihan sekaligus sebagai syarat dapat mengikuti jenjang pelatihan pemandu selanjutnya.




“Filosofi pelatihan pemandu adalah memperbanyak jumlah pemandu bagi koperasi, untuk itu para calon peserta pelatihan idealnya berasal dari utusan koperasi, sehingga minimal pemandu tersebut bisa melatih koperasinya sendiri sebelum menyebarkan ilmunya kepada koperasi lainnya, dengan semakin banyak jumlah pemandu maka semakin banyak koperasi yang terlayani program-program pendidikan koperasi.” Demikian ditegaskannya.




Kepala LAPENKOPWIL Aceh, Firdaus Akbar, ST menyampaikan kebanggaannya dan apresiasi kepada para peserta selama mengikuti kegiatan ini sampai dengan larut malam setiap harinya, bahkan sampai hari terakhir masih sangat antusias mengikuti praktik lapangan.

“Kami sangat apresiasi atas keseriusan peserta selama mengikuti pelatihan yang sampai dengan larut malam setiap harinya, ini merupakan bukti bahwa keseriusan peserta sebagai pemandu koperasi yang siap membangun koperasi di Aceh agar lebih baik kedepan.




LAPENKOP Wilayah Aceh yang merupakan induk semang para pemandu akan memantau secara serius tindak lanjut dari PPD I ini, karena para peserta harus melaksanakan pendidikan anggota koperasi sebelum mengikuti jenjang PPD II.” Tegas Firdaus.(Rusdi Hanafiah).   

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.