Rabu, 01 November 2017

Firman Soebagyo Wakil Ketua Baleg DPR-RI Usulkan Rokok Elektrik Dikenai Cukai

    11/01/2017   No comments

MOKI, Jakarta-Belum adanya regulasi yang jelas terkait tarif cukai untuk produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), seperti e-cigarette, vape, tobacco molasses, snuffing tobacco, dan chewing tobacco, membuat Pemerintah akhirnya bakal mulai berfokus menetapkan cukai ada produk rokok elektrik tersebut pada 1 Juli 2018.




Adapun pengenaan tarif cukai HPTL tersebut sebesar 57% dari harga jual eceran yang diberitahukan pabrikan atau importir. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo mendukung langkah tersebut. Sebagai anggota DPR, dirinya telah memperingatkan kepada pemerintah khususnya Menteri Kesehatan agar waspada terhadap peredaran rokok electrik.




"Karena rokok electrik juga sudah menjadi gaya hidup anak-anak disamping aspek kesehatan lebih berbahaya dan menyebabkan ketergantungan," kata Firman di Gedung Parlemen Senayan, Selasa (31/10).

Firman mencontohkan, pemerintah New York menerapkan aturan baru yang melarang rokok elektrik digunakan di seluruh ruang publik. Aturan akan mulai berlaku 30 hari ke depan.




"Ini artinya, kota New York memperlakukan rokok elektrik seperti rokok pada umumnya," ujarnya.

Diketahui, di Indonesia sendiri belum ada aturan khusus untuk rokok elektrik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pernah memaparkan rencananya untuk membuat aturan itu sejak tahun 2014 lalu namun hingga kini belum ada kelanjutan.




Kepala Sub Direktorat Pengawasan Rokok, Direktorat Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dra Lela Amelia, Apt, M.Epid, mengungkapkan bahwa saat ini produk rokok elektrik yang ada di Indonesia diimpor sebagai produk elektronik, bukan produk kesehatan.




"Sehingga produk itu dijual bebas tanpa cukai, tanpa label peringatan, tanpa label bahaya dan tanpa standarisasi. Kenapa? Karena belum ada regulasinya, belum ada kategori si rokok elektrik ini masuk kategori apa di Indonesia," pungkas Lela. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.