Sabtu, 18 November 2017

Ribuan Honorer K2 Sumenep Ancam Mogok Kerja

    11/18/2017   No comments

MOKI, Sumenep-Ribuan tenaga honorer katagori dua (k2) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur  amcam mogok kerja. Sabtu. 18/11/17.




Pasalnya,  Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai nasib masa depan mereka.  Gaji atau insntif yang mereka terima tidak cukup menghidupi kebutuhan hidup keluarga setiap bulan.

Melalui perwakilan tenaga honorer K2 per kecamatan di Kabupaten Sumenep, mereka melakukan rapat koordinasi di Sekretariat Forum Honorer K2 Jalan Setia Budi, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Jum'at 17 November 2017. Kemaren.




Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Sumenep, Abd Rahman menyampaikan, rapat koordinasi dilakukan sebagai persiapan audiensi dengan Bupati Sumenep Busyro Karim untuk memperjuangkan masa depan tenaga honorer k2.

"Kita melakukan rapat koordinasi sebelum audiensi dengan Bapak Bupati Sumenep. Yang ikut rapat pengurus di 22 kecamatan yang hadir," kata Abd Rahman. Sabtu. (18/11/2017).




Surat audiensi sendiri telah dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep pada hari Kamis 16 November kemarin. Saat ini Forum Honorer K2 Kabupaten Sumenep masih menunggu balasan.

Sambung Rahman, audiensi perlu dilakukan sebagai upaya mempertegas keseriusan Pemerintah Daerah khususnya Bupati Sumenep memperjuangkan nasib tenaga honorer K2.




Ada dua tuntutan yang akan dilayangkan kepada orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Diantaranya penerbitan SK Bupati seperti yang diamanatkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 dan peningkatan upah, karena insentif tenaga honorer K2 selama ini belum layak.

"Gaji atau insntif yang kami terima tidak cukup menghidupi kebutuhan hidup setiap bulan. Gaji kami lebih tinggi dari gaji tukang parkir, banyak dari kami yang telah mempunyai istri dan anak. Untuk kebutuhan hidup kami harus cari pekerjaan sampingan," Ucapnya.




Rahman menegaskan, jika nantinya audiensi tersebut menemui jalan buntu, maka sesuai hasil rapat koordinasi yang dihadiri pengurus di 22 kecamatan sepakat melakukan mogok kerja dan aksi turun jalan.

"Hasil rapat koordinasi, kalau audiensi itu nantinya buntu, kita sepakat mohok kerja dan melakukan demo akbar," tegas Rahman.



5
Lanjut dia,  Audiensi yang akan dilakukan dengan Bupati Sumenep tetap diharapkan menemukan jalan keluar. Mengingat pengabdian tenaga honorer K2 terhadap pendidikan dan roda pemerintahan Kabupaten Sumenep tidak dilakukan secara singkat.

"Semoga audensi nanti menemukan jalan keluar," harapanya.




Perludiketahui,   jumlah tenaga honorer K2 di Kabupaten Sumenep sekitar 1766 orang. Dengan rincian tenaga guru sebanyak 1.401 orang dan 365 orang tenaga administrasi.(sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.