Selasa, 14 November 2017

Tidak Miliki Lapak, Pedagang Ikan Terpaksa Berjualan Dipinggiran Jalan

    11/14/2017   No comments

MOKI - LANGSA. Terjadi penyempitan jalan di seputaran pajak ikan Langsa, ini penyebabnya kami dan teman - teman lainnya tidak bisa berjualan ikan ditempat yang sudah disediakan oleh pemerintah kota Langsa, berupa batu lapak (meja) untuk berjualan ikan, masing - masing sudah ada pemiliknya. " Menurut sumber yang tidak ingin namanya disebutkan pada media ini,  Selasa (14/11/2017).




Walaupun ada lapak (meja batu) yang disediakan oleh Pemko Langsa, tetapi kami harus berjualan dipinggiran jalan, disebabkan tak punya lapak untuk dagangan ikan. diduga lapak tersebut sudah habis diperjual - belikan oleh oknum pengurus pajak ikan yang terdahulu (lama) persatu meja dijual Rp. 300.000. hingga Rp 350.000. lapak dibangun sedikitnya ada ratusan meja. Setelah penggunaan gedung ini diresmikan oleh Walikota Langsa, pada beberapa tahun lalu" Ujarnya.




Lanjut sumber lapak (meja batu) yang disediakan pemerintah tersebut, seharusnya tidak bisa diperjual belikan apa lagi dari hasil jualan lapak yang berjumlah ratusan meja, uang tersebut tidak masuk ke kas daerah, di duga hasil tersebut masuk ke kas pribadi. Ini perlu dipertanyakan oleh pemerintah daerah setempat, sehingga kami harus berjualan di sepanjang jalan pasar ikan.




Sementara, " Bentol Nurmansyah yang menangani bidang pasar dari Diskoperindag Kota Langsa, saat dikonfirmasi media ini, terkait lapak (meja batu) yang disediakan pemerintah untuk pedagang ikan, menjelaskan dana dari hasil penjualan lapak yang dijual oknum tersebut, pihak Diskoperindag kota Langsa tidak pernah menerima setoran dari hasil penjualan lapak.




Sejauh pengetahuan dirinya, lapak jualan ikan yang disediakan oleh pemko Langsa tidak boleh diperjual belikan, apa lagi uang tersebut menjadi milik pribadi yang dilakukan oknum pengurus tersebut " Tutup Bentol.(Rusdi Hanafiah).

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.