Minggu, 17 Desember 2017

Calon Santri Ponpes Tahfidzul Quran Raudlatul Falah Ikuti Milad Ke IX Qodmil Quran Ke VII Bersama Muspika Kecamatan Gembong

    12/17/2017   No comments

MOKI, Pati-Calon santri pondok pesantren Tahfidzul Quran Raudlatul Falah Gembong melaksanakan Milad Ke IX Qodmil Quran Ke VII dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Muspika di Jl. Raya Gembong - Banyu Urip KM. 2 Desa Bremi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Minggu, 17/12/2017. Pukul, 08.00 Wib.




Acara tersebut dihadiri oleh KH. Mc. Ulin Nuha Arwani dari kudus, KH. M. Ulil Albab Arwani dari kudus, Habib Umar Muthohar dari semarang, KH. Heppy Irianto, KH. Ahmad Jaelani,AH, S.Pdi, M.Pdi Dewan Pembina Yayasan, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Much. Sholikin, S.Ag. M.Si, Pengasuh Ponpes Noor Shokhib, AH. M.Pdi, KH. Maksum Sulaiman dari Jepara, Kapolsek Gembong AKP Sugiyanto, Kemenag Kabupaten Pati Drs. H. Ahmad Mundakir, M.Si, Danramil Gembong Lettu Cba Kistiono dan Edi Siswanto Gusdurian.

Dalam sambutan KH. Maksum Sulaiman dari Jepara menyampaikan, Maulud atau yang lebih kita kenal dengan sebutan maulid adalah hari lahirnya Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.




Makna dari maulid Nabi ialah sebagai ekspresi kegembiraan dan juga penghormatan pada sang nabi, perayaan maulid nabi ini telah lama mengakar di masyarakat Islam jauh sebelum Rasulullah wafat. Dalam perayaannya, maulid Nabi dirayakan dan dilaksanakan dengan penuh suka cita. Dilaksanakannya maulid nabi tidak lepas dengan berbagai kegiatan, antara lain: shalawat Nabi, membaca syair Barzanji serta menyelanggaraan pengajian disusul dengan ceramah maulid Nabi.

Diharapkan para bapak dan ibu dapat mendidik anak-anaknya dipondok pesantren sehingga dapat lebih mengenal agama islam dan Al Qur’an lebih mendalam. Semoga anak-anak kita bisa menghafal Al Quran dan ahli Al Quran.




Orang yang merintis peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Shalahuddin Al-Ayyubiy yang lebih dikenal dengan nama Shaladin.

Sedangkan KH. Ahmad Jaelani menyampaikan, acara ini kita laksanakan dalam rangka Maulid Nabi muhammad SAW dan milad ke IX Qodmil Quran ke VII. Pondok pesantren ini mendidik anak-anak remaja putra dan putri dengan tujuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang memiliki akhlaq yang baik.

Diharapakn nantinya anak-anak yang sudah mengikuti pendidikan dipondok pesantren dapat diaplikasikan dalam kehidupan dimasyarakat dan dapat menjadi contoh yang baik dilingkunganya kelak nanti. Dengan perkembangan jaman yang akhir-akhir ini banyak mempengaruhi kehidupan remaja. Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita dapat mencontohnya sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.




Tausyiah disampaikan oleh KH. Mc. Ulin Nuha Arwani dari Kudus, anda bisa belajar Al Qur'an hingga selesai merupakan fadlal (anugrah) dari Allah Ta'ala. Syukurilah nikmat itu dengan memuji Allah Ta'ala dengan membaca "Alhamdulillah wa syukru lillah" atau dengan kalimat sejenisnya.

Anda juga perlu syukur bil janan, syukur dalam hati. Artinya hati kita berkeyakinan dengan sesungguhnya bahwa yang kita terima itu merupakan murni fadlal, anugrah, bukan karena kepintaran dan kelincahan kita.




Di samping itu, hendaknya kita dapat mensyukuri nikmat dengan anggota tubuh kita, baik lahir maupun batin. Semuanya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tangan kita gunakan untuk saling tolong menolong kepada siapa saja yang membutuhkan. Mulut memperbanyak baca shalawat, mata membaca Al Qur'an, telinga mendengarkan Al Qur'an, tangan membawa Al Qur'an, menghormati Al Qur'an, tadabbur, memikirkan ayat-ayat yang dibaca. Hatinya menyerap beragam ilmu yang dipelajari dari sana. Sehingga semua anggota tubuh kita gunakan untuk beribadah. Ini namanya syukur bil arkan (dengan anggota tubuh).

Ada satu lagi, dari syukur bil lisan, arkan, dan janan, yaitu bil bancaan. Maksudnya, uang kita gunakan untuk sedekah, menolong kawan atau siapa saja yang membutuhkan harta kita.




Al Qur'an yang telah kita pelajari bersama harus selalu kita baca. Jangan sampai diabaikan. Karena Al Qur'an yang telah kita pelajari akan meminta pertanggungjawaban. Bisa jadi mendukung kita atau mematahkan kita.

Anda sekalian yang sudah khatam Al Qur'an paling tidak sehari baca sekali. Jika tidak bisa maka tiga hari sekali khatam. Apabila masih tidak bisa, maka seminggu khatam sekali dengan memakai metode Fammy Bisyauqin. Model dari pada metode ini adalah setiap hari membaca Al Qur'an dengan pembagian sebagai berikut:




Fa : Fatihah - An Nisa' : Jum'at
Mi : Maidah - Bara'ah / At Taubah : Sabtu
Ya : Yunus - An Nahl : Ahad
Ba : Bani Israil - Al Furqan : Senin
Syin : Syu'ara' - Yasin : Selasa
Waw : Was Shaffat - Al Hujurat : Rabu
Qaf : Qaf - An Nas : Kamis

Jika anda seminggu bisa khatam sekali, anda akan selamat.

Anda khatam Al Qur'an itu belum ada apa-apanya. Jangan merasa bangga. Merasa bangga itu larangan Allah Ta'ala. Apa lagi khatam Al Qur'annya ini untuk tujuan pamer, riya', Al Qur'an bisa melaknati Anda sekalian.

Usahakan mengamalkan dawuh Allah Ta'ala, selalu menjaga Akhlak sebagaimana yang telah diajarkan Al Qur'an. Pelajarilah Al Qur'an penuh dengan rajin dan tekun supaya mengetahui kandungan di dalamnya. Jika sudah tahu, wajib mengamalkan isinya. Apa bila tidak diamalkan akan mendapat siksa Allah Ta'ala, sehingga Al qur'an tidak melaknati Anda sekalian.




Barang siapa pernah mengaji Al Qur'an, setelah khatam lalu dibiarkan begitu saja. Mushafnya digantungkan dalam lemari, tidak pernah dibaca kembali, maka Al Qur'an akan datang pada hari kiamat dengan keadaan menggantung pada orang tersebut seraya berkata kepada Allah "Ya Tuhan, sesungguhnya hambaMu ini telah mencampakkanku. Maka berilah keputusan antara aku dan dia (siapa sebenarnya yang lebih benar dan siapa yang salah?). Dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mari kita contoh suri teladan  beliau dan semoga kita mendapatkan safaatnya dihari kelak nanti. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.