Senin, 29 Januari 2018

Buruh GSBI PT. KFN Sudah Nikmati Upah Sektoral Baru

    1/29/2018   No comments

MOKI, Bekasi-Hiruk pikuk perjuangan upah sektoral di berbagai daerah sampai hari ini masih berjalan,beberapa wilayah di jawa barat terutama untuk di kota bekasi perjuangan upah masih di hadapkan dengan persoalan persoalan yang kian memperpanjang proses penentuan upah sektoral.




Karena dengan berbagai sudut pandang antara perwakilan serikat pekerja dan pengusaha sektoral. Di wilayah jawa barat terutama di kota bekasi masih ada asosiasi pengusaha sektoral yang belum terbentuk seperti asosiasi metal elektronik termasuk untuk sektor makanan minuman.

Berbagai upaya di tempuh oleh masing-masing pihak baik serikat pekerja/buruh engan menekan kepada pemerintah daerah untuk hadir dalam persoalan dan penentuan upah sektoral ini.




Sementara itu pandangan di sampaikan pimpinan GSBI kota bekasi supriyanto terkait upah sektoral kota bekasi 2018

"Sangat di sayang kan upaya pertemuan yang di gagas antara dewan pengupahan (DEPEKO) Asosiasi pengusaha sektoral pada tanggal 26 januari 2018,dalam menentukan upah minim sektoral (UMSK) masih mengalami kebuntuan dan belum ada kejelasan terkait prosentase kenaikanya," kata supriyanto.




Supriyanto menambahkan dewan pengupahan kota bekasi masih berkutat dan memprediksikan kenaikan yang jauh dari 8.71% (Mengacu PP 78/2015)  bahkan bisa berkurang dan ini semakin menguatkan bahwa depeko tidak ada nilai tawar dengan pengusaha.

"Namun beberapa elemen serikat buruh mencoba melakukan konsolidasi guna menyikapi situasi ini bahwa akan ada diskusi lanjutan terkait upah sektoral antara dewan pengupahan kota, pengusaha sektoral yang direncanakan tanggal 30 january besok,"terang supriyanto.




Namun tidak dengan organisasi serikat buruh GSBI kota bekasi, mencermati situasi seperti itu mereka melakukan konsolidasi di tingkat pabrik dan mengambil keputusan yang konkrit.

GSBI kota bekasi berpandangan berdasarkan pengalaman 3 tahun terakhir bahwa prosentase kenaikan tidak jauh dari PP 78 th 2015 tentang pengupaha, kami segera mengambil keputusan dan mendorong kepada pimpinan perusahaanuntuk menggunakan prosentase kenaikan upah berdasarkan kepada kenaikan umk tahun2018 yakni sekitar 8.71%.




"Alhamdulillah bisa dan di setujui oleh menegement dan tepatnya, terhitung tanggal 29 january 2018 kawan-kawan buruh GSBI PT. KFN bisa menikmati perjuangan ini bahkan ada sedikit tambahan untuk tunjangan masa kerja mengalami kenaikan 2 great yang sebelumnya hanya, di posisi masa kerja 8 th keatas dengan prisentase tunjangan 3% dari upah pokok dan  sekarang bisa bertambah hingga masa kerja 12 up dengan prosentase tunjangan  hingga 4% dari upah pokok," Pungkas supriyanto yang juga pimpinan GSBI PT. KFN.




Inilah sebuah proses perjuangan panjang terkait upah sektoral yang di jalankan jajaran pimpinan organisasi GSBI PT.KFN karena bagaimana pun juga penetapan UMK/UMSK tips tahunnya akan terus di jerat dengan PP 78/2015 tentang pengupahan. (Mrsn)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.