Jumat, 12 Januari 2018

Firman Soebagyo; Hati-hati Menjelang Tahun Politik!

    1/12/2018   No comments

MOKI, Jakarta-Kebijakan import beras 500.000 ton patut dipertanyakan, Ada apa dibalik import beras 500.000 ton yang dipaksakan?




Firman Soebagyo anggota Komisi IV mempertanyakan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan terkait import beras sebanyak 500.000 ton beras yang terkesan dipaksakan. Kebijakan tersebut patut dipertanyakan.

FS juga menjelaskan bahwa logika berpikirnya bahwa Oktober adalah musim tanam dan Januari sudah panen raya yang puncaknya pada bulan Febuari.




Dan sesuai informasi yang didapat dan didukung data yang bisa dipertanggungjawabkan  bahwa surplus beras sudah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan. Karena faktanya Januari 2018 stok beras masih ada dimana - mana. Bahkan harga baik menjelang lebaran dan natal tahun baru juga dapat terkendali.

Oleh karena itu FS sangat kecewa dan mengecam keras kebijakan Mendag Enggartiasto yg semakin akan membuat kecewa dan mensengsarakan petani.




Kami sebagai anggota Komisi IV selaku berkoordinasi dan monitoring baik ditingkat pasar dan petani.

FS juga mengingatkan bahwa 2018 adalah tahun politik kita harus waspada. Kebijakan tersebut juga bisa dijadikan fan reacesing untuk kepentingan tertentu. Sangat janggal karena import beras harusnya merujuk pada UU Pangan bilamana produk nasional dan stok nasional tdk tercukupi  maka baru diperbolehkan import. Itupun harus dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian.




Kejangggalan berikutnya adalah kebijakan diambil setelah melakukan rapat dengan para pelaku dagang tengkulak. Padahal semua kita tahu bahwa mafia pangan selama ini  adalah mereka-mereka juga.

Seharusnya yang benar Mendag harus berkoorsinasi dengan Kementerian Pertanian lebih dulu bukan dengan pelaku dagang. Ini sangat mencurigakan dan aneh ada apa?!




FS juga melakukan klarifikasin dan cros cek ke Mentan  apakah benar akan terjadi kekurangan stok? Dan pernyataan kementan bahwa stok pangan nasional lebih dari cukup. Bahkan dijelaskan bahwa pada bulan Januari dan puncaknya Februari akan terjadi panen raya di wilayah tertentu.

Oleh karena itu, kebijakan import yg dilakukan Mendag akan semakin mensengsarakan petani dan tidak sejalan dengan nawacita presiden Joko Widodo.




FS menegaskan juga bahwa mendag akhir-akhir ini banyak membuat kebijakan yg aneh-aneh seperti kepmen tata niaga import tembakau yang juga sudah dibatalkan.

"Ini memalukan menunjukkan bahwa tidak provesional,"kata Firman Soebagyo. (Red)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.