Sabtu, 27 Januari 2018

Petani Garam Tolak Pemerintah Impor Garam 3.7 Juta Ton

    1/27/2018   No comments

MOKI, Sumenep-Petani garam Sumenep Madura Jawa Timur tolak rencana pemerintah untuk impor garam sebanyak 3,7 juta ton dari Australia.




Menurut petani, impor garam samgat merugikan petani garam di Indonesia dan tidak berdaulat di negerinya sendiri. Penolakan tersebut disampaikan Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG), saat mengadakan Forum Group Discussion (FGD) tentang rencana pemerintah Impor Garam Tahun  2018, di salah satu aula rumah makan di Sumenep, Madura, Jum’at sore (26/1/2018).

Ketua HMPG, Edi Ruswandi menyampaikan, forum tersebut digelar untuk mencari solusi dari rencana pemerintah pusat, untuk mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton. Jika hal itu dibiarkan akan sangat merugikan petani garam, karena bisa dipastikan harga garam petani akan anjlok.




“Bayangkan impor 3,7 juta ton itu adalah impor yang sangat mengerikan, dan ini akan sangat merugikan petani," katanya.

Sambung dia, Apalagi saat ini stok garam di petani masih banyak, sekitar 20 hingga 30 persen yang masih belum terserap oleh pasar. Kenapa tidak ini dulu dihabiskan.




“Jadi dengan forum diskusi ini, diharapkan bisa menemukan solusi, apakah impor garam yang direncanakan pemerintah tetap dilanjutkan atau dikaji ulang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Abduh Nur Hidayat, usai menjadi pemateri diskusi membenarkan, bahwa berdasarkan hasil rapat bersama, pemerintah menetapkan impor garam tahun 2018 sebanyak 3,7 juta ton.




“Memang benar 3,7 juta ton, baik garam untuk konsumsi maupun untuk industri. namun Kementerian KKP merekomendasikan maksimal 2,2 juta ton saja, karena 1,5 juta tonnya bisa diproduksi oleh petani garam dalam negeri. sementara untuk kebutuhan garam nasional yakni 4,2 juta ton,” terangnya.




Dia menambahkan, pihaknya masih akan melaksanakan rapat kerja gabungan antara Komisi IV dan Komisi VI DPR RI bersama kementerian teknis terkait.

"Kami berharap pemerintah bisa menemukan kesesuaian tentang kuota impor garam, agar industri yang membutuhkan bahan baku garam setiap saat, tetap terpenuhi kebutuhannya. Dilain sisi, garam hasil produksi petani lokal, tetap bisa terserap dengan harga yang wajar," imbuhnya.




Kegiatan diskusi tersebut, dihadiri perwakilan petani garam se Madura, Direktur PT. Garam, perwakilan Kementerian Kemaritiman RI, Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.