Senin, 05 Februari 2018

FKMS Tolak Pengangkatan Istri Bupati Sebagai Dewan Komisaris Bank BPRS

    2/05/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Sejumlah mahasiswa yang tergabung Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS) Madura Jawa Timur  Menggelar aksi turun jalan penolakan Istri Bupati di kukuhkan sebagai dewan komisaris Bank BPRS. Senin 5/2/2018.




Kedatangan Mahasiswa ke kantor Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) yaitu Bank BPRS menolak keputusan RUPS LB tentang pengangkatan istri bupati menjadi komisaris bank BPRS. Dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan" istri bupati jadi komisaris pantaskah???, Selamatkan BUMD dari nepotisme.




Agus Wahyudi menyampaikan orasinya,  seharusnya Bupati Sumenep Busyro Karim tidak merekomendasikan isterinya sebagai Komisaris BPRS, sebab jika memang dilihat dari komptensi yang ada, masih bisa diisi dari orang luar yang memang mumpuni dibidangnya.

“Kami menengarai ada unsur nepotisme dalam pengangkatan Nur Fitriana sebagai Komisaris BPRS, kenapa memilih BPRS, kan ada BUMD yang lain. Kok nggak milih PT WUS, apa karena PT WUS uangnya sudah ludes karena dikorupsi, sedangkan BPRS  dananya masih banyak,” tegasnya, Senin (5/2/2018).




Sambung dia, diangkatnya istri bupati Nur fitriana sebagai komisaris Bank BPRS sangat tidak pantas, sebab, berdasarkan pada informasi yang beredar salah satunya syarat menjadi komisaris/ Dewan pengawas di poin F berijazah paling rendah strata S1.

"Ternyata, diperkuat dengan adanya informasi yang mengatakan bahwa istri bupati ibu fitri itu lulusan D3 Kepariwisataan. ini sangat tidak pantas," terang Agus wahyudi korlap aksi.




Sementara itu Direktur BPRS Novi Sujatmiko mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi dari FMKS tersebut, dan waktu dekat pihaknya akan menyampaikan secara resmi apa yang disampaikan FKMS kepada Bupati Sumenep selaku pemegang saham pengendali.

“Akan kami sampaikan secara resmi, apa yang di sampaikan FKMS  kepada beliau (Bupati Sumenep, red),” tutur Novi.




Sambung Novi, pengangkatan ibu Nur Fitriana sudah sesuai prosedur, bahkan telah melalui tahapan fit and proper tes yang diuji langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(sr)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.