Jumat, 16 Februari 2018

Lihat Tingkah Tokoh Tolak RUU Pertembakauan Firman Soebagyo Heran, Tapi Mereka Diam Dengan Kasus Narkoba

    2/16/2018   No comments

MOKI, JAKARTA – Firman Soebagyo (FS) Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar sangat terkejut, heran hingga kecewa terhadap sejumlah lintas tokoh yang bergabung melawan industri tembakau. Keheranan FS karena mereka berkumpul pada sesuatu yang mereka tidak tahu apa sedang ditolak. Sementara mereka tidak menolak narkoba.




“Apakah meraka sadar atau tidak bahwa industri tembakau juga merupakan komonditi strategis dan mempunyai nilai strategis baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan,” kata FS saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III, Jumat (16/2/2018).

Ketua DPP Golkar ini menilai, dari aspek ekonomi, industri ini berkontribusi pada penerimaan negara dari cukai cukup besar yang sudah mencapai Rp 120 hingga Rp 150 T per tahun. Itu dapat menompang postur APBN Nasional. Dari cukai rokok juga mampu mensubsidi BPJS Nasional bagi rakyat miskin.




“Dari aspek sosial, industri tembakau sudah memberikan kesempatan kerja bagi warga masyarakat yang cukup besa yang mayoritas adalah tenaga kerja kaum ibu/perempuan. Dan pekerja tersebut sudah mengabdi puluhan tahun dan penompang kehidupan rumah tangga mereka,” ujar FS yang juga Wakil Ketua Baleg DPR RI ini.

Disamping industri pertembakauan, lanjut Ketua Pansus RUU Pertembakauan DPR ini menjelaskan, industri ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani yang bisa menikmati hasil panen menacapai Rp 54 juta rupiah per hari. Dan itu jauh lebih bahus dari comonditi pertanian lainnya seperti padi, bawang merah, dan jagung yang selalu merugi.




“Dari aspek budaya kretek adalah merupakan warisan budaya bangsa Indonesia, yang dirintis oleh salah seorang tokoh dan entepreneur (pengusaha) dari Kudus yaitu Niti Semito yang akhirnya VOC tertarik masuk ke Indonesia karena keunggulan kretek tersebut. Dan masih banyak lagi nilai-nilai positif dari indistri tembakau nasinonal kalau dibedah secara menyeluruh,” papar Ketua Umum IKPP Pati ini.

Namun anehnya, menurut FS, dari tokoh-tokoh tersebut mengapa tidak bergeming dengan NARKOBA yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya sama sekali bagi bangsa dari berbagai sisi aspek.




“Dan hanya untuk kepentingan mereka saja karena mungkin adanya kepentingan asing yang mem-beck up di belakangnya,” ujarnya.

“Kenapa mereka bungkam seribu bahasa tentang maraknya penyelundupan Narkoba yang jumlahnya sudah mencapai satu ton lebih seperti yang ditangkap di Batam akhir-akhir ini oleh aparat. Itu justru jadi ancaman besar bagi generasi penerus bangsa. Presiden sudah berkali-kali menyerukan darurat narkoba tetapi meraka juga diam seribu bahasa tutup mata, tutup telinga seolah tidak terjadi apa-apa. Justru kelompok ini mengusik kehidupan masyarakat dan industri yang jelas-jelas masih ada manfaatnya bagi rakyat,” beber FS yang dari keluarga petani di Pati, Jawa Tengah. (Red/Yusro)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.