Rabu, 07 Februari 2018

New Panbers Di Deklarasikan

    2/07/2018   No comments

MOKI, Jakarta – Jumat 2 Pebruari 2018 Panbers berevolusi menjadi New Panbers dengan dimotori salah satu Personil Panbers yang memegang Trah Keluarga Panjaitan yaitu ASIDO PANJAITAN (Drumer). Pembentukan New Panbers tak lain atas dukungan dan permintaan para Fans yang mengharapkan agar Panbers tetap eksis dan Berjaya kembali sepeninggalan pentolannya BENNY PANJAITAN. Ternyata bukan karena itu saja ternyata Benny Panjaitan berpesan sebelum meninggal agar Panbers tetap jalan dan eksis. Pesan tersebut disampaikan kepada adik bungsunta Asido Panjaitan dan juga kepada personil lainnya yang tersisa Maxi Pandelaki, Hans Noya & Isran Panjaitan.




Deklarasi diadakan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Asido Panjaitan yang ke 67. Sebagai tanda dibentuknya NEW PANBERS dilakukan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada istri almarhum Benny Panjaitan yaitu Nancy Sitompul.

Foto menyerahan tumpeng




Adapun para personil NEW PANBERS yaitu ASIDO PANJAITAN (drum), MAXI PANDELAKI (bass), HANS NOYA (lead gitar), ISRAN PANJAITAN (keyboard), TIGOR PANJAITAN (vocal) dan JOHAN (vocal).

Foto Formasi NEW PANBERS




Untuk mengingatkan kita bahwa PANBERS (Panjaitan Bersaudara) itu adalah salah satu group musik Indonesia yang sangat melegenda. Kelompok musik ini berdiri pada tahun 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik putra dari Drs. J.M.M. Pandjaitan, S.H,  dengan Bosani S.O. Sitompul. Mereka adalah Hans Panjaitan (lead guitar), Benny Panjaitan (vokalis dan organ/ keyboard), Doan Panjaitan (bass), dan Asido Panjaitan (drum).

Foto personil Panbers awal




Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah, sejak tahun 1990 untuk memaksimalkan performa merekrut tetangga mereka di Hangtuah yaitu Maxi Pandelaki sebagai bassist. Formasipun berubah Hans Panjaitan (lead guitar), Benny Panjaitan (vokalis dan rhytmn guitar), Doan Panjaitan (Keyboard), Asido Panjaitan (drum) dan Maxi Pandelaki (bass).




Sepeninggalan Abang tertua Hans Panjaitan pada tahun 1995, Panbers terus berusaha memperbaiki performance nya sehingga pada tahun 1995 Hendri Lamiri pun direkrut pada posisi biola.

Foto personil Panbers Formasi ke 2




Setelah itu pada tahun 1998 Panbers pun merekrut Hans Noya di posisi lead guitar.

Foto personil Panbers Formasi ke 3




Seiring dengan waktu Hendri Lamiri pun keluar dari group karena kesibukan nya yang padat di dunia rekaman & showbiz dan sampai akhirnya pada tahun 2000 untuk kebutuhan show performance nya Panbers merekrut personil baru ISRAN PANJAITAN pada keyboard/ string untuk membackup Piano Doan Panjaitan. Praktis Panbers personilnya menjadi 6 orang.

Foto Personil Panbers Formasi akhir (ke 4)




Perjalanan karir Panbers dalam musik Indonesia berawal dari released lagu “Akhir Cinta” dalam LP ke 49 produksi PT Dimita Moulding Industries tahun 1972.
Gema keberadaan mereka dalam belantika musik Indonesia saat itu membawa arti lain yang pada gilirannya kemudian kehadiran mereka memicu kemunculan group band group band lain di Indonesia.




Sukses released album piringan hitam mereka dengan judul “Kami Cinta Perdamaian” yang bersejarah itu menguatkan visi mereka bahwa dunia musik Indonesia menunggu insan-insan muda yang kreatif dengan ide orisinal mempersembahkan karya-karyanya.
Sejak periode ini kita mengalami suatu keadaan dimana dunia musik Indonesia dipenuhi dengan lagu-lagu ciptaan sendiri.




Dengan terbentuknya New Panbers diharapkan akan membangkitkan masa-masa kejayaan Panbers dan menambah semaraknya dunia music Indonesia. (IP-KPWBTN)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.