Minggu, 25 Februari 2018

Sumenep Gelar Batik on The Sea 2018

    2/25/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep Gelar  Batik on The Sea di wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu, 25/2/2018




Melalui event tersebut, ternyata Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menunjukkan keseriusan program Visit 2018. Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim menyampaikan, Batik on The Sea baru pertama kali digelar di Indonesia.
“Untuk itu, saya atas nama Pemkab Sumenep menyampaikan terima kasih kepada panitia, OPD, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD), serta semua pihak yang turut menyukseskan acara ini,” kata Bupati, Busyro,  Minggu (25/02/2018.




Di katakan,  dalam tiga bulan ini, pemerintah telah dua kali melaksanakan festival batik. pada tanggal 09 desember tahun lalu telah diselenggarakan Sumenep Batik Festival dan hari ini bisa diselenggarakan pula Batik on the Sea.

"Batik bukan sekedar cerita tentang dimensi keindahan. bukan pula sekedar warisan tanpa kesan. karena batik mengandung makna keuletan, ketekunan dan kesejahteraan," tuturnya.




Menurutnya, "Batik on the sea" memiliki makna penting, Pertama, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mensukseskan program visit 2018. Bahwa visit sumenep 2018 bukan sekedar wacana, tetapi merupakan program serius yang akan dilakukan pemerintah daerah.

"Juga menunjukkan bahwa kabupaten sumenep memiliki inovasi unik atraksi wisata yang tidak kalah dengan daerah lain di indonesia," ucapnya.




Kedua, batik on the sea ini ingin menunjukkan kepada indonesia bahwa sumenep merupakan daerah maritim yang memiliki luas lautan 50 ribu kilometer persegi dan 126 pulau, memiliki potensi bahari luar biasa, baik potensi wisata maupun potensi alamnya.
Ketiga, banyaknya festival seperti ini akan mengangkat motivasi bagi para pengrajin batik,  pencipta dan pedagang batik di sumenep.

"Sebab, beberapa waktu ini, batik mengalami permintaan luar biasa, karena sekarang telah menjadi baju resmi nasional," jelasnya.




Keempat, semakin banyaknya festival maupun batik di madura, akan melestarikan tradisi membatik khususnya di kalangan anak muda. di masa mendatang.

"Sumenep jangan hanya menjadi pusat konsumen batik, tetapi harus menjadi pemain di pasar regional hingga internasional serta  sebagai pusat batik di nusantara," pintanya.




Sambung dia,  saya yakin, dengan komitmen dan dukungan semua pihak hal itu bisa terealisasi. dengan demikian, akan membuka lapangan usaha baru di sektor informal dan ekonomi kreatif, sebab saat ini 65,56 persen penduduk sumenep masih bekerja di sektor pertanian.

"Saya berharap dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mensukseskan program visit sumenep 2018. kita harus optimis bahwa program ini akan sukses dan akan mendorong kesejahteraan masyarakat sumenep," pungkasnya.




Dari pantauan kabar Investigasi. com,  Usai sambutan sekaligus pembukaan oleh Bupati Busyro Karim, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah Maestro Batik Sumenep dan lelang Batik motif Tera’ Bulan yang tembus harga Rp 7,5 juta.
Kemudian, acara fashion show berlangsung hingga berakhir dengan penyerahan hadiah.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.