Sabtu, 10 Maret 2018

Diduga Barang Sitaan Penangkapan Kapal Ikan Asing Hilang

    3/10/2018   No comments

MOKI, Banda Aceh-Kasus Penangkapan Kapal Nelayan Asing yang diduga melakukan Illegal Fishing diperairan Aceh beberapa bulan yang lalu, masih terkatung-katung hingga saat ini. Pasalnya kapal penangkap ikan Asing KM. SLFA 4935 yang berbendera Malaysia dengan nama pemilik Win Su NTWE, masih dibiarkan tergeletak di pinggir Kolam Pelabuhan Lampulo, Kota Banda Aceh Provinsi Aceh pada jum’at (08/03/18) pagi.




Sebelumnya kapal penangkap ikan berbendera Malaysia tersebut diduga telah beroperasi diperairan Indonesia, karena itu kapal tersebut ditangkap SATGAS Pemberantasan Ikan Secara Ilegal (Satgas115) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.




Kapal dengan bobot 29,17 GT tersebut memasuki wilayah perairan Indonesia, rencananya beroperasi dengan alat tangkap Pukat Trawl yang paling dahsyat dapat merusak terumbuh karang. Dan Ketika KM. SLFA 4935 ditangkap oleh Satgas pada tanggal 24 januari 2018 posisinya berada di Perairan Selat Malaka, kapal itu berawakkan empat orang ABK asal Negara Myanmar.




Dari dokumen yang diperoleh, kapal ini mulai disita sejak tanggal 30 januari 2018 dengan nomor barang bukti sebagai berikut : Dik.0007/lan.1/pw.sn/I/2018, tanggal 30 Januari 2018. Penangkapan dan penyitaan kapal ikan tersebut dibawah kewenangan Kementerian Kelautan/ Perikanan/Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh.




“Namun yang anehnya, kapal tangkapan yang dibiarkan teronggok dipinggir pantai itu, sudah tidak dilengkapi lagi dengan Mesin dan barang-barang layak lainnya, ketika kapal tersebut ditangkap ditangkap oleh Satgas “.




Dari informasi yang diperoleh MOKI dari masyarakat sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, mereka menduga bahwa alat tangkap seperti Pukat, Timah dan Pompa Keong serta alat lainnya telah hilang dan tidak ada lagi berada di kapal tersebut.




Hal ini sering diperbincangkan oleh masyarakat sekitar dan menjadi pertanyaan mereka karena seolah-olah pembiaran padahal, kapal sitaan tersebut sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pihak yang menangkap dan berwenang terhadap hasil tangkapan kapal ikan tersebut yaitu, pihak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan / Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh.(Fernan/Hanafiah)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.