Minggu, 15 April 2018

Bupati Sumenep, Ajak Berinvestisi Pelaku Usaha Parawisata Indonesia

    4/15/2018   No comments

MOKI, Sumenep - Acara Gethering Media dan pelaku usaha parawisata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, mengajak berinvestasi kepada pelaku usaha parawisata  indonesia untuk mengembangkan parawisata yang ada di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Agung Sumenep. Sabtu.(14/4/2018) malam.



Dalam sambutannya Bupati Sumenep mengajak para pengusaha dari berbagai daerah yang hadir, untuk mengembangkan parawisata yang ada di sumenep.

Busyro  mempromosikan satu persatu keunggulan destinasi wisata daerahnya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Seperti wisata bahari yang bisa dibilang masih perawan. Sebut saja, pantai Gili Labak, Gili Iyang, Pantai Sembilan, Pulau Pandan, Lomban, Slopeng serta lainnya.

Seperti halnya keberadaan pulau kesehatan Giliyang. Pulau ini memiliki kadar oksigen terbaik di dunia setelah Yordania, membuat para wisatawan terasa berada di ruangan ber AC.

“Kadar oksigen di pulau Giliyang mencapai 21,5 persen, dan ini terbaik kedua dunia setelah Yordania, di sana akan banyak kita temui penduduk yang berusia di atas 100 tahun masih sehat dan bugar,”  Katanya dihadapan para pengusaha pariwisara yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Pusat.

Menurutnya, sejumlah wisata itu sudah banyak didatangi pengujung, khususnya wisata bahari. Namun, keberadaanya masih membutuhkan banyak pembangunan didalamnya. Seperti penginapan (cottage), cafe atau bahkan pembangunan infrastruktur wisata.



Mantan ketua DPRD berharap Japnas dapat melakukan investasi di Sumenep sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan program yang sudah menjadi target pemerintah Kabupaten Sumenep. Dengan demikian Kabupaten Sumenep akan lebih maju kedepannya.

“Sumenep sedang gencar mengembangkan dunia pariwisata. Banyak peluang yang bisa dilakukan oleh swasta disini, untuk itulah jangan ragu lagi dalam berinvestasi di Sumenep,” papar Busyro.

Busyro mejelaskan, Sumenep tidak kalah dengan daerah lain. Selain wisata pulau kesehatan (Giliyang) yang tidak ada di daerah lain, yakni potensi wisata sejarah, religi, Museum Keraton Sumenep, serta kerajinan keris, kerajinan batik serta topeng dan seni budaya yang dimiliki Sumenep seperti kerapan sapi yang sudah mendunia.

“Kalau ingin tahu Madura yang sebenarnya ya ke Sumenep. Warga Sumenep memegang filosofi Bapa’ Bhabbhu’ Ghuru Rato. Menghormati orang tua, guru dan raja (pemerintahan). Itu yang dipegang dalam kehidupan masyarakat Sumenep,” Ucapnya.

“Bisa dibuktikan kesopanan orang Sumenep dan silahkan nanti jalan-jalan. Pasti warga Sumenep berbeda dengan daerah lain, selain ramah warga kami juga murah senyum,” tambahnya.

Dari pantauan Kabar Investigasi.com, Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Pusat telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU (memorandum of understanding) dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (14/4/2018) sore.



MoU dalam kesiapan berinvestasi di Sumenep itu, dilakukan oleh Ketua Japnas Pusat, Bayu Priawan Djokosoetono dengan Bupati Sumenep, A Busyro Karim di Rumah Dinas Bupati, Jalan Panglima Sudirman, Sumenep.(sari)

Previous
Next Post
© 2008 KabarInvestigasi I Portal Of Investigation. Designed by : Kang Aris
Powered by KabarInvestigasi.